Hampir selama dua tahun, saya tunggu momnt ini, sambil mereka rencana selama sebulan untuk apa saya tinggal di Indonesiaku, yang notabene tanah airku ditinggal selama dua tahun.
Saya tak bisa bayangkan, seperti apa Indonesia sekarang yang serba..mahal tapi masyarakatnya masih bisa hidup, dan semangat.
Kawan kawan saya bilang, wah tinggal berap hari lagi yh,..tapi kubilang, tinggal menghitung jam, karena saking kangennya...
Terbayang keluarga yang mau jemput naik bis he he he , karena kami keluarga besar dan kesempatan untuk jalan jalan sangat sedikit. Kami orang kampung bilang, pengen tahu Jakarta..he he he
I miss Indonesia, dengan segala apa adanya.......
Mohon do'anya, dan m'af lahir bathin untuk semua contact.
"Nibda Kalam Uli salam" Sebelum kata kata diucapkan, katakanlah Salam, Barangkali begitu penterjemahan dari peribahasa orang Mesir yang saya sebut tadi. Kita bisa melihat lajnahnya orang Mesir yang berbeda dengan Arab yang lain bahkan jauh dari bahasa Fushahnya. Namun perlu diketahui bahasa Mesir adalah bahasa yang gampang dan diakui mudah oleh banyak orang Arab di sekitar Negara tersebut. Apa karena secara tak sengaja Mesir banyak mengenalkan bahasa mereka via Film atau Lagu2 Arab mereka yang terkenal? Jauh sebelum kita memproduksi film, Mesir sudah disebut Hollywoodnya Arab. Bisa dibayangkan produksi film mereka berapa banyak, dan seberapa bagusnya sampai disebut Hollywood Arab. Kita kenal bintang film Faten Hamamah dan Omar Syarif yang masih hidup, merupakan legenda zaman keemasan dari perfilman Mesir. Belum lagi dengan lagu lagu Arab Mesir yang menggoda telinga kita, dari dulu sampai sekarang, saya baru tahu dulu waktu ada lagu Kosidah Perdamaian yang dinyanyikan kelompok kosidah wanita Indonesia, saya pikir lagu buatan sendiri tak tahunya meniru habis kosidahnya lagu dari Mesir yang dinyanyikan Farid Atrash. Generasi sekarang siapa tak kenal Amr Diab? Namun mungkin selera yah, saya lebih suka gayanya Mohammad Fuad he he he..karena lebih banyak mengenalkan Mesir dan Budayanya. Budaya Mesir yang Arab asli mungkin sudah bias tercampur dengan budaya budaya sebelumnya, jangan heran kalau tari perut diiringi oleh kosidah Ummi Kultsum. Kalau lihat nutup mata doang. Namun entah dari mata Anakku pun Nurhana sedikit sedikit bisa goyangan tari perut..wah wah virus nich.. Budaya Mesir yang banyak terkontaminasi budaya asing, merupakan cerminan dari kekhasan mereka yang membuka diri budaya luar, dan mereka sangat menghargai seni, walau pun masih dalam batas2 budaya kearaban mereka. Sehingga tak heran, orkestra, tarian balet maupun operet sering ditampilkan di Opera House, yang terletak di pinggir sungai nile, sebagai pusat kebudayaan tampilnya berbagai macam seni budaya baik dalam maupun luar negeri. Anak anak SIC pun sering tampil di Opera House ini. Kembali ke peribahasa tadi, bila kita sering berkomunikasi dengan orang Mesir, akan berasa hambar bila tak pertama diucapkan salam, dan dengan salam orang akan memperhatikan kita, dan menghormati kita. Bukankah Assalmu'alaikum bukan hanya sekedar ucapan namun do'a yang tersampaikan untuk si pendengar. Makanya sering saya lihat orang Mesir lewat di segerombolan orang atau hanya sendiri, berulang ulang mengucapkan salam, selebihnya ada yang melanjutkan perjalanan ada pula yang berbasa basi, saling bertukar kabar, dan nasehat. Hari Jum'at adalah hari liburnya orang Mesir, dan bagi saya libur pula masak atau malah full seharian di dapur untuk ngurus dapur dan tetek bengeknya karena biasanya suamiku pulang dari pasa bawa sayur mayur dan ikan atau daging atau ayam untuk perbekalan masak selama seminggu. Jangan heran disini yang biasa belanja biasanya laki laki, sang istri duduk manis di rumah dan mempersiapkan diri untuk berjibaku nantinya buat masak dan bersih2..he he he podho wae.. Akh sekarang mau makan diluar males ke luar sudah mulai panas, dan o yah anak2 ingin makan udang goreng dan ikan filletnya si Baba Medan Dokki, larilah saya ke Metro anfak (Subway), anak2 saya suruh diam manis di rumah. Walau pun mereka merengek mau ikut, ku bilang, biar mama cepat pulang. Dan ternyata jalan sendirian tanpa anak anak tidak menyenagkan sekali, pikiran sudah cabang rupanya. Terlihat tempat karcis metro sepi dan cepat cepat ku hampiri, "Wahid taskara!", (satu karcis) Sang penjaga karcis tersenyum dan berucap,"Ul salamu'alaikum awalan!" (katakan salam dulu)..Degh..oh , yaaaaaaaaaaaah aku terlempar dengan kata2 sang penjaga karcis itu, buru buru kuperbaiki sikapku. "Assalamu'alaikum", ujarku sambil senyum.. "Wa'alaikumsalam, Inti 'asl.." (Kamu manis sikapnya), jawab sang penjaga tersenyum, persis seperti ngajari anak kecil..Yah ammu, dikau membuat daku grogi, dan terimakasih nasehatnya, akan kuingat selalu.. Bertebar salam untuk kedamaian, Tidak usah membeli, karena bahasa tidak bisa dibeli, hanya biasakan untuk mengucapnya, Bila tak didengar maka ada yang mendengarnya. Bila tak dijawab maka ada malaikat malaikat yang menjawabnya. Dan Allah SWT selalu dekat dengan kita, untuk menjawab semua do'a doa kita.. Note: Khasnya Bahasa Mesir bila Qof tidak terlihat dibacanya sehingga Qul dibaca Ul, begitu juga pada pada huruf yang lain dan kata yang lain, agak aneh. Namun masyarakat Arab mengenalnya dan memahaminya. Foto atas, Sabil Qolawun, tempat memberi makan dan minum org yang sedang musafir, peninggalan Sultan Qolawun. Foto samping Ustadz Aep dan Ustadz Muhammad..
"Hamdan lillah..Ya Robb," begitu ucap salah satu Orang Mesir yang sedang bercakap dengan temannya. Suatu hal yang biasa kita dengar manakala kita melewati orang orang Mesir yang sedang berbincang bincang dengan temannya, sering keluar perkataan do'a yang sering nya saling menimpali, saling mendo'akan.. Itulah gaya (Uslub)nya orang Mesir dalam bercakap tidak akan lepas dari perkataan do'a. Mungkin bisa aja kita berkata, "Lha iya lah, orang Mesir kan mereka Arab, mestinya perkataannya juga perkataan orang Arab yang biasa menyebut-nyebut ayat dalam Al Qur'an atau do'a." Tidak semua orang Arab seperti itu, nyatanya kalau bicara dengan anak mudanya Mesir, ya begitulah yang keluar bahasa Francis atau Inggris, bila kita puji mereka, "Mercy..". "Thank's"..Ruhnya untuk berbicara pun terasa lain, bila kita mendengar para orang tua Mesir berkata.. Saya sangat senang memperhatikan mereka, bila ada kata buruk atau etika jelek dari mereka, setelah saya teliti itu berkaitan dengan lingkungan mereka berasal. Kebalikannya dari Indonesia, bila kita melihat orang desa terlihat mereka lebih menjaga sopan santun dibandingkan orang kota, dalam artian mereka lebih mengerti dan mengamalkan tata krama, dan undak usuk (tangga perbedaan dlm bahasa), ini untuk orang tua, ini untuk setara atau ini untuk di bawah kita. Lain dengan Mesir, bila ada orang bicara sambil teriak teriak, sepertinya ingin semua orang mengetahuinya he he he, sudah bisa ditebak mereka bisa jadi berasal dari kampung. Lebih slengean, suka semau gue, ngga peduli, ngga tahu sopan. Begitulah tipologinya mereka, mungkin karena alam yang membentuk mereka. Dan para wanitanya lebih genit dibandingkan para wanita yang hidup dikota. Bila kita sebut satu daerah, disini sering langsung mereka faham,"Oh adatnya orang ini begini, orang itu begitu.." Dan jangan heran bila sebuah keluarga yang hidup di kota akan tampak kurang bisa menerima bila salah satu anggotanya mendapat jodoh dari kampung. Satu nama kampung berpengaruh sekali. Tapi satu yang bisa ditarik dari mereka, bila bersyukur, terasa begitu mengena sekali, sehingga bisa dilihat, jarang orang mesir yang gila. Bila satu orang mengalami stress atau shock dengan keadaan, perkataan sahabat atau kerabat yang mengaitkan dengan Allah SWT, begitu memompa semangat mereka. Saya lihat mereka begitu mudahnya bersyukur dan bergantung kepada Yang Menciptakan Alam semesta ini. Tidak banyak mengeluh, bersyukur dengan segala apa adanya. "Akh ngga mungkin, apalagi di situasi krisis begini??", betul memang ada juga yang tidak menerima keadaan, setelah kita lihat mungkin lingkungan Mesir yang mulai mngajarkan hedonisme di kalangan para Remajanya berpengaruh terhadap pengasuhan orang tuanya. Akhirnya orang tua mencari uang, ada juga dengan jalan pintas, Namun patut diketahui, di Mesir ini bila ada yang korupsi cepat sekali ketahuan (kecuali yang tidak diketahui he he he), sebab mabahist (agent intelegent)nya Mesir adalah yang terbanyak di dunia. Bila ada orang yang bertambah kekayaannya tidak sesuai dengan penerimaan gaji aslinya. Langsung disoroti oleh masyarakat. Gaji para pegawai sangat kecil, jadi jangan berharap PNS di sini dapat gajinya besar. Banyak para dosen Al Azhar masih pakai mobil umum, malah di satu cerita, masih nyambi jadi pegawai lain, untuk memenuhi kebutuhannya. Kesempatan untuk keluar negeri hanya diberikan kepada beberapa orang saja yang sudah mencapai level tertentu. Sehingga jangan heran, dimasa krisis begini, orang Mesir banyak yang ingin mengadu nasib di Negara Teluk lainnya yang kaya. Saudi, Kuwait, atau Uni Emirats, menjadi tujuan pencarian kerja mereka. Atau ke Eropa, dengan cara legal maupun illegal, teringat kasus satu perahu terhempas ombak ketika melintasi lautan Mediterania membawa rombongan pekerja illegal Mesir yang menuju Italy. Tapi itulah mereka, kasus orang stress, atau bunuh diri sangat rendah disini, ternyata karena gaya hidup mereka yang sangat tergantung dengan Yang Memberi Hidup. Mungkin do'a mereka di setiap obrolan mereka,menjadi penghias bumi kinanah ini, sehingga banyak bencana yang bisa dihindari. Mungkin sepele, sangat lumrah disini berucap "Assalamu'alaikum..", berapa banyak orang saling mendo'akan di jalan untuk keselamatan kawannya, padahal kadang yang diajak salam itu sama sekali tak dikenal, do'a mereka terangkat ke langit.. Belum ditambah dengan mujamalah (basa basinya) yang selalu mengaitkan dengan Robbnya…"Hamdan lillah ..Ya Robb", semoga hatiku selalu bersyukur dengan segala yang ada…
Rutinitas pagi itu menyertaiku, membawa Nurhana pergi ke sekolahnya. Kugandeng dia sambil kadang bercerita, sangat menyenangkan sekali, apalagi kalau anakku mau membalas pertanyaanku atau memberikan topik baru. Aku sering terkagum dengan bapak bapak Mesir yang mengantar anaknya, terlihat lebih cerewet, menyenangkan sekali bila mereka mengajak soal jawab dengan anak anaknya. Balik ke kitanya, sangat jarang sekali seorang ayah mengajak cerita kepada anaknya, pun begitu juga ibunya. Tapi mungkin di negeri kita hal ini sudah biasa, mudah-mudahan. Mungkin karena tipologi diriku yang pendiam, aku harus mendorong diriku sendiri untuk lebih aktif kepada mereka, agar tidak seperti diriku yang pernah mengalami speech delay, begitu juga kedua anakku yang pertama dan yang paling parah yang ke dua. Isa masih menggumam namun saya selalu berdo'a dan mencoba untuk jujur agar dia lebih banyak interaksi dengan lingkungannya, lebih lagi lingkungan Mesir yang tertutup untuk bisa main sepuasnya, tidak seperti di Indonesia yang mempunyai halaman untuk bermain, atau lingkungan keluarga karib kerabat yang dekat. Oh I miss Indonesia.. Hari itu pun saya coba untuk mendorong Nurhana bercerita, anak ke tiga ku ini agak cerewet dibandingkan kakaknya. Bila bertemu dengan orang yang menyapanya dengan Bahasa Arab atau Bahasa Inggris, nalurinya tahu kalau orang tersebut pasti menanyakan namanya. Seperti hari itu, seorang perempuan cantik berkerudung hijau serasi dengan kaos casual dan celana jeans yang dia pakai. Saya lihat orang Mesir terutama perempuannya pandai sekali berdandan. Gadis gadis berseliweran memakai baju dan kerudung model masa kini, rupanya mereka sering mengikuti model juga. "Assalamu'alaikum", sapanya.."Wa'alaikumsalam," jawabku..(Aneh dalam diriku, dia sapa dan menggenggam tanganku, lalu cium pipi kanan kiri, namun akau masih berpikir ini siapa?) "Ana Dukturah (Dr. perempuan, titel yang disandang orang yg sudah selesai S3)"..Di Mesir, level pendidikan memudahkan orang untuk mendapat gelar itu, karena sumbangan pendidikan dari pemerintah banyak sekali, terutama untuk universitas selevel AZHAR, yang mereka punya yayasan sendiri dan badan wakaf yang mempunyai harta dan orang-orang yang penyantun yang banyak. Mesir dikenal sangat bergegas-gegas berlomba-lomba dalam kebaikan amal jariah ini..Orang Indonesia pun merasakannya, 5000 orang Mahasiswa Indonesia di Azhar bersekolah gratis, bahkan diantara mereka banyak yang mendapat beasiswa, dan setiap tahunnya Azhar, tetap menyisihkan ratusan beasiswa untuk orang Indonesia. Kembali ke perempuan tadi..(walaupun sudah bilang begitu keanehan tetap bersinggah di hatiku).."Saya Dukturoh, dan saya orang Sa'id (suatu daerah yg jauh dari Cairo).." saya manggut manggut aja, terlihat dia melempar senyum ke Nurhana dan memegang tangan Nurhana "Allooh Gamilah Awi (cantik sekali), Ismiik eikh (namamu siapa?)" .."Nurhan.." jawab Nurhan."Yaaaah ismu Gamil awi, dah ismiii (Namanya cantik banget, ini nama saya)" "Nurhan Ismii (Nurhan nama saya)". Dalam hati saya, yah biasa orang mesir basa basi, udah cepetan mau ngomong apa, soal e Nurhana dah lambat nich.. "Bussi..(lihat saya, maksudnya dia minta perhatianku). Saya orang Sa'id, terus saya lagi hamil, sakit2an, sampai sakit keras, mau mati saja rasanya, kalau untuk naik mobil kayaknya susah travel jauh, saya tidak punya uang, tolonglah saya, bila suamiku dan kerabatku datang, saya akan bayar uangmu."..Oalaaaaaa, kasihan kamu neng, cantik cantik, ngajak bicara saya hanya untuk itu. Namun dalam hati saya berpikir, kok bisa ya, seorang dukturoh, mestinya terhormat dalam ucapan dan tindakan, berani amat dia minta pertolongan pinjam uang di jalan, dan saya ngga kenal lagi, aneh suatu hal yang ganjil, tapi saya ngga su'udzon hanya mungkin dia berani berbuat begitu karena keadaan, maklum di Mesir harga2 sudah makin menggila, sangat membuat tercekik leher mereka yang tak mampu.. Hanya hanya berucap.." Malisy, mohon maaf saya tak bisa bantu..". Wajahnya sedikit berubah dari sumringah menjadi biasa-biasa aja, lalu berucap " Tab kholas, ya sudah makasih.." Saya berucap makasih pada dia juga, lakin (tapi) pertemuan kami diawali salam sedang perpisahan kami tidak diakhiri salam, karena sang perempuan tadi sudah berjalan lagi menuju ke tujuannya entah kemana..(semoga Allah memudahkan kami neng!) Ya Robbiii.. Mungkin bisa saja saya memberinya sedikit uang, Namun keadaan begitu cepat, dan rasa waspada saya kebetulan begitu tinggi, atau hjangan jangan curiganya yah, namun entah refleks aja saya bersikap seperti itu, ternyata butuh latihan agar hidup tidak penuh dengan beban.. Lain yang ini, lain pula yang akan saya ceritakan ini, satu malam saya sedang bergegas menuju Abu Dzikri, sebuah toko serba ada yang lumayan murah di sekitar apartemen kami. Tiba tiba ada sebuah keluarga menanyakan dimana Rumah Sakit Mustafa Mahmud, tadinya mereka ragu menanyakan pada saya maklum saya ajnabi (orang asing), namun saya coba jawab, sehingga mencairlah keraguan itu. Dan anehnya tidak hanya berhenti disitu, sang istri berkata,"Madame, saya dari Mansuroh (beda kabupaten dgn Cairo), jauh sekali, saya tak punya uang untuk ongkos,.." Kaget saya, namun saya melihat sang suami sangat malu melihat istrinya berbuat begitu, dan mencoba untuk mengajak pergi cepat-cepat istrinya, secara refleks saya keluarga sedikit uang, dan berkata,"Mudah2an ini cukup...". Dia jawab cukup dan mengucapkan terimakasih... Dua hal yang beda bukan? Kejadian yang sama di jalan, sesudah itu, saya lupakan kejadian itu, namun saya teringat lagi ketika si perempuan yang mengaku Dukturoh itu muncul. Semoga hidup ini tanpa beban, sehingga kita pun melakukan aktifitas pun tanpa beban. Biar tanpa beban butuh latihan karena hidup itu selalu diiringi masalah, dan itu yang menjadi hidup itu makin menjadi bermakna.. Semoga hidup kita tanpa beban, Merdeka dengan segala apa yang ada.. Cairo akhir Mei 2008
Saya buka berita ini di Detik http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/05/tgl/04/time/095942/idnews/933535/idkanal/10 Sungguh menyenangkan punya ulama yang mengerti akan kebutuhan umat, ketika saya mempostingkan video ceramah pendalaman beliau di Masjid Indonesia di Cairo (http://ceumimin.multiply.com/video/item/39/Dr._Quraish_Shihab_Menjawab) , saya tidak menyangka, beliau sedang mempersiapkan buku yang mengubah pemikiran umat Islam juga umat yang lain tentang Islam, setidaknya pas sekali dengan kondisi, manakala umat di buat bingung jalan mana yang mereka akan tempuh, Buku nya dibuat 40 ribu copy dan dibuat gratis, untuk dibagikan keseluruh masyarakat yang membutuhkan.. Sebab kata beliau,"Untuk Apa diperjualbelikan?, Kalau diberikan gratis untungnya lebih banyak daripada diperjualbelikan. Memang tertunda keuntungan itu, tapi nanti akan berlipat ganda keuntungan itu di hari kemudian".. Subhanallah, Bismillahi Masya Allah.. Bila anda mau e booknya juga dapat diunduh gratis di http://www.lenterahati.com Mari songsong hari esok dengan lebih baik...
Dua kata yang berbeda bukan.. Tapi anda akan melihat satu action yaitu meminta .. Magrib menjelang tiba, ketika kudengar Azan menggema, selepas itu iqamat pun menyela, para pekerja sudah banyak yang kembali ke rumah bersama keluarga, bercengkrama, sholat berjama'ah dan makan malam bersama. Satu hal yang biasa terjadi, dan merupakan rutinitas yang biasa, hari itu, lagi saya dengar lengkingan orang bernyanyi menyanyikan syair syair lama, atau entah karangan sendiri (karena buta bahasa arab he he he). Dari suara yang tak asing lagi di telinga ku. Yah hanya orang itu yang mempunyai suara berat dan melengking. Siapa kah dia?? Beberapa tahun yang lalu saya kenal si Bapak ini, dia adalah berprofesi sebagai penyapu jalan yang berbaju hijau. Dulu sebelum Mesir menerapkan swastanisasi perusahaan kebersihan, seragam Ijo lah yang merajai jalanan utnuk membersihkan jalan-jalan dari sampah dan kotoran yang menggunung sudah bila tidak disapu. Sementara yang mengambil sampah ada sendiri si pemungut sampah yang kita bayar per bulannya, sementara untuk penyapu jalan ini, hanya pemerintah yang bayar. Entah kenapa karena gaji kecil atau merupakan kebiasaan, suatu kali saya melihat si bapak ini mengucapkan kata2 barakah kepada setiap yang jalan, alhasil para pejalan kaki pun mengeluarkan sekeping atau selembar uang kepada si bapak ini. Saya tadinya tidak mempedulikannya, artinya tidak menganggap suatu hal yang aneh, karena kebiasaan para penderma lebih suka memberi kepada penyapu jalan dari pada peminta minta. Namun mulai terasa keanehannya ketika si bapak ini mulai berani mengetok pintu rumah saya untuk minta sekedar uang katanya untuk penyapu jalan. , saya berpikir kok aneh mestinya dia sudah dapat gaji dari pemerintah, dan bila pegawai pemerintah maka suatu hal yang aib untuk mengetok pintu rumah minta gaji tambahan. Bayangkan jika dikali satu Imarahku aja berapa. Ditambah Imarah-imarah (bangunan) yang lain..Banyak dong.. Sekalinya saya beri, ke dua kali dan sampai akhirnya saya ambil keputusan untuk tidak memberi, dan tidak asal buka pintu, takut nanti yang masuk penjahat. Hal ini diwanti wanti temanku yang bersuamikan orang Egypt untuk tidak sekali kali membukakan pintu sembarang orang. Maklum di Egypt ini rawan juga, kejahatan memang selalu ada di setiap sela. Lha setannya banyak he he he Kembali ke bapak tadi, setelah tidak ku beri, ternyata dia tetap di daerah mangkalnya di persimpangan jalan, dan mengejar jalanku untuk meminta minta.. ..Saya jadi risih, akhirnya kukasih, eh besoknya begitu lagi, Ya Allah sedih rasanya dengan mental yang seperti itu.Dia tidak bekerja seperti kawannya yang lain, saya lihat dia hanya memegang sapu lalu berjalan mendekati orang sambil mengucapkan kata kata barakah (mendo'akan), setelah dapat uang dia berjalan lagi mendekati orang sambil menegadah tangan. Setelah Swatanisasi perusahaan kebersihan, bergantilah pekerja yang hijau menjadi berbaju orange, terlihat sangat profesional kerjanya, dalam artian mereka diawasi oleh mandor, sehingga tidak seenaknya bekerja. Hal itu membuat saya senang, karena jalan bersih terus, dan pekerjanya sangat banyak, juga ada pengambil sampah di Imarah. Nah yang seperti ini membuat berang si pengambil sampah biasanya, karena seakan memotong rejekinya dia, hampir terjadi saling rebutan sampah, yang berakhir dengan pertengkaran, tak ayal kita sebagai pembuang sampah jadi bingung dan merasa bersalah kepada tukang ambil sampah sebelumnya, namun kita sudah dipotong untuk kebersihan jalan dan sampah di rekening listrik kita..Wah puyeng juga dah.. Tak berapa lama, akhirnya yang menang si tukang ambil sampah yang dulu. mungkin di setiap Imarah di begitukan, petugas berbaju orange ngga enak hati juga, dan makin menghilang, bersamaan dengan gajinya yang tak jelas mungkin. Ketika pergantian perusahaan itu, rupanya si Bapak ini tak hilang akal pula, dia menyewa baju orange dan memegang sapu lagi sambil mengucapkan kata barakah kepada setiap pejalan . Arrrrrrrrrrggggggggggggh, cape saya lihatnya..inilah mental peminta minta.. Mungkin karena ada mandor yang ngawasi dan yang beri makin sedikit, dia banting setir, jadi penjual jeruk lemon, yang biasa di pakai di banyak rumah tangga Mesir untuk segala makanan sampai teh pun di beri lemon terasa segar rasanya. Tak hilang akal rupanya dia, sambil mendekati setiap pejalan dia tawarkan lemon juga disuguhi kata kata barakah agar orang berbaik hati untuk mengeluarkan uangnya. Saya pun disodorinya, namun jarang saya kasih, karena kebiasaan itu tak baik..(Aku sudah tahu sifatmu, dalam hatiku) Sampai larut malam dia jajakan lemon, dan bila malam dia pun bernyanyi menyanyikan syair syair..Seperti hari ini... Akh bapak peminta minta.. Andai anda tahu masih banyak pekerjaan yang baik. Bukankah ragamu sehat mestinya jiwa mu sehat pula. Mampu untuk berbuat sesuatu yang lebih baik dari sekedar meminta minta..
Seperti biasanya, diawal tahun pertama pelajaran dimulai, sering kita melihat orang orang di jalan atau di tempat manapun juga selalu dibicarakan tentang sekolah anak anak mereka. Mungkin tak asing lagi pembicaraan yang berkisar hal yang sepele misalnya alat tulis dari penghapus sampai buku gambar, juga baju seragam, sampai ke hal yang sangat prinsip, yaitu memilihkan anak anak mereka sekolah yang cocok untuk orang tua juga untuk anak anak mereka. Cocok dengan orang tua bukan hanya uangnya saja tetapi sesuai dengan apa yang menjadi acuan orang tua untuk anaknya kelak, demikian juga buat si anak, mereka merasa cocok dengan sekolahanya baik dengan teman, guru, maupun kurikulum yang dibuat oleh sekolah tersebut. Itu pun terjadi pada diri saya, tapi entahlah karena gaya hidup saya yang monoton barangkali (ngaku diri nich). Dag dig dug nya mungkin tidak sekeras mereka yang mencari cari sekolah yang cocok untuk anaknya, bahkan saya punya tetangga India dulu, memindahkan anaknya semua dari satu sekolah karena keterbatasan biaya. Sekolah itu bagus, hanya sayang sudah mulai naik biayanya sehingga si Baba harus memutar otak untuk memindahkan ke sekolah lain dengan biaya yang murah namun bagus pendidikannya. Begitu juga dengan salah satu tetanggaku yang lain, hampir di setiap tahun, dia mencari cari sekolah yang cocok untuk anaknya, setelah cocok dengan pendidikan anaknya, dan sreg, dia merancangkan masa depan anaknya pun tenang. Ini hanya sekedar pilihan..Namun ternyata berkembang membentuk si anak itu sendiri bagaimana nantinya. Saya punya pengalaman sedikit, setiap bubaran sekolah tuh, saya sering iseng perhatikan anak anak Mesir yang pulang sekolah ada yang jalan kaki, ada yang naik mobil jemputan, ada yang naik taksi , juga ada yang naik mobil pribadi.. Kasihan sekali, beban tas mereka berat sepertinya, bergunung di kap Taksi, ngga takut ada yang muncul keluar terus jatuh, saking banyaknya tas, dan tentu dengan isi buku bacaan wajibnya yg tebel-tebel setebel Kitab Undang Undang dengan penjelasannya. Bisa dibanyakan berapa orang jiwa dalam taksi itu, Woooooooow ternyata bukan hanya 4 orang seperi ketentuan taksi (4 Rukib bas) tapi Masya Allah tuh taksi bisa ngangkut 14 nyawa lebih barangkali.!!?? Kulihat yang duduk berpeluh karena dia menopang penumpang lain di pahanya, demikian pula yang terjadi sebelahnya. Kasihan kamu nak…Belum lagi kalau dah rame, (duh sopir taksi itu mungkin dah kleyeng2 kalo ngga sabar yah), dan serunya lagi kalau antar sekolah ada yang kesiangan, udah dah jadi omelan yang lain… Ini cerita yang memakai taksi…Kalau yang pake bis lain lagi..ketinggalan ya sudah tinggal, kan rugi harus antar sendiri…(karena pernah lihat tetangga yang anaknya kesiangan kepaksa dia sendiri yang antar). Belum kalau cari kitab, buku tulis dan seragam……. Bila kita sempat ke Tauhid wa Nuur (bukan promosi lho) di hari sebelum hari pertama masuk sekolah, jangan harap mendapat pelayanan cepat, karena saking banyaknya konsumen yang membeli. Bismillahi Masya Allah memang Tauhid wa Nuur itu memang untuk kelas menengah tapi yang kelas bawah pun bisa terjangkau, dan harga yang bersahabat serta kualitas nya bagus.. Berbicara masalah ini, ternyata merupakan menu utama di setiap Rumah Tangga, juga institusi keluarga. Mau kemana anak kita? Mau jadi apa anak kita? Sudah menjadi hidangan yang tak pernah aus, selama kehidupan keluarga itu ada. Sangat sayang sebagian orang mengabaikan masalah ini, karena bagaimana pun juga anak adalah cerminan dari pribadi kita, sesempurnanya orang makin dikatakan sempurna bila mempunyai keturunan yang baik, bukankah itu yang selalu kita panjatkan di hadapan Ilahi. Anak yang menjadi penyejuk hati, cahaya kedua mata kita. Saya kutipkan sebuah wacana dari orang tua yang sedang memikirkan sekolah anaknya.: "… apakah harapan orangtua agar anaknya ‘ sukses” dalam hidup dapat terwujud ? Meski kata ‘ sukses” tiap orangtua berbeda penafsiran.. “ Sukses” dalam realita hidup sebenarnya sederhana : selamat dalam mengarungi hidup. Tidak jadi criminal, pecandu, koruptor dan lebel sampah masyarakat lainnya. Bagaiman adengan sukses financial ? Penelitian DR William Danko dan DR Thomas Stanley mengenai 638 milyuner di Amerika Serikat, kesuksesan financial mereka bukan berasal dari kemampuan akademis. Mereka rata-rata bukan siswa dengan nilai A. namun , mereka merasakan manfaat besekolah dan banyak belajar didalamnya, bukan pada mata inti pelajaran akademis, tapi mengenai bagaimana berdisiplin dan memiliki keteguhan hati. Selanjutnya DR Danko & Stanley mencatat bahwa pada kelompok miliuner yang agak “ kurang cerdas” ( nilai SAT kurang dari 1000) : 72% memngatakan bahwa kesuksesan financial mereka disebabkan karena perjuangan untuk menghilangkan cap “ rata-rata atau kurang mampu “ . 93% mengatakan kerja keras lebih penting dari bakat intelektual tinggi dalam mencapai cita-cita. Sebagian besar, merasa yang penting dari sekolah adalah mengajari untuk mengalokasikan waktu dan membuat penilaian akurat mengenai orang. Sebagian besar para miliuner itu juga menyekolahkan anak-anaknya di sekolah negeri yang murah. ( sementara, kelas menengah yang jauh kurang mampu dari mereka menyekolahkan anak-anaknya di sekolah swasta uang mahal). Jadi yang perlu diperoleh dari sekolah bukan sebatas kepandaian akademis, namun gemblengan mental untuk disiplin, ulet dan kerja keras. Dan sekolah favorit belum tentu menyediakan ‘ kurikulum “ mental seperti itu yang lebih baik."(Dilema Memilih Sekolah Oleh Marzuki Umar Saabah, newsletter donator DD Republika edisi rabi’ulawwal 1429 H) Saya menyadari diri bahwa saya pun dulu sekolah di SDN di kampung yang jauh dari fasilitas mewah, malah belajar jadi sangat menyenangkan ketika banyak praktek ketrampilan yang mungkin sudah biasa dilakukan oleh orang tua kami, kami praktekkan pula yaitu BERTANI!! Sungguh suatu pengalaman yang sangat menakjubkan ketika kami menanam padi, dari mulai pembukaan tanah sampai menyemai, memupuk, membersihkan rumput, dan memanennya!! Begitu juga ketika diajari menanam kelapa, sungguh ajaib melihat kelapa yang kami tanam bersama guru kami menjadi besar dan tinggi, walau pun ketika kami tinggalkan bersama sekolah kami tercinta, kelapa itu belum berbuah. Suatu kali saya main ke sekolahan kami, bertemu dengan para guru dan anak anak, dengan kondisi sungguh menyedihkan berbeda dengan tahun 1970 an ketika kami di sekolah itu, ruangan banyak yang rusak, genteng banyak yang bocor, dan bangku serta meja sudah berkurang. Saya menangis mengenangnya, karena tahun 1978, SDN kami baru berdiri, diberikan bangku dan meja yang bagus juga guru guru yang terbaik sepanjang hayat kami…Tapi kini, guru-guru dengan gaji yang kurang, terlihat masih menarik becanya. Dan sebagian guru yang lain masih mengajar di sekolah sore untuk tambahan… Saya bersyukur walau pun dari sekolah yang minim fasilitas tapi ternyata bisa sampai di perguruan tinggi negeri pula he he. Dan mampu bersaing dengan yang lain bersama anak Jakarta kuliah bersama dan menjadi teman baik.. Jadi teringat sentuhan nasehat dari seorang senior Bpk Prof Dr Otto Soemarwoto (Alm), ketika pak Otto mengeluh kondisi fasilitas praktikum di negeri kita, senior Pak Otto berucap,"Saudara Otto, kami menyekolahkan anda untuk bekerja keras, bukan untuk mengeluh!!" Semenjak itu beliau tidak pernah mengeluh. Dari semua itu, seberapa pun fasilitas yang kita punya, tenyata yang paling menentukan adalah bagaimana kita memanfaatkan dan menjadikan lebih bermanfaat untuk diri kita dan anak anak kita, saya merenung dan mengembalikan pandangan diri kita, andai diri kita meninggal suatu saat, jadikan anak anak kita siap untuk mengahadapi hidup, jangan sampai mereka menjadi beban orang lain bahkan harus berguna untuk orang lain. (Wah Speechless dah kalau cerita ini, karena ketidaksiapan diri). Kita berharap dan berharap, dan kita yakin Allah SWT bersama kita dan keluarga kita untuk menjaga diri kita semua. Mau kemanakah dikau pergi anakku.. Ku Tahu Allah SWT bersamamu.. Maka ikutilah perintah Nya.. Jauhi larangan Nya.. Pandanglah, bahwa Allah SWT menatapmu.. Memeliharamu, menjagamu, menghampirimu. Di setiap nafasmu. Tak Akan lepas dari penghidaranmu.. Cairo, 17 April 2008.
"ROFIE: RALAT : HADIRILAH......!!! SARASEHAN bersama KRU film ketika cinta bertasbih di antaranya :Habiburrahman el_shiroji (penulis novel), khoirul umam (sutradara) dkk,dan juga kru cek & ricek,gospot,dan media2 ternama lainnya . hari ini 16 April 2008 jam 18 : 30 di wisma nusantara.."  Begitu lihat di YM, kaget juga, perasaan baru kemarin Mas Habib Datang, sekarang dah muncul lagi di Mesir untuk ngawal filmnya yg ke 2.. Alhamdulillahnya setelah saya lihat, sutradaranya Chaerul Umam, yang dulu pernah disaranin ama Ustadz Ahmad Sarwat, kalau mau buat Film tentang mesir, kudu nginap dulu di Mesir sekitar 2 bulanan gitu.. Setelah lepas baca YM tuh, dtg lagi bertubi dgn pesan yang sama dari orang yg lain..he he he.. Anyway, pas lihat fenomena tuh, rupanya, makin berharap orang Indonesia melihat Mesirnya lebih dekat lagi, tentu bukan karena Booming Film Ayat Ayat Cintanya saja..Secara pribadi dan mungkin kawan kawan Azhar yang kecewa dgn AAC, berharap Film Ketika Cinta Bertasbih lebih mewakili dibanding Ayat Ayat Cinta, karena Sorry..banget banget sorry sepertinya jiwa Novelnya ilang n tentu Jiwa Mesirnya ngga ada... (Padahal belum lihat filnya..hiks)..Hanya lihat trailer, n seupil AAC di youtube, itu pun ngga diterusin, malessssssssssssss... , Karena ya itu di You tube kan bajakan n pas lihat awalnya aja banyak penyimpangan apalagi ditambah komentar mereka yang lihat sampai khatam.. Udah akh, saya cuman mengucapkan "Selamat Datang di Mesir, dan Selamat Survey moga lama, dan semoga sesuai dgn Novelnya, nanti kalau jadi filmnya n settingnya kalau bisa di Mesir... "
Tumben ada yang datang ngga telpon dulu,..eh pas ditanya, "Sendirian aja dek?"jawabnya,"Ngga teh, barengan kawan, tapi saya suruh duluan,.."..Lhoo, biasalah bingungnya hatiku, bila di lemari es ngga ada apa-apa. Maklumlah, mereka jauh dari kampung sepuluh (Hay 'asyir) yang lumayan ditempuh se jam lebih apalagi kalau macet. Kan kasihan kalau ngga dikasih apa-apa.. Mulailah mencari apa yang bisa dimasak, karena sayang tahu tempe tidak tersentuh, hanya itu, moga menjadi hidangan pengenyang perut mereka..Ditunggu, ditelpon juga, meuni nyeri beuheung sosongeteun ngatosannana (sampai sakit leher nugguinnya), karena lama mereka tak datang, begitu juga si Adek yang duluan datang, ngga enak hati, bolak balik nanyain juga sampai dimana mereka.. Akhirnya datanglah mereka, "Assalamu'alaikum ..", "Wa'alaikumsalam, na kamu teh kemana aja.." Dan bla bla, dari mulut ini meluncur pertanyaan-pertanyaaan.."Punten teh, macet lama banget jalannya mobilnya, apalagi di daerah Abbas Saqad..", mereka menjawab lirih..Terkejut bukan karena kedatangan mereka yang bukan hanya satu dua, tapi dengan apa yang mereka bawa,... "Dek, apa ini kok bawa bawa segala," "Itu teh, tadinya mah mau beli kue tart yang gede, tapi ngga ketemu, akhirnya ya beli itu saja, untuk hadiah ulang tahun Yahya.." Gubraaaaaaaaks, lemes diriku mendengarnya dan melihat setelah apa yang dibuka adalah beberapa kue Gatho (Slice cake) yang di rias cantik, dan ku tahu belinya jauh di sana di daerah Abbas Saqad..Mereka membawanya dengan kasih sayang dan diupayakan banget untuk mendapat yang gede, namun adanya yang itu ya di beli saja, dan karena macet....kue itu yang mestinya tetap dalam suhu dingin, akhirnya meleleh semeleleh hati ini, berembun mata ini ... Aduh adek adekku .. , makasih banget atas semuanya..Sungguh kami tidak bisa membalas perhatian kalian, banyaknya kami yang selalu merepotkan kalian, diujung do'a sholat kami, selalu menyertakan untuk kalian..karena kami tidak bisa memberikan apa apa hanya do'a yang bisa berikan.. Disetiap kasih sayang itu datang, selalu besertanya "Sapaan Allah", Aku yang kurang perhatian, kurang bisa memberi, kurang mampu menilai, hanya dari fisik saja, tidak dari kedekatan hati, ternyata dan ternyata mereka peka sekali, mungkin ada beberapa tingkah dan kata yang begitu membuat aku jatuh hati terhadap kalian, aku sebut itu "Sapaan Allah", sebab dari itu, banyak orang berharap aku lebih dari yang aku miliki sekarang... Ups, sorry beraku aku (karena memang ego yang ada didiri ini).. Baru saja adek mahasiswa datang ke rumahku, dia bilang, "Mbak, jangan beri aku ongkos, karena aku barusan dari Baitul Zakat..!!" ..(Selorohan itu pernah ku jawab"Dek, kalo baru dapat beasiswa dari Baitul Zakat traktir aku yah!!") eh bener, ketika aku pesan beberapa porsi Baso, tekwan dan mpek mpek,..Dia bilang, "Ngga usah diganti mbak Mimin, itung2 aku traktir keluarga Mbak Mimin.." ..Dengan tidak mengurangi rasa hormatku pada dia, aku terima traktirannya dia, sambil berkata, "Tapi jangan sering sering ya dek!!".. Ada lagi, seorang adek Mahasisiwi yang berkata,.."Teh, Abdi mah teu gaduh anu caket anu kawit ti lembur abdi, nya atuh abdi mah ngiring ka rerencangan Cirebon, mugia diangken dulur ku teteh..!!" (Teh, saya tuh ngga punya yang dekat berasal dari daerah saya makanya ikut teman2 Cirebon, semoga teteh menganggap saya saudara..!!" Aduh geulis, yap kadieu dirawu ku teteh ( aduh cantik, kesini, dipeluk sama teteh) .. Adek2ku kalian memang penyapa untuk dekat dengan Nya..
"Janganlah Merasa Terhina" Cairo di pertengahan tahun 1999. Seperti biasanya seorang adek Mahasiswa Azhar datang bersilaturrahim ke rumahku. Dia bercerita, tadi ketika dia main ke Makram 'Abid, sambil menuggu bis lewat, rupanya dia mendengar percakapan dua orang remaja tanggung, dengan membawa tas kresek yang berisi sepatu dan baju yang baru saja mereka beli. Dengan saling memperlihatkan apa yang mereka beli kepada temannya, salah satu dari mereka berkata, " Saya senang membeli barang di Tauhid Wa Nur, karena harganya murah, terjangkau oleh kalangan bawah!!", Hal ini ditimpali pula oleh temannya, "Bukan hanya murah, namun barang nya pun kwalitasnya cukup memuaskan!!".. Adek mahasiswa itu dengan mimik dan mata yang berbinar berkata, " Saya senang dengan keberadaan toko semisal Tauhid Wa Nur yang beda dengan yang lain, mengusung nama Islam, tak malu memperdengarkan Ayat Suci Al Qur'an sepanjang terbukanya pintu toko tersebut. Dan tak malu pula menjadi pioneer toko muslim. Konon katanya keberadaan toko tersebut yang sudah merambah ke seluruh pelosok Mesir, menjadi saingan dari toko yang dimiliki oleh pemerintah. Walau pun harga dari toko pemerintah sudah murah, namun Tauhid Wa Nur bisa menekan lebih banyak lagi dan disenangi oleh lapisan menengah ke bawah." Aku terpekur mendengarnya. Apakah mungkin ada di Indonesia yang notabene penduduk muslimnya terbesar diseluruh dunia.?? Sekilas teringat Firman Allah SWT : wur (#qãZÎgs? Ÿwur (#qçRt“øtrB ãNçFRr&ur tböqn=ôãF{$# bÎ) OçGYä. tûüÏZÏB÷s•B ÇÊÌÒÈ 139. Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (QS Ali Imran 139 ) Keberadaan Ekonomi Islam Sangatlah Urgent, Karena mana bisa kita diperhatikan orang kalau ekonomi kita tak kuat!! Mengupas zaman dahulu, ketika Syarikat Dagang Islam mendirikan partainya, apa yang melatarbelakanginya adalah karena bentukan mental aqidah kuat yang memang ingin berekonomi tapi berekonomi secara Islam. Kalau ber Islam maka seluruh yang kita lakukan pun harus memakai cara yang diajarkan agama ini. Tidak asal hantam kromo, atau separuh separuh kita pakai. Kalau kita berbuat apa yang tidak kita mampu, mesti kita rasakan dosa, karena Iman di dada katakan itu. Apalagi bila kita kerjakan dosa, rasa hina ada di rasa, takut akan ancaman Allah SWT pada kita, karena taqwa yang menyerta. Sebaliknya rasa senang terasa ketika berbuat baik, karena Ihsan di dada, Allah SWT tahu semua yang diperbuat, maka timbangan baik akan ada di akherat, terasa begitu nikmat. Bagaimana kita berpikir masalah akherat, bila perut kita memanggil manggil makanan sehat?? Bagaimana kita berpikir sehat, manakala anak-anak kita berteriak sekarat. Ada kaya ada miskin ditebarkan di bumi ini untuk saling berbagi. Maka panggilan untuk berekonomi Islam adalah suatu hal yang penting, karena bila kita cukup,maka belajar pun senang, rumah tangga pun tentram, keluarga pun penuh kasih sayang, masyarakat pun aman, Negara pun damai. Sebentar lagi PEMILU.. Bagaimana kita bisa berpolitik yang bagus, bila rakyat masih belum terurus, akhirnya tujuan politik pun tergerus, siapa yang kaya dialah yang akan menjadi penerus… Terkadang pemerintah pun sangat tidak berpihak, pada kaum lemah yang sepertinya tidak punya hak. Padahal hak mereka untuk mendapatkan Zakat, dari orang orang yang berekonomi kuat. Sembilan tahun telah berlalu, aku susuri sare' Sudan (Jalan Sudan) dengan ke tiga anakku. Aku bilang mau ke Tauhid Wa Nur, anakku berkata:"Mau apa Ma? Mau beli Vacuum Cleaner yah??" Dia rupanya tahu kalau mamanya lagi pusing karena vacuum cleanernya rusak. "Nggak Nak, cuman mau lihat lihat aja, harganya berapa?" Whualah yang gini ini ibu ngga ada kerjaan cuman lihat lihat doang.!! Coba ke lantai satu, lihat sepatu lucu, pink, dengan hiasan hurup "M". Akhirnya tertarik lalu beli untuk anak perempuanku. Ku bilang:" Nak, ini bagus, ada huruf M nya, lucuu…" Anakkau menjawab,:"Lucuu yah, seperti Mc Donald"..Haaah..Oh Oh kok nyambungnya Mc Donald, ya sudah..Padahal lagi berusaha untuk menghindari restoran cepat saji itu yang katanya berapa persen keuntungannya untuk Negara Israel. Ngeri bayangin peluru peluru mereka bersarang di bayi bayi juga orang orang Palestina yang notabene adalah mereka yang terhina terjajah, tanah air mereka dirampas dengan kekuasaan zalim Israel. Sembilan tahun sudah berlalu tentang cerita adek mahasiwa itu, namun hari itu, keesokan harinya, ketika anakku memakai sepatu barunya yang bertitel "M" untuk sekolah, kurasakan mata ini berembun.. Setelah semalaman dia tak mau lepas dengan sepatu barunya itu, di pagi hari kuturuni tangga, kupegang tangannya untuk berjalan, terlihat agak kaku dia berjalan, "Nak, sakit yah kakinya?, kalau sakit lepas aja, ganti yah!" Dia langsung menjawab,:"Ngggaaa, sepatunya bagus, ngga sakit, ..Mc Donald aja..!!!"..Begitu sepanjang jalan.. manakala dia berjalan seperti kaku, kutanya sakit ngga? Langsung dia jawab begitu… Ya Allah Nak..Sepatumu murah, namun kuazamkan diri ini untuk memilihkan di tempat punya orang muslim, punya saudara kita, dada ini sesak mengingat firman Mu.. "Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.".. Cairo, 17 Maret 2008 Terimakasih Musyaffa Kholil, untuk sebuah cerita yang bagus . Nb: sepatunya dah letek keseringan di pake..
Orang yang mu'min itu ketika dia marah, selalu memberi ma'af. Imam Syafei berkata,:"Orang yang dimarahi terus ngga marah , maka dia itu keledai (himar)." Marah yang bagaimana?? Menurut Yusuf Al Qorodhowi : Yang diejek agamanya, tempat ibadahnya, diinjak-injak ajarannya terus dia ngga marah maka dia adalah mayit... Bila kita disinggung dalam masalah remeh hal itu bisa dima'afkan, namun ketika masalah prinsip tak ada ma'af dan kita wajib untuk membela diri. Bershodaqoh dengan harga diri maka itu boleh, artinya ketika harga diri anda dilecehkan, terus anda tidak memberikan perlawanan, maka itu bisa dicatat shodaqoh.. Orang Islam perlu mema'afkan dengan 2 kondisi, Dia kita ma'afkan jika dengan kita ma'afkan dia mau tahu diri..Bila tidak (maksudnya malah tidak tahu diri) maka kita boleh lakukan perlawanan.. Dan bila marah pun harus setimpal, tidak boleh sampai melampaui batas, nah yang seperti ini susah banget. Makanya menahan amarah itu maha berat, bukan suatu yang ringan. Sifat yang mendalam dari seorang muslim adalah Sa'jiah yaitu mudah mema'afkan.. Marah karena Allah itu yang mendapat pahala..Bukan berati orang Muslim harus keras dan sangar lho... Satu kasus ketika Eropa sangat membenci Islam, apa yang dilakukan oleh seorang Pendakwah Muda sekelas Amr Kholid. Beliau begitu apik menyelesaikan masalah ini. Bukan berarti diam atau marah secara frontal, tapi yang dilakukannya adalah mengajak Dialog, karena bisa jadi mereka seperti itu karena mereka tidak tahu apa yang ada dalam Islam. Maka diselenggarakanlah seminar, dengan mengundang beberapa organisasi untuk bertatap muka, selesai seminar, masih ada follow up setiap meja disediakan 1 orang pemuda Islam untuk 5 orang menjawab semua pertanyaan yang berkenaan dengan Islam yang dilontarkan mereka, dan setiap 3 bulan sekali ada misi, juga 2000 buku perpustakaan berjalan... Ada pesan dari Allah SWT, :" ...dan apabila mereka marah mereka memberi ma'af" (Asy syuura 37). Ini adalah sikap mental jiwa seorang muslim apabila marah maka mereka memberi ma'af. Maka kita diperintahkan pula untuk tidak boleh membuat jiwa orang lain tertekan, Allah perintah kan untuk jangan buat marah orang.. Marah mendapat pahala, dicontohkan oleh prilaku Sayyidina Rasulullah SAW, ketika datang orang yang punya ide untuk mengubah hukuman seorang pencuri, karena kebetulan yang mencuri adalah seorang penggede, maka bergegaslah Rasulullah SAW ke atas mimbar sambil berkata,:" Andaikan putriku Fatimah mencuri, maka akan di potong tangannya.." Apabila kita sudah ma'afkan orang bukan berarti kita Ridho dengan kedholiman, bisa sabar dengan kedholiman itu butuh waktu. Maka berlatihlah untuk jangan mudah menuduh orang, refferensikan langsung ke orangnya, bila sudah tahu ada keaiban yang dimiliki oleh teman kita maka tutupilah, karena itu amanah dari Allah SWT, orang yang menutupi aibnya orang maka Allah SWT akan menutupi aibnya nanti di akherat... Ya Robb, semoga aku selalu berada di Jalan Mu...
Urusan urusan saudaramu itu letakkan (anggap) pada suatu titik yang terbaik..Jangan menyangka-nyangka sesuatu kalimat yang jelek padahal itu masih ditafsirkan yang lain..Barangsiapa yang kecewa terhadap sesuatu, sesungguhnya itu berasal dari kesalahan diri kita..Barang siapa yang mengetahui menyimpan aib kawannya, sebenarnya itu adalah amanat yang dititipkan oleh Alloh SWT... Shodaqollohu wa shodaqo rosulullah sholawlohu 'alaihi wa salam..
Kehadiran Pendidikan yang Mengusung Akhlak Anak Bangsa sangat Urgent, maka hal itu yang menjadi PR bagi kita semua selaku pemerhati umat, pelaku dalam kehidupan ini, mempunyai generasi yang mesti diselamatkan. Kata kawan saya, "Jangan munafik, ngomongin orang lain aja, lihat borok di umat Islam sendiri, banyak yang mengusung nama Islam namun bejat,!!", sengaja replay dia tidak saya delete, karena apa? Dia begitu perhatian terhadap yang sekecil itu, ketika kita bicara akhlak umat Islam di Indonesia yang tergerus oleh budaya bangsa lain, dia menuturkan hal yang mestinya pedih untuk kita, namun itulah kenyataan. Lalu bagaimana kita?? Itulah PR kita ngga hanya sekedar ngomong aja tentang ini jelak namun tidak ada rekasi bagaimana untuk merubahnya. Hendaknya kita berusaha untuk memunculkan usaha bukan sekedar ide untuk bangsa ini. Saya kupaskan sedikit yang saya alami, dan sekarang masih dijalani oleh kawan kawan seperjuangan kita di Indonesia untuk menyelamatkan bangsa ini. Saya tidak ikut serta berperan lagi, setidaknya bagi yang lain bisa dijadikan kekuatan untuk membangun akhlak bangsa ini yang lebih baik lagi.. Beberapa tahun belakangan ini kita mengenal Lembaga Pendidikan Islam Terpadu. Banyak orang yang mempertanyakan mau dibawa ke mana anak anak yang memasuki pendidikan yang seperti itu? Bukan suatu hal yang mengherankan memang, ketika masa tahun 1990 an , masa pentarbiyahan mulai diusung dari muali anak anak kecil yang mempelajari Al Qur'an secara cepat dan lancar juga benar, yang kita kenal dengan lembaga TPA. Kemunculan itu tidak lepas dari jasa para pendahulu kita, yang berusaha untuk mengenalkan kepada anak anak dengan kitab sucinya secara cepat, tidak mengikuti metode otang tua kita zaman dulu yang berasa lama dan membosankan. Dengan diberi pendidikan sambil bermain dan bernyanyi merupakan metode tepat yang bisa diajakan kepada anak anak.. Saya ingat dahulu bersama teman teman KPAQ (Kelompok Pengajian Al Qur'an) Yogyakarta , mulai merintis pemahaman untuk mengenalkan Al Qur'an, yang tentu ini tidak sekedar bisa baca namun faham, karena ketidakinginan kita ketika Al Qur'an hanya sekedar wirid wirid atau jampi jampi yang tidak berjiwa dalam kehidupan keseharian mereka. Sungguh alot mengenalkan metoda ini kepada anak anak apalagi kepada masyarakat. Setiap bacaan dan hafalan berusaha direflesikan dalam kehidupan keseharian mereka, dengan cara diskusi yang sunguh seru, karena ternyata masyarakat sudah anggap biasa hal tersebut. Bahas TV, Bahas Film, Bahas dukun, Bahas Klenik2, ternyata anak2 pun terimbas akan pemahaman dari ayah bundanya, bahwa itu boleh, ini tidak apa apa, waduh mau dibawa kemana aqidah mereka kalau begini... Saya melihat sendiri bagaimana kawan kawan seperjuangan membahas kurikulum yang mau dipakai dalam TPA (Taman Pendidikan Al Qur'an) sementara cabang kami yang di Gembong asuhan Pak Abdul Kholik dan Bu Yanti memakai TPQ (Taman Pendidikan Qur'an) karena disamping mereka berdiri pula TPA (Taman Pendidikan Al Kitab). Kawan kawan saya yang punya basic kuliah IKIP YOGYAKARTA sangat trampil untuk membuat kurikulum sehingga dibuat fleksibel sekaligus dengan uraian dan target pencapaian yang diharapkan..Itupun dikerjakan sangat alot, dan sering berubah ubah, karena prinsip kami kurikulum selalu berubah sesuai dengan tuntutan zaman. Itu dulu... Sekarang sudah menjadi lembaga pendidikan yang diberi nama Lembaga Pendidikan Islam Terpadu Bina Anak Sholeh, suatu lembaga yang sudah lama berdirinya, dan sekarang sudah mempunyai cabang yang banyak di berbagai daerah, karena keterkaitan kami dengan pengajian Tafsir yang diadakan untuk memahami Al Qur'an dan merefleksikannya dalam kehidupan sehari hari. Setelah awal pembentukan Toko Swalayan Muslim ASSHIROT, lalu Bank syariah pun di buat untuk mengembangkan ekonomi Islam, maka dibidang pendidikan pun, PG (Play Group). TKIT (Taman Kanak kanank Islam Terpadu), SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu), SMPIT (Sekolah Menengah Islam Terpadu) dan baru tahun kemarin Maret 2007 mempunyai SMAIT yang masih difocuskan di PATI sebagai pusat dari kegiatan, seiring pula dengan pembangunan Pesantren Muwwahid, suatu perjalanan yang masih panjang karena target adalah tahun 2030, kita memiliki generasi Islam yang berwawasan Internasional.. Maka LPIT Bina Anak Sholeh pun mengusung pesan SIBI (SEKOLAH ISLAM BERWAWASAN INTERNASIONAL) Penekanan Aqidah sangat diutamakan, karena dengan aqidah yang lurus maka jalan ke arah surga akan bisa kita raih. Perjalanan masih panjang, maka dukungan dari berbagai pihak pun sangat dibutuhkan. Maka LPIT ini pun bergabung dengan masyarakat menerima shodaqoh, infaq dan zakat untuk disalurkan sebagaimana mestinya. Dan seperti kemarin saya berkunjung ke rumah Ibu Lilik Indriati, Direktur LPIT Yogya, "Semua ini karena bermainnya Tangan Allah SWT, karena kalau bukan atas kekuasaan Nya, semua apa yang kita jalankan tidak akan bisa diraih.. Ada beberapa cabang LPIT BINA ANAK SHOLEH, yang mungkin berguna bagi anda: 1. Yogya PGIT/TKIT/SDIT/SMPIT Bina Anak Sholeh, Jln. Sisingamangaraja 69 telp 0274-388422 Fax 0274-374773 2. Pati PGTIT/TKIT/MIT/SMPIT/ Ya Ummi Fatimah, Jln. Diponegoro 155 telp. 0295-5505500 3. Klaten PGIT/TKIT/SDIT Bina Anka Sholeh Jln. Melati 18 Mlijon Klaten Telp 0272-322361 4. Gombong PGIT/TKIT/SDIT Ath Thoriq Jln. Wilis 13 Wero Telp. 0287-473192 5. Cilacap PGIT/TKIT/SDIT Bina Anak Sholeh Jln Masjid S telp. 0282-531911 6. Cilacap PGIT/TKIT/SDIT As Sakinah jln. Bisma 50 Telp. 0282-548005 7. Tegal PGIT/TKIT/SDIT Bina Anak Sholeh Jln. Dadali 12 telp. 0283-3307092 8. Merger Magelang Temanggung PGIT/TKIT/SDIT Bina Anak Sholeh Jln. Sunan Kalijaga 13 Karet telp. 0293-362036 9. Semarang PGIT/TKIT Bina Anak Sholeh Jln Wahyu Temurun X Blok B Perum Tlogosari Telp. 024-6724838 10. Kudus PGIT/TKIT Ya Ummi Fatimah Jln Ali Mahmudi telp. 0291-3301315
Melihat judulnya aja aku dah senyam senyum..Lha iya, ibu2 kok bahas AAC he he he, tapi emang menarik sih, semenarik novelnya yang fenomental tersebut (heh bener ngga sih nulisnya).. Kemarin Hari Jum'at, selepas sholat Jum'at kami sekeluarga diundang Om Syarif sekeluarga untuk datang ke rumahnya di Helwan. Tahukah anda rumah itu ditempati oleh Mas Habib ketika menulis Novel tersebut. Betul2 bersejarah memang. Pensuasanaan kota Helwan, dengan debu, dan tiap mahattah yang dilewati menuju rumahnya aku jalani dengan ruh pembuatan Novel AAC, he he he.. Jangan ngiri ya, siapa tahu suasana itu malah lebih anda rasakan dari pada diriku. tentu dengan jiwa muda keyakinan Islam dan ruh2 yang lain..bisa jadi..Biasanya kami sekeluarga, namun untuk kali ini aku bepergian bersama anak2ku aja, bapaknya anak anak sedang tugas luar kota. Sampai di Mahattah Wadi Hof, kami dijemput Om Syarif langsung menuju rumahnya dengan menaiki Taxi, yang menurut Om Syarif , hampir semua sopir Taxi tahu letak rumah imarah mereka karena hanya satu2nya imarah yang ditempati oleh orang Melayu. Dan ini saya buktikan sendiri ketika pulang sendiri bareng anak anak, sopir taxi mengatakan sendiri bahwa ada orang Indonesia yang tinggal di jalan 21. Kuliah di Gam'ah Dual 'Arabiah (Liga Arab University). Saya cuma nyengir aja.. Ketenaran merka, memang tidak hanya sampai di Helwan aja, tapi ternyata orang Indonesia pun, mengenal rumah, Imarah dan suasana Helwan, tidak lain dan tidak bukan karena Novel AAC. Walaupun penghuni sudah berganti ganti, namun Imarah tersebut masih ditempati oleh sebagian orang Indonesia yang menempuh kuliah di Al Azhar, sama seperti Mas Habib. Makanya pengantar acara (MC) mengatakan, "Secara fisik mungkin kami beda dengan apa yang dibaca di AAC namun secara Spirit kami tak jauh beda!!" Ehem ehem, yang bangga dengan penghuninya dulu,..Mas Habib.. Bahkan Pak Nurkholis, yang dulu pernah mengajak paksa Mas Habib untuk gabung dengan ICMI mengatakan,"Tadinya anak saya tidak mau diajak ke Helwan pergi ke rumah ini, namun ketika saya katakan, nanti kita akan tahu di tempat mana Mas Habib menulis Novel AAC, baru anak saya mau." Dan dalam kalimat perpisahan untuk Om Syarif (yang dulunya teman satu sekolah satu rumah dgn Mas Habib) Pak Nurkholis mengatakan,"Di Indonesia ini sedang gencar2nya orang Al Azhar identik dengan Fahri, maka sebagai Insan Lulusan Azhar maka harus diimbangi dengan wawasan agama yang kita punyai bukan hanya terkenal karena Fahrinya, maka jadilah Fahri fahri yang lain yang mengemban misi keagamaan yang sangat diperlukan di Indonesia ini.." Dalam acara perpisahan dengan Om Syarif ini, karena pulang terus ke Indonesia, aku merenungkan suatu sikap yang mestinya menjadi pilihan kita, "Dimana pun kita berada, mau jadi apapun kita, seperti apa pun kita (walau rupa tidak secakep Fahri, secantik Aisha, etc), yg patut kita lakukan ekspresi kan sikap dan mental kita dalam menjalani agama ini , agar berguna untuk dunia dan akherat kita.."
Saya pernah menanyakan pertanyaan dari Ade Siti, tentang bagaimana sikap Kang Abik tentang Film Ayat Ayat Cinta itu..secara seloroh saya katakan apakah ada kekhawatiran untuk mengubah rasa ketika Novel itu diterjemahkan (ini pertanyaan dari Andrea, yang menanyakan sudahkah Ayat Ayat Cinta diterjemahkan ke Bahasa Arab). Ternyata Kang Abik mengakui kekhawatiran itu dan begitu juga ketika difilmkan... Saya Upload di youtube, dan subhanallah antusias kawan kawan untuk mencari Film Ayat Ayat Cinta itu semangat banget. Untuk seorang ibu seperti saya, penghargaan terhadap kaum muda yang ingin tahu banyak tentang Film itu sangat dibanggakan, betapa hausnya mereka untuk mencari hiburan dengan genre yang berbeda, lebih dari sekedar film biasa.. Sengaja saya kasih judul seperti di atas, ternyata yang berkunjung sudah banyak..15 orang.. Saya sengaja mampir di youtube, mudah2an seterusnya ingin mengupload yang mendidik kita ke arah yang baik...Semoga...
|
|