mimin's posts with tag: curahan kata

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag curahan kata
Blog EntryKetika Yang Tak Dikenal MenyapaMay 22, '08 3:53 AM
for everyone

Rutinitas pagi itu menyertaiku, membawa Nurhana pergi ke sekolahnya. Kugandeng dia sambil kadang bercerita, sangat menyenangkan sekali, apalagi kalau anakku mau membalas pertanyaanku atau memberikan topik baru. Aku sering terkagum dengan bapak bapak Mesir yang mengantar anaknya, terlihat lebih cerewet, menyenangkan sekali bila mereka mengajak soal jawab dengan anak anaknya. Balik ke kitanya, sangat jarang sekali seorang ayah mengajak cerita kepada anaknya, pun begitu juga ibunya. Tapi mungkin di negeri kita hal ini sudah biasa, mudah-mudahan.

Mungkin karena tipologi diriku yang pendiam, aku harus mendorong diriku sendiri untuk lebih aktif kepada mereka, agar tidak seperti diriku yang pernah mengalami speech delay, begitu juga kedua anakku yang pertama dan yang paling parah yang ke dua. Isa masih menggumam namun saya selalu berdo'a dan mencoba untuk jujur agar dia lebih banyak interaksi dengan lingkungannya, lebih lagi lingkungan Mesir yang tertutup untuk bisa main sepuasnya, tidak seperti di Indonesia yang mempunyai halaman untuk bermain, atau lingkungan keluarga karib kerabat yang dekat. Oh I miss Indonesia..

Hari itu pun saya coba untuk mendorong Nurhana bercerita, anak ke tiga ku ini agak cerewet dibandingkan kakaknya. Bila bertemu dengan orang yang menyapanya dengan Bahasa Arab atau Bahasa Inggris, nalurinya tahu kalau orang tersebut pasti menanyakan namanya. Seperti hari itu, seorang perempuan cantik berkerudung hijau serasi dengan kaos casual dan celana jeans yang dia pakai. Saya lihat orang Mesir terutama perempuannya pandai sekali berdandan. Gadis gadis berseliweran memakai baju dan kerudung model masa kini, rupanya mereka sering mengikuti model juga.

"Assalamu'alaikum", sapanya.."Wa'alaikumsalam," jawabku..(Aneh dalam diriku, dia sapa dan menggenggam tanganku, lalu cium pipi kanan kiri, namun akau masih berpikir ini siapa?)

"Ana Dukturah (Dr. perempuan, titel yang disandang orang yg sudah selesai S3)"..Di Mesir, level pendidikan memudahkan orang untuk mendapat gelar itu, karena sumbangan pendidikan dari pemerintah banyak sekali, terutama untuk universitas selevel AZHAR, yang mereka punya yayasan sendiri dan badan wakaf yang mempunyai harta dan orang-orang yang penyantun yang  banyak. Mesir dikenal sangat bergegas-gegas berlomba-lomba dalam kebaikan amal jariah ini..Orang Indonesia pun merasakannya, 5000 orang Mahasiswa Indonesia di Azhar bersekolah gratis, bahkan diantara mereka banyak yang mendapat beasiswa, dan setiap tahunnya Azhar, tetap menyisihkan ratusan beasiswa untuk orang Indonesia.

Kembali ke perempuan tadi..(walaupun sudah bilang begitu keanehan tetap bersinggah di hatiku).."Saya Dukturoh, dan saya orang Sa'id (suatu daerah yg jauh dari Cairo).." saya manggut manggut aja, terlihat dia melempar senyum ke Nurhana dan memegang tangan Nurhana "Allooh Gamilah Awi (cantik sekali), Ismiik eikh (namamu siapa?)" .."Nurhan.." jawab Nurhan."Yaaaah ismu Gamil awi, dah ismiii (Namanya cantik banget, ini nama saya)" "Nurhan Ismii (Nurhan nama saya)". Dalam hati saya, yah biasa orang mesir basa basi, udah cepetan mau ngomong apa, soal e Nurhana dah lambat nich..

"Bussi..(lihat saya, maksudnya dia minta perhatianku). Saya orang Sa'id, terus saya lagi hamil, sakit2an, sampai sakit keras, mau mati saja rasanya, kalau untuk naik mobil kayaknya susah travel jauh, saya tidak punya uang, tolonglah saya, bila suamiku dan kerabatku datang, saya akan bayar uangmu."..Oalaaaaaa, kasihan kamu neng, cantik cantik, ngajak bicara saya hanya untuk itu. Namun dalam hati saya berpikir, kok bisa ya, seorang dukturoh, mestinya terhormat dalam ucapan dan tindakan, berani amat dia minta pertolongan pinjam uang di jalan, dan saya ngga kenal lagi, aneh suatu hal yang ganjil, tapi saya ngga su'udzon hanya mungkin dia berani berbuat begitu karena keadaan, maklum di Mesir harga2 sudah makin menggila, sangat membuat tercekik leher mereka yang tak mampu..

Hanya hanya berucap.." Malisy, mohon maaf saya tak bisa bantu..". Wajahnya sedikit berubah dari sumringah menjadi biasa-biasa aja, lalu berucap " Tab kholas, ya sudah makasih.." Saya berucap makasih pada dia juga, lakin (tapi) pertemuan kami diawali salam sedang perpisahan kami tidak diakhiri salam, karena sang perempuan tadi sudah berjalan lagi menuju ke tujuannya entah kemana..(semoga Allah memudahkan kami neng!)

Ya Robbiii..

Mungkin bisa saja saya memberinya sedikit uang, Namun keadaan begitu cepat, dan rasa waspada saya kebetulan begitu tinggi, atau hjangan jangan curiganya yah, namun entah refleks aja saya bersikap seperti itu, ternyata butuh latihan agar hidup tidak penuh dengan beban..

Lain yang ini, lain pula yang akan saya ceritakan ini, satu malam saya sedang bergegas menuju Abu Dzikri, sebuah toko serba ada yang lumayan murah di sekitar apartemen kami. Tiba tiba ada sebuah keluarga menanyakan dimana Rumah Sakit Mustafa Mahmud, tadinya mereka ragu menanyakan pada saya maklum saya ajnabi (orang asing), namun saya coba jawab, sehingga mencairlah keraguan itu. Dan anehnya tidak hanya berhenti disitu, sang istri berkata,"Madame, saya dari Mansuroh (beda kabupaten dgn Cairo), jauh sekali, saya tak punya uang untuk ongkos,.." Kaget saya, namun saya melihat sang suami sangat malu melihat istrinya berbuat begitu, dan mencoba untuk mengajak pergi cepat-cepat istrinya, secara refleks saya keluarga sedikit uang, dan berkata,"Mudah2an ini cukup...". Dia jawab cukup dan mengucapkan terimakasih...

Dua hal yang beda bukan? Kejadian yang sama di jalan, sesudah itu, saya lupakan kejadian itu, namun saya teringat lagi ketika si perempuan yang mengaku Dukturoh itu muncul. Semoga hidup ini tanpa beban, sehingga kita pun melakukan aktifitas pun tanpa beban. Biar tanpa beban butuh latihan karena hidup itu selalu diiringi masalah, dan itu yang menjadi hidup itu makin menjadi bermakna..

Semoga hidup kita tanpa beban, Merdeka dengan segala apa yang ada..

Cairo akhir Mei 2008


LinkMenghitung Hari…May 2, '08 5:07 AM
for everyone
Link: http://mintarsih69.wordpress.com/

Coretanku di tempat lain, namun sebenarnya byk copas dr multiply

Blog EntryEngkau menyapa, ketika datang kasih sayang...Apr 6, '08 3:30 PM
for everyone

Tumben ada yang datang ngga telpon dulu,..eh pas ditanya, "Sendirian aja dek?"jawabnya,"Ngga teh, barengan kawan, tapi saya suruh duluan,.."..Lhoo, biasalah bingungnya hatiku, bila di lemari es ngga ada apa-apa. Maklumlah, mereka jauh dari kampung sepuluh (Hay 'asyir) yang lumayan ditempuh se jam lebih apalagi kalau macet. Kan kasihan kalau ngga dikasih apa-apa..

Mulailah mencari apa yang bisa dimasak, karena sayang tahu tempe tidak tersentuh, hanya itu, moga menjadi hidangan pengenyang perut mereka..Ditunggu, ditelpon juga, meuni nyeri beuheung sosongeteun ngatosannana (sampai sakit leher nugguinnya), karena lama mereka tak datang, begitu juga si Adek yang duluan datang, ngga enak hati, bolak balik nanyain juga sampai dimana mereka..

Akhirnya datanglah mereka, "Assalamu'alaikum ..", "Wa'alaikumsalam, na kamu teh kemana aja.." Dan bla bla, dari mulut ini meluncur pertanyaan-pertanyaaan.."Punten teh, macet lama banget jalannya mobilnya, apalagi di daerah Abbas Saqad..", mereka menjawab lirih..Terkejut bukan karena kedatangan mereka yang bukan hanya satu dua, tapi dengan apa yang mereka bawa,...

"Dek, apa ini kok bawa bawa segala," "Itu teh, tadinya mah mau beli kue tart yang gede, tapi ngga ketemu, akhirnya ya beli itu saja, untuk hadiah ulang tahun Yahya.." Gubraaaaaaaaks, lemes diriku mendengarnya dan melihat setelah apa yang dibuka adalah beberapa kue Gatho (Slice cake) yang di rias cantik, dan ku tahu belinya jauh di sana di daerah Abbas Saqad..Mereka membawanya dengan kasih sayang dan diupayakan banget untuk mendapat yang gede, namun adanya yang itu ya di beli saja, dan karena macet....kue itu yang mestinya tetap dalam suhu dingin, akhirnya meleleh semeleleh hati ini, berembun mata ini ...

Aduh adek adekku .., makasih banget atas semuanya..Sungguh kami tidak bisa membalas perhatian kalian, banyaknya kami yang selalu merepotkan kalian, diujung do'a sholat kami, selalu menyertakan untuk kalian..karena kami tidak bisa memberikan apa apa hanya do'a yang bisa berikan..

Disetiap kasih sayang itu datang, selalu besertanya "Sapaan Allah", Aku yang kurang perhatian, kurang bisa memberi, kurang mampu menilai, hanya dari fisik saja, tidak dari kedekatan hati, ternyata dan ternyata mereka peka sekali, mungkin ada beberapa tingkah dan kata yang begitu membuat aku jatuh hati terhadap kalian, aku sebut itu "Sapaan Allah", sebab dari itu, banyak orang berharap aku lebih dari yang aku miliki sekarang...

Ups, sorry beraku aku  (karena memang ego yang ada didiri ini)..

Baru saja adek mahasiswa datang ke rumahku, dia bilang, "Mbak, jangan beri aku ongkos, karena aku barusan dari Baitul Zakat..!!" ..(Selorohan itu pernah ku jawab"Dek, kalo baru dapat beasiswa dari Baitul Zakat traktir aku yah!!") eh bener, ketika aku pesan beberapa porsi Baso, tekwan dan mpek mpek,..Dia bilang, "Ngga usah diganti mbak Mimin, itung2 aku traktir keluarga Mbak Mimin.."..Dengan tidak mengurangi rasa hormatku pada dia, aku terima traktirannya dia, sambil berkata, "Tapi jangan sering sering ya dek!!"..

Ada lagi, seorang adek Mahasisiwi yang berkata,.."Teh, Abdi mah teu gaduh anu caket anu kawit ti lembur abdi, nya atuh abdi mah ngiring ka rerencangan Cirebon, mugia diangken dulur ku teteh..!!" (Teh, saya tuh ngga punya yang dekat berasal dari daerah saya makanya ikut teman2 Cirebon, semoga teteh menganggap saya saudara..!!" Aduh geulis, yap kadieu dirawu ku teteh ( aduh cantik, kesini, dipeluk sama teteh)..

Adek2ku kalian memang penyapa untuk dekat dengan Nya..


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.