mimin's posts with tag: keluarga

|  | Lagi kangen keluarga nich,moga kita bisa bertemu lagi di tahun ini.. Liburan kami ngga jauh2, Majalengka, Indramayu dan Cirebon.. Yahya, Isa n Nurhana muter terus, nginep di wawa Neng, n wawa Eloh juga Mbahnya. Nomaden (maklum belum punya rumah), mudah2an tahun ini nginepnya di rumah sendiri,.. tapi kayaknya liburan hanya sebentar, mana tahan untuk tidak berkunjung ke wawa yang pada jauh itu..he he he |
Inilah Kakak saya yang pertama, Teh Eloh Sri Hayati, yang mengabdikan hidupnya di dunia pendidikan, melihat kekurangan yang ada di suatu kampung Peuntas namanya kalo mau ke sana harus racing dulu pakai motor, lewati pengatur irigasi yang bila meleng sedikit saja bisa nyemplung ke sungai,..hi ngeri..
Namun subhanallah tetehku tetap menelateninya dengan biaya minim swadaya masyarakat, tidak memaksakan mereka untuk beli baju seragam dari sekolah play group yang dibinanya, terserah mereka, dan mungkin karena guru pun yang mengajar ikhlas banget, gaji kecil..mungkin itu sehingga teteh pernah cerita satu guru mengundurkan diri karena tuntutan ekonomi keluarga dan berangkat ke Malaysia untuk mendapatkan uang Ringgit..
Dan Play Group yang dibina tetehku ini masih numpang, untuk buat sendiri Insya Alloh bertahap, menunggu uangnya cukup swadaya masyarakat..
Ngebayangin, aku bisa ngga yah..
Lokasi: Dusun Peuntas, Desa Sindang Jawa, Kec. Sumber Kab. Cirebon. Waktu : Pertengahan Juni 2006 Import.flv (1.6 MB)
Beginilah kalau ada acara cukuran rambut bayi di kampungku, yang dikenal dengan marhabanan. Kakak sepupuku, yang lebih muda usianya dariku, baru mendapat amanah seorang bayi yang Subhanallah perjuangan banget untuk mendapatkannya, setelah lama belum dikarunia anak, melahirkannya dengan operasi caesar pula.. Import.flv (1.9 MB)
Ketika pulang ke Indonesia, Alhamdulillah sempat bertemu beliau sekeluarga di Pati. Ini kenangan juga bagi Mas Edo n Mbak Rahma ya..
Lokasi: jln Diponegoro 155 Pati Jateng
VFC20080418_004.wmv (1.8 MB)
"Janganlah Merasa Terhina" Cairo di pertengahan tahun 1999. Seperti biasanya seorang adek Mahasiswa Azhar datang bersilaturrahim ke rumahku. Dia bercerita, tadi ketika dia main ke Makram 'Abid, sambil menuggu bis lewat, rupanya dia mendengar percakapan dua orang remaja tanggung, dengan membawa tas kresek yang berisi sepatu dan baju yang baru saja mereka beli. Dengan saling memperlihatkan apa yang mereka beli kepada temannya, salah satu dari mereka berkata, " Saya senang membeli barang di Tauhid Wa Nur, karena harganya murah, terjangkau oleh kalangan bawah!!", Hal ini ditimpali pula oleh temannya, "Bukan hanya murah, namun barang nya pun kwalitasnya cukup memuaskan!!".. Adek mahasiswa itu dengan mimik dan mata yang berbinar berkata, " Saya senang dengan keberadaan toko semisal Tauhid Wa Nur yang beda dengan yang lain, mengusung nama Islam, tak malu memperdengarkan Ayat Suci Al Qur'an sepanjang terbukanya pintu toko tersebut. Dan tak malu pula menjadi pioneer toko muslim. Konon katanya keberadaan toko tersebut yang sudah merambah ke seluruh pelosok Mesir, menjadi saingan dari toko yang dimiliki oleh pemerintah. Walau pun harga dari toko pemerintah sudah murah, namun Tauhid Wa Nur bisa menekan lebih banyak lagi dan disenangi oleh lapisan menengah ke bawah." Aku terpekur mendengarnya. Apakah mungkin ada di Indonesia yang notabene penduduk muslimnya terbesar diseluruh dunia.?? Sekilas teringat Firman Allah SWT : wur (#qãZÎgs? Ÿwur (#qçRt“øtrB ãNçFRr&ur tböqn=ôãF{$# bÎ) OçGYä. tûüÏZÏB÷s•B ÇÊÌÒÈ 139. Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (QS Ali Imran 139 ) Keberadaan Ekonomi Islam Sangatlah Urgent, Karena mana bisa kita diperhatikan orang kalau ekonomi kita tak kuat!! Mengupas zaman dahulu, ketika Syarikat Dagang Islam mendirikan partainya, apa yang melatarbelakanginya adalah karena bentukan mental aqidah kuat yang memang ingin berekonomi tapi berekonomi secara Islam. Kalau ber Islam maka seluruh yang kita lakukan pun harus memakai cara yang diajarkan agama ini. Tidak asal hantam kromo, atau separuh separuh kita pakai. Kalau kita berbuat apa yang tidak kita mampu, mesti kita rasakan dosa, karena Iman di dada katakan itu. Apalagi bila kita kerjakan dosa, rasa hina ada di rasa, takut akan ancaman Allah SWT pada kita, karena taqwa yang menyerta. Sebaliknya rasa senang terasa ketika berbuat baik, karena Ihsan di dada, Allah SWT tahu semua yang diperbuat, maka timbangan baik akan ada di akherat, terasa begitu nikmat. Bagaimana kita berpikir masalah akherat, bila perut kita memanggil manggil makanan sehat?? Bagaimana kita berpikir sehat, manakala anak-anak kita berteriak sekarat. Ada kaya ada miskin ditebarkan di bumi ini untuk saling berbagi. Maka panggilan untuk berekonomi Islam adalah suatu hal yang penting, karena bila kita cukup,maka belajar pun senang, rumah tangga pun tentram, keluarga pun penuh kasih sayang, masyarakat pun aman, Negara pun damai. Sebentar lagi PEMILU.. Bagaimana kita bisa berpolitik yang bagus, bila rakyat masih belum terurus, akhirnya tujuan politik pun tergerus, siapa yang kaya dialah yang akan menjadi penerus… Terkadang pemerintah pun sangat tidak berpihak, pada kaum lemah yang sepertinya tidak punya hak. Padahal hak mereka untuk mendapatkan Zakat, dari orang orang yang berekonomi kuat. Sembilan tahun telah berlalu, aku susuri sare' Sudan (Jalan Sudan) dengan ke tiga anakku. Aku bilang mau ke Tauhid Wa Nur, anakku berkata:"Mau apa Ma? Mau beli Vacuum Cleaner yah??" Dia rupanya tahu kalau mamanya lagi pusing karena vacuum cleanernya rusak. "Nggak Nak, cuman mau lihat lihat aja, harganya berapa?" Whualah yang gini ini ibu ngga ada kerjaan cuman lihat lihat doang.!! Coba ke lantai satu, lihat sepatu lucu, pink, dengan hiasan hurup "M". Akhirnya tertarik lalu beli untuk anak perempuanku. Ku bilang:" Nak, ini bagus, ada huruf M nya, lucuu…" Anakkau menjawab,:"Lucuu yah, seperti Mc Donald"..Haaah..Oh Oh kok nyambungnya Mc Donald, ya sudah..Padahal lagi berusaha untuk menghindari restoran cepat saji itu yang katanya berapa persen keuntungannya untuk Negara Israel. Ngeri bayangin peluru peluru mereka bersarang di bayi bayi juga orang orang Palestina yang notabene adalah mereka yang terhina terjajah, tanah air mereka dirampas dengan kekuasaan zalim Israel. Sembilan tahun sudah berlalu tentang cerita adek mahasiwa itu, namun hari itu, keesokan harinya, ketika anakku memakai sepatu barunya yang bertitel "M" untuk sekolah, kurasakan mata ini berembun.. Setelah semalaman dia tak mau lepas dengan sepatu barunya itu, di pagi hari kuturuni tangga, kupegang tangannya untuk berjalan, terlihat agak kaku dia berjalan, "Nak, sakit yah kakinya?, kalau sakit lepas aja, ganti yah!" Dia langsung menjawab,:"Ngggaaa, sepatunya bagus, ngga sakit, ..Mc Donald aja..!!!"..Begitu sepanjang jalan.. manakala dia berjalan seperti kaku, kutanya sakit ngga? Langsung dia jawab begitu… Ya Allah Nak..Sepatumu murah, namun kuazamkan diri ini untuk memilihkan di tempat punya orang muslim, punya saudara kita, dada ini sesak mengingat firman Mu.. "Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.".. Cairo, 17 Maret 2008 Terimakasih Musyaffa Kholil, untuk sebuah cerita yang bagus . Nb: sepatunya dah letek keseringan di pake..

|  | 4 Maret 2008 Lokasi : Di Bawah Tangga Kantor KBRI Nurhana n teman teman... |

|  | Hari Sabtu kemarin, kami sekeluarga mengunjugi pameran buku yang setiap tahun diadakan. Dan kami jarang absen untuk mengunjunginya, karena senangnya melihat buku2 murah yang mungkin di Indonesia bisa dibeli namun dengan harga yang amat mahal, di Egypt ini, Alhamdulillah kertas disubsidi dari pemerintah, sehingga jangan heran cetakan mesir lebih murah harganya dibandingkan cetakan negara lain, negara teluk sekali pun.
Saya kemarin nitip kawan untuk beli kitab Turats "Albidayah wa Nihayah" karangan Ibnu Katsier harganya hanya LE 28,5 (1 Pound Mesir = Rp 1700), bukunya ada 10 jilid...
Saya ngga heran yang datang banyak sekali walau pun hujan dan awan mendung terus menggantung tidak mengurangi semangat mereka untuk datang dan membeli buku di pameran ini..
Kelebihan pameran adalah, buku mudah dicari, dan dapat discounts pula..
Bila ada yang dari luar mesir, bisa membelinya via kawan, dan jangan khawatir ada countainer yang menyediakan fasilitas jasa antar kitab sampai depan pintu.. (he he he promosi jasa kirim orang lain, bukan saya lho).. |

|  | Hari itu seperti biasanya Hari Jum'at, kami pakai rutinitas biasa untuk mengisi hari libur ini...Namun kebetulan pas tanggal 4 Januari, Isa berulang tahun. Kami cuman ngucapin dia ulang tahun. Ternyata yang heboh Papanya Isa, pulang dari Attaba bawa accesoris ultah n Cake ultah dari El Abd (toko roti)..Enaknya Chocolate nya..Makasih Papa akhirnya kami adain bersama keluarga saja.. |
Mungkin hanya penyesalan yang ada di dada setiap mendengar tahun baru telah tiba..Kanan kiri kulirik telah muncul nama - nama baru, sementara itu ku tengok ke belakang banyak yang telah tiada. Ucap syukur masih mendapati tahun baru ini, penanggalan berdasarkan hijrahnya sang Rasul ke Madinah, Apakah aku pun telah berhijrah...?? Menyesal tak melengkapi hari - hari ku dengan sesuatu yang bermanfaat, padahal sebaik baiknya Muslim adalah yang bermanfaat bagi muslim lainnya. Sudahkah aku bermanfaat bagi yang lain..?? Baginda Rasul berhijrah untuk mendapatkan ketenangan dan kemenangan, sedangkan aku ketenangan dan kemenangan apa yang telah kuraih?? Berbelas hijrah telah kulewati dalam umurku, bahkan berdua puluhan tahun, bertigapuluhan tahun, sampai akhirnya kini ku menapaki yang keempatpuluhan tahun..Rabbi..tak kusangka aku telah tertatih untuk menapaki rumah masa depanku,!!! Mungkin aku sudah dipinggirnya, tinggal melangkah untuk masuk kedalamnya, tidur sebentar untuk dibangkitkan nanti..Rabbi... Akankah aku bisa menemui Mu, mendapatkan keridhoan Mu, mendapatkan kasih sayang dalam Surga Mu, yang amat dinanti - nantikan oleh diriku... Suasana tahun baru Hijriah tahun ini, terasa sama olehku, tanpa jiwa, kulalui masa hari libur ini dengan rutinitas biasa, terkesan biasa. Tak ada membuat bubur Sura, sebagaimana kebiasaan kampung kami, dan dilengkapi dengan detil - detil tahayul lainnya, bila tak makan maka akan kesura (masuknya serpihan kayu atau bambu atau beling ke badan). Kalu ingat itu aku hanya tersenyum, teringat betapa sibuknya orang satu kampung untuk mengumpulkan segala biji - bijian juga beras, lalu di bubur bersama - sama di pos musyawarah kampung atau Balai Desa. Bila telah masak bubur itu lalu dibagikannya ke seluruh warga kampung tersebut..Rindu banget akan suasana guyub gotong royong seperti itu, yang mungkin tidak terasa lagi oleh anak - anakku, tergerus oleh budaya hedonisme dan keakuan dalam menonjolkan image diri... Hari ini mungkin pengulangan hari kemarin, aku mulai dengan rutinitas biasa, masak.."Mah, Pipis!!" si kecil datang menghampiriku karena dia mau ke belakang, maklum masih kecil masih dibantu, "Bilang papah!!, mamah lagi masak, tanggung nanti gosong!!".Si kecil kembali balik ke ruang tamu dimana suamiku sedang di sana, belum sampai di ruang tamu dan bilang papanya, suamiku bilang "Mah, cepat dia mau pipis!!", " Tanggung lagi goreng nanti gosong!!", terlihat si kecil bingung, Sambil bilang " Pah, mau pipis!!"..Akhirnya suamiku mau bantu ke kamar mandi..Alhamdulillah.. Terasa kecil permasalahan itu, namun aku dapati, seringnya empati orang tua seringnya Ibu lebih dominan dalam pendidikan dan pelayananan terhadap anak. Tapi bagi ku terasa apalagi di luar negeri tak ada pembantu, peran kedua orang tua harus diharapkan sama. Kadang berasa aneh kedengarannya, namun tak pelak harus yakinkan diri, bahwa kwalitas pertemuan anak dengan bapak harus ditingkatkan, keseringan lembur dan tugas di kantor, membuat anak anakku sering susah bertemu dengan bapakknya... Terasa tua rasanya tinggal di negeri ini, tapi kusyukuri segala keberadaannya, segala apa yang diberikan Allah SWT kepada kami terasa ringan hidup ini... Setiap hari datang dan pergi, anak - anak sekolah, bapaknnya bekerja mencari rejeki, kehidupan terasa itu itu saja, tak terasa anak - anak sudah besar. Namun terasa ada yang hilang sejalan dengan kemandirian mereka. Betul ada seorang Ibu berkata, "Andai boleh memutar waktu, kuingin kembali ke 15 tahun yang silam manakala anak anak masih membutuhkan diriku". Mungkin terasa sesak bila kita ingat akan kematian kita, namun harus diingat keberadaan anak anak, sesudah mereka kita tinggalkan, apa yang mereka dapat?? Ada seloroh seorang ustadz berkata "Kalau seorang Bapak meninggal, jangan katakan, kasihan makan apa mereka (anak anaknya ) itu nanti?? Ya tetap mereka makan Nasi, tapi yang mesti kita tanyakan, Aqidah apa yang mereka anut nanti??" Betul, Aqidah apa yang anak anak kita anut dan pakai, selepas kita meninggalkan mereka nanti?? Karena aqidah adalah bekal untuk masuk ke surga atau neraka. Rabbiii... Lepas itu semua, kupandangi anak anakku,.. Nak, betulkah ibu bapakmu mengajari ajaran Agama ini dengan baik.. Nak, sanggupkah kalian pikul seluruh kewajibannmu dengan senang, bukan karena paksaan Ibu Bapakmu... Nak, sudah cukupkah ibu bapakmu mengajari Agama ini, sehingga kelak ibu bapakmu ini tidak masuk neraka akibat lalai dalam mengasuhmu...Rabbii... Tahun berganti tahun, berasa sudah banyak dosa ini kupikul, akankah sanggup ku pikul dosa - dosa yang lain..Aku tak sanggup ya Robb...Bersihkanlah diri ini dari dosa yang sengaja atau tidak sengaja aku lakukan, Ku tak sanggup lagi melihat gunungan dosa -dosa kecil yang akhirnya jadi api yang membakarku di neraka nanti.. Ku tak sanggup melihat gunungan dosa - dosa besar yang akhirnya menjadi batu bakar di neraka nanti...Rabbii..tunjukanlah jalan Yang lurus disetiap langkahku.. Aku selalu Buta, hingga lupa dengan keluargaku, anak - anakku, suamiku, karib kerabatku, yang semestinya mendapat perhatianku...Asahlah hati ini untuk terus berempati dan simpati pada kebenaran Mu...Pimpinlah aku di Jalan Mu, agar aku menjadi bagian dari Hamba Mu di Surga Mu nanti...
Anak Asyik Nonton TV.. Mengamankan atau mencelakakan..?? Setiap sore.. Atau hari Minggu.. Sering kan, anak terpaku di depan TV? Maka ketika itu tidak ada mendengar apabaila kita ajak bicara Ironisnya , banyak orang tua yang santai anaknya bengong didepan TV dari pada harus menjawab pertanyaan pertanyaan nya , atau membuat acara untuknya. Bolehkan , orang tua istirahat? Maka o.........sayangnya! Dia... Kehilangan waktunya untuk berinteraksi dengan ayah ibunya kehilangan waktunya untuk bermain sepak bola kehilangan waktunya untuk menggambari pintu garasi rumahnya kehilangan waktunya untuk ikut sibuk menata rumah, ...mengiris kentang, atau praktek masak membuat agar agar, ...dan segudang aktifitas anak lainnya yang tidak terukang lagi bersama dengan tambahnya usia. Menu acara yang ditonton anak.. Film - film kartun. -. Sponge Bob Square Pant, siapa yang tidak kenal tokoh biolaut (sponge) yang ditayangkan pada jam2 prime time anak-anak? Dia digambarkan sebagai bocah sponge ( tidak jelas laki/perempuan- karena kebanci-bancian sikap dan suaranya), sering nervous bila menghadapi persoalan dan ketakutan, dengan sifat dasar ceria anak-anak dan kepolosan/ lugu ( sebenarnya agak dungu, apalagi Patric, temannya, si bintang laut). Kekuatan kartun ini adalah gambar dan pewarnaan dengan setting dan tokoh-tokoh biolaut yang menarik bagi anak-anak. -. Tom and Jerry, tokoh kucing dan tikus yang bahagia bila saling mencelakakan! -. Popeye, pelaut pemakan bayam (kok bukan ikan ya ?) dan Bruto yang tidak ada kerjaan lain selain memperebutkan olive, dan sebagainya. Sinetron Indonesia, Tiong Hoa, film Amerika dan India. "Kemasakan " anak-anak sekarang jauh berbeda dengan tempo dulu. Berapa persen film/sinetron yang tidak berbicara mbulet-mbulet tentang cinta/ pacar/perselingkuhan-disertai kekerasan? Padahal Alloh telah memberikan rambu-rambu syari'at yang jelas "Wa laa taqrobul zina" dan konsekuensinya apabila larangan itu dilanggar baik resiko di dunia(kehamilan abhkan aborsi), hukum cambuk atau rajam, maupun resiko di akhirat. ( Sangat mengherankan, adegan sinetron yang menunjukkan seorang mama, yang sangat antusias menanggapi ciuman pertama anak gadisnya oleh seorang pria dengan "Ceritain ke mama dong...gimana rasanya, deg-dega an nggak...?") Tayangan-tayangan Artis Akan dibimbing kemana lagikan anak kita pasalnya semenjak adanya: Goyang Inul disusul Dewi Persik, AFI, Indonesian Idol cs semakin buntulah kesempatan anak-anak untuk berkreasi dalam dunia bermainnya, lantaran profesi selebritis yang (seolah) serba glamour telah menjadi cita-cita sebagian orang tuanya terhadap anaknya! Cerita misteri dan tayangan Demam Dunia Ghaib lainnya Cetita-cerita dunia lain yang tengah naik daun sekarang ini membuat anak untuk buang air kecil snedirian di kamar mandi jadi tidak berani. Parahnya lagi, tayangan tersebut mau menanamkan keyakinan syirik dalam hati penonton (sebuah dosa besar yang kekal selamanya di neraka) Naudzubillah... Diambil dari kolom keluarga sholehah, Buletin BIAS .

|  | Yang lain pada Mudik.. Saya hanya bisa mandang foto mereka... Ingin ku bersimpuh untuk mohon maaf pada orang tuaku Ingin ku berziarah ke kuburan nenek kakekku dan saudara2ku yg sudah dialam sana.. Ingin ku berucap mohon maaf sambil genggam tangan dan cium pipi saudara2 kandungku.. Ingin ku bersilaturahmi ke Mertua dan adik2 iparku.. Hanya do'a kupanjatkan untuk mereka... |

|  | Beberapa foto yg tercecer.. Ada yg belum di edit..natural aja ... |

|  | Kumpulan foto2 yang sempat dikirim via email dan pas liburan tahun kemarin.. |
| |