mimin's posts with tag: mesir punya

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag mesir punya
Blog EntrySalam Pun Patut Kita SebarMay 27, '08 3:12 AM
for everyone

"Nibda Kalam Uli salam"

Sebelum kata kata diucapkan, katakanlah Salam, Barangkali begitu penterjemahan dari peribahasa orang Mesir yang saya sebut tadi. Kita bisa melihat lajnahnya orang Mesir yang berbeda dengan Arab yang lain bahkan jauh dari bahasa Fushahnya.

 

Namun perlu diketahui bahasa Mesir adalah bahasa yang gampang dan diakui mudah oleh banyak orang Arab di sekitar Negara tersebut. Apa karena secara tak sengaja Mesir banyak mengenalkan bahasa mereka via Film atau Lagu2 Arab mereka yang terkenal? Jauh sebelum kita memproduksi film, Mesir sudah disebut Hollywoodnya Arab. Bisa dibayangkan produksi film mereka berapa banyak, dan seberapa bagusnya sampai disebut Hollywood Arab. Kita kenal bintang film Faten Hamamah dan Omar Syarif yang masih hidup, merupakan legenda zaman keemasan dari perfilman Mesir.

 

Belum lagi dengan lagu lagu Arab Mesir yang menggoda telinga kita, dari dulu sampai sekarang, saya baru tahu dulu waktu ada lagu Kosidah Perdamaian yang dinyanyikan kelompok kosidah wanita Indonesia, saya pikir lagu buatan sendiri tak tahunya meniru habis kosidahnya lagu dari Mesir yang dinyanyikan Farid Atrash.

 

Generasi sekarang siapa tak kenal Amr Diab? Namun mungkin selera yah, saya lebih suka gayanya Mohammad Fuad he he he..karena lebih banyak mengenalkan Mesir dan Budayanya. Budaya Mesir yang Arab asli mungkin sudah bias tercampur dengan budaya budaya sebelumnya, jangan heran kalau tari perut diiringi oleh kosidah Ummi Kultsum. Kalau lihat nutup mata doang. Namun entah dari mata Anakku pun Nurhana sedikit sedikit bisa goyangan tari perut..wah wah virus nich..

 

Budaya Mesir yang banyak terkontaminasi budaya asing, merupakan cerminan dari kekhasan mereka yang membuka diri budaya luar, dan mereka sangat menghargai seni, walau pun masih dalam batas2 budaya kearaban mereka. Sehingga tak heran, orkestra, tarian balet maupun operet sering ditampilkan di Opera House, yang terletak di pinggir sungai nile, sebagai pusat kebudayaan tampilnya berbagai macam seni budaya baik dalam maupun luar negeri. Anak anak SIC pun sering tampil di Opera House ini.

 

Kembali ke peribahasa tadi, bila kita sering berkomunikasi dengan orang Mesir, akan berasa hambar bila tak pertama diucapkan salam, dan dengan salam orang akan memperhatikan kita, dan menghormati kita. Bukankah Assalmu'alaikum bukan hanya sekedar ucapan namun do'a yang tersampaikan untuk si pendengar. Makanya sering saya lihat orang Mesir lewat di segerombolan orang atau hanya sendiri, berulang ulang mengucapkan salam, selebihnya ada yang melanjutkan perjalanan ada pula yang berbasa basi, saling bertukar kabar, dan nasehat.

 

Hari Jum'at adalah hari liburnya orang Mesir, dan bagi saya libur pula masak atau malah full seharian di dapur untuk ngurus dapur dan tetek bengeknya karena biasanya suamiku pulang dari pasa bawa sayur mayur dan ikan atau daging atau ayam untuk perbekalan masak selama seminggu. Jangan heran disini yang biasa belanja biasanya laki laki, sang istri duduk manis di rumah dan mempersiapkan diri untuk berjibaku nantinya buat masak dan bersih2..he he he podho wae..

 

Akh sekarang mau makan diluar males ke luar sudah mulai panas, dan o yah anak2 ingin makan udang goreng dan ikan filletnya si Baba Medan Dokki, larilah saya ke Metro anfak (Subway), anak2 saya suruh diam manis di rumah. Walau pun mereka merengek mau ikut, ku bilang, biar mama cepat pulang. Dan ternyata jalan sendirian tanpa anak anak tidak menyenagkan sekali, pikiran sudah cabang rupanya. Terlihat tempat karcis metro sepi dan cepat cepat ku hampiri,

"Wahid taskara!", (satu karcis)

Sang penjaga karcis tersenyum dan berucap,"Ul salamu'alaikum awalan!" (katakan salam dulu)..Degh..oh , yaaaaaaaaaaaah aku terlempar dengan kata2 sang penjaga karcis itu, buru buru kuperbaiki sikapku.

"Assalamu'alaikum", ujarku sambil senyum..

"Wa'alaikumsalam,  Inti 'asl.." (Kamu manis sikapnya), jawab sang penjaga tersenyum, persis seperti ngajari anak kecil..Yah ammu, dikau membuat daku grogi, dan terimakasih nasehatnya, akan kuingat selalu..

 

Bertebar salam untuk kedamaian,

Tidak usah membeli, karena bahasa tidak bisa dibeli, hanya biasakan untuk mengucapnya,

Bila tak didengar maka ada yang mendengarnya.

Bila tak dijawab maka ada malaikat malaikat yang menjawabnya.

Dan Allah SWT selalu dekat dengan kita, untuk menjawab semua do'a doa kita..

 

Note: Khasnya Bahasa Mesir bila Qof  tidak terlihat dibacanya sehingga Qul dibaca Ul, begitu juga pada pada huruf yang lain dan kata yang lain, agak aneh. Namun masyarakat Arab mengenalnya dan memahaminya.

 

Foto atas, Sabil Qolawun, tempat memberi makan dan minum org yang sedang musafir, peninggalan Sultan Qolawun. Foto samping Ustadz Aep dan Ustadz Muhammad..


Blog EntryBersyukur Dengan Segala Yang AdaMay 23, '08 6:47 AM
for everyone

"Hamdan lillah..Ya Robb," begitu ucap salah satu Orang Mesir yang sedang bercakap dengan temannya. Suatu hal yang biasa kita dengar manakala kita melewati  orang orang Mesir yang sedang berbincang bincang dengan temannya, sering keluar perkataan do'a yang sering nya saling menimpali, saling mendo'akan..

Itulah gaya (Uslub)nya orang Mesir dalam bercakap tidak akan lepas dari perkataan do'a. Mungkin bisa aja kita berkata, "Lha iya lah, orang Mesir kan mereka Arab, mestinya perkataannya juga perkataan orang Arab yang biasa menyebut-nyebut ayat dalam Al Qur'an atau do'a." Tidak semua orang Arab seperti itu, nyatanya kalau bicara dengan anak mudanya Mesir, ya begitulah yang keluar bahasa Francis atau Inggris, bila kita puji mereka, "Mercy..". "Thank's"..Ruhnya untuk berbicara pun terasa lain, bila kita mendengar para orang tua Mesir berkata..

 

Saya sangat senang memperhatikan mereka, bila ada kata buruk atau etika jelek dari mereka, setelah saya teliti itu berkaitan dengan lingkungan mereka berasal. Kebalikannya dari Indonesia, bila kita melihat orang desa terlihat mereka lebih menjaga sopan santun dibandingkan orang kota, dalam artian mereka lebih mengerti dan mengamalkan tata krama, dan undak usuk (tangga perbedaan dlm bahasa), ini untuk orang tua, ini untuk setara atau ini untuk di bawah kita. Lain dengan Mesir, bila ada orang bicara sambil teriak teriak, sepertinya ingin semua orang mengetahuinya he he he, sudah bisa ditebak mereka bisa jadi berasal dari kampung. Lebih slengean, suka semau gue, ngga peduli, ngga tahu sopan. Begitulah tipologinya mereka, mungkin karena alam yang membentuk mereka. Dan para wanitanya lebih genit dibandingkan para wanita yang hidup dikota.

 

Bila kita sebut satu daerah, disini sering langsung mereka faham,"Oh adatnya orang ini begini, orang itu begitu.." Dan jangan heran bila sebuah keluarga yang hidup di kota akan tampak kurang bisa menerima bila salah satu anggotanya mendapat jodoh dari kampung. Satu nama kampung berpengaruh sekali.

 

Tapi satu yang bisa ditarik dari mereka, bila bersyukur, terasa begitu mengena sekali, sehingga bisa dilihat, jarang orang mesir yang gila. Bila satu orang mengalami stress atau shock dengan keadaan, perkataan sahabat atau kerabat yang mengaitkan dengan Allah SWT, begitu memompa semangat mereka. Saya lihat mereka begitu mudahnya bersyukur dan bergantung kepada Yang Menciptakan Alam semesta ini. Tidak banyak mengeluh, bersyukur dengan segala apa adanya.

 

"Akh ngga mungkin, apalagi di situasi krisis begini??", betul memang ada juga yang tidak menerima keadaan, setelah kita lihat mungkin lingkungan Mesir yang mulai mngajarkan hedonisme di kalangan para Remajanya berpengaruh terhadap pengasuhan orang tuanya. Akhirnya orang tua mencari uang, ada juga dengan jalan pintas, Namun patut diketahui, di Mesir ini bila ada yang korupsi cepat sekali ketahuan (kecuali yang tidak diketahui he he he), sebab mabahist (agent intelegent)nya Mesir adalah yang terbanyak di dunia. Bila ada orang yang bertambah kekayaannya tidak sesuai dengan penerimaan gaji aslinya. Langsung disoroti oleh masyarakat.

 

Gaji para pegawai sangat kecil, jadi jangan berharap PNS di sini dapat gajinya besar. Banyak para dosen Al Azhar masih pakai mobil umum, malah di satu cerita, masih nyambi jadi pegawai lain, untuk memenuhi kebutuhannya. Kesempatan untuk keluar negeri hanya diberikan kepada beberapa orang saja yang sudah mencapai level tertentu. Sehingga jangan heran, dimasa krisis begini, orang Mesir banyak yang ingin mengadu nasib di Negara Teluk lainnya yang kaya. Saudi, Kuwait, atau Uni Emirats, menjadi tujuan pencarian kerja mereka. Atau ke Eropa, dengan cara legal maupun illegal, teringat kasus satu perahu terhempas ombak ketika melintasi lautan Mediterania membawa rombongan pekerja illegal Mesir yang menuju Italy.

 

Tapi itulah mereka, kasus orang stress, atau bunuh diri sangat rendah disini, ternyata karena gaya hidup mereka yang sangat tergantung dengan Yang Memberi Hidup. Mungkin do'a mereka di setiap obrolan mereka,menjadi penghias bumi kinanah ini, sehingga banyak bencana yang bisa dihindari. Mungkin sepele, sangat lumrah disini berucap "Assalamu'alaikum..", berapa banyak orang saling mendo'akan di jalan untuk keselamatan kawannya, padahal kadang yang diajak salam itu sama sekali tak dikenal, do'a mereka terangkat ke langit..

 

Belum ditambah dengan mujamalah (basa basinya) yang selalu mengaitkan dengan Robbnya…"Hamdan lillah ..Ya Robb", semoga hatiku selalu bersyukur dengan segala yang ada…


Blog EntryMinta dan Peminta minta..Apr 28, '08 1:56 AM
for everyone

Dua kata yang berbeda bukan..

Tapi anda akan melihat satu action yaitu meminta..

Magrib menjelang tiba, ketika kudengar Azan menggema, selepas itu iqamat pun menyela, para pekerja sudah banyak yang kembali ke rumah bersama keluarga, bercengkrama, sholat berjama'ah dan makan malam bersama. Satu hal yang biasa terjadi, dan merupakan rutinitas yang biasa, hari itu, lagi saya dengar lengkingan orang bernyanyi menyanyikan syair syair lama, atau entah karangan sendiri (karena buta bahasa arab he he he). Dari suara yang tak asing lagi di telinga ku. Yah hanya orang itu yang mempunyai suara berat dan melengking. Siapa kah dia??

Beberapa tahun yang lalu saya kenal si Bapak ini, dia adalah berprofesi sebagai penyapu jalan yang berbaju hijau. Dulu sebelum Mesir menerapkan swastanisasi perusahaan kebersihan, seragam Ijo lah yang merajai jalanan utnuk membersihkan jalan-jalan dari sampah dan kotoran yang menggunung sudah bila tidak disapu. Sementara yang mengambil sampah ada sendiri si pemungut sampah yang kita bayar per bulannya, sementara untuk penyapu jalan ini, hanya pemerintah yang bayar. Entah kenapa karena gaji kecil atau merupakan kebiasaan, suatu kali saya melihat si bapak ini mengucapkan kata2 barakah kepada setiap yang jalan, alhasil para pejalan kaki pun mengeluarkan sekeping atau selembar uang kepada si bapak ini.

Saya tadinya tidak mempedulikannya, artinya tidak menganggap suatu hal yang aneh, karena kebiasaan para penderma lebih suka memberi kepada penyapu jalan dari pada peminta minta. Namun mulai terasa keanehannya ketika si bapak ini mulai berani mengetok pintu rumah saya untuk minta sekedar uang katanya untuk penyapu jalan. , saya berpikir kok aneh mestinya dia sudah dapat gaji dari pemerintah, dan bila pegawai pemerintah maka suatu hal yang aib untuk mengetok pintu rumah minta gaji tambahan. Bayangkan jika dikali satu Imarahku aja berapa. Ditambah Imarah-imarah (bangunan) yang lain..Banyak dong..

Sekalinya saya beri, ke dua kali dan sampai akhirnya saya ambil keputusan untuk tidak memberi, dan tidak asal buka pintu, takut nanti yang masuk penjahat. Hal ini diwanti wanti temanku yang bersuamikan orang Egypt untuk tidak sekali kali membukakan pintu sembarang orang. Maklum di Egypt ini rawan juga, kejahatan memang selalu ada di setiap sela. Lha setannya banyak he he he

Kembali ke bapak tadi, setelah tidak ku beri, ternyata dia tetap di daerah mangkalnya di persimpangan jalan, dan mengejar jalanku untuk meminta minta....Saya jadi risih, akhirnya kukasih, eh besoknya begitu lagi, Ya Allah sedih rasanya dengan mental yang seperti itu.Dia tidak bekerja seperti kawannya yang lain, saya lihat dia hanya memegang sapu lalu berjalan mendekati orang sambil mengucapkan kata kata barakah (mendo'akan), setelah dapat uang dia berjalan lagi mendekati orang sambil menegadah tangan.

Setelah Swatanisasi perusahaan kebersihan, bergantilah pekerja yang hijau menjadi berbaju orange, terlihat sangat profesional kerjanya, dalam artian mereka diawasi oleh mandor, sehingga tidak seenaknya bekerja. Hal itu membuat saya senang, karena jalan bersih terus, dan pekerjanya sangat banyak, juga ada pengambil sampah di Imarah. Nah yang seperti ini membuat berang si pengambil sampah biasanya, karena seakan memotong rejekinya dia, hampir terjadi saling rebutan sampah, yang berakhir dengan pertengkaran, tak ayal kita sebagai pembuang sampah jadi bingung dan merasa bersalah kepada tukang ambil sampah sebelumnya, namun kita sudah dipotong untuk kebersihan jalan dan sampah di rekening listrik kita..Wah puyeng juga dah..

Tak berapa lama, akhirnya yang menang si tukang ambil sampah yang dulu. mungkin di setiap Imarah di begitukan, petugas berbaju orange ngga enak hati juga, dan makin menghilang, bersamaan dengan gajinya yang tak jelas mungkin.

Ketika pergantian perusahaan itu, rupanya si Bapak ini tak hilang akal pula, dia menyewa baju orange dan memegang sapu lagi sambil mengucapkan kata barakah kepada setiap pejalan . Arrrrrrrrrrggggggggggggh, cape saya lihatnya..inilah mental peminta minta..

Mungkin karena ada mandor yang ngawasi dan yang beri makin sedikit, dia banting setir, jadi penjual jeruk lemon, yang biasa di pakai di banyak rumah tangga Mesir untuk segala makanan sampai teh pun di beri lemon terasa segar rasanya. Tak hilang akal rupanya dia, sambil mendekati setiap pejalan dia tawarkan lemon juga disuguhi kata kata barakah agar orang berbaik hati untuk mengeluarkan uangnya. Saya pun disodorinya, namun jarang saya kasih, karena kebiasaan itu tak baik..(Aku sudah tahu sifatmu, dalam hatiku) Sampai larut malam dia jajakan lemon, dan bila malam dia pun bernyanyi menyanyikan syair syair..Seperti hari ini...

Akh bapak peminta minta..

Andai anda tahu masih banyak pekerjaan yang baik.

Bukankah ragamu sehat mestinya jiwa mu sehat pula.

Mampu untuk berbuat sesuatu yang lebih baik dari sekedar meminta minta..


VideoSaat Azan Magrib Menyapa..Apr 27, '08 1:42 PM
for everyone
Jalan2 bersama keluargaku ke dua tempat di Hay Sabi' dan Hay 'Asyir Sangat menyenangkan, pulangnya bersamaan Magrib di Taxi, kedengar Azan dari Radionya Taxi, dan tak lama berselang bersautan..

Ini Moment yang selalu dirindukan di Cairo..Mesir..


102_3595.mov (4.3 MB)

Inilah tempat kami rihlah kemarin..Ada music soal e DJ nya lagi kerja...he he he


Import.flv (4.6 MB)

Photo AlbumKetika Musim Panas Hendak Menyapa (12 photos)Apr 17, '08 5:58 PM
for everyone

Di Mesir ini yang paling saya sukai adalah Bau Debunya, he he he
Terkenang beberapa kali pulang ke Indonesia mesti ingin balik lagi ke Mesir karena entah kenapa (karena sudah minum air sungai nile kali ye)..
Dan yang menjadi terkesan ketika mendarat di Bandara Cairo Internasional Airport adalah, Bau Padang Pasir..heeeeeeeem harumnya bauuuuuuu..

Setiap bulan April seperti ini adalah perpindahan cuaca dari musim dingin ke musim panas, untuk memulainya biasanya ada yang kita sebut HUJAN DEBU, padahal bukan hujan turun yang berupa debu, namuan karena angin bertiup kencang sehingga debu padang pasirpun melanglang buana sampai ke kota..
Dijalan jarak pandang terlihat terganggu, dan nafas pun sesak juga mangap dikit dah ada pasir nyangkut di mulut..he he he

Ini beberpa foto yang saya tangkap ketika debu mampir ke gubuk kami pada tanggal 6 April, dan perlu diketahui ini kejadian biasa, bahkan saya pernah mengalami, yang mampir di kota Cairo ini dan sekitarnya debunya panas dan langit berwarna merah, tidak kuning seperti hari itu, kejadian itu ketika ankku Yahya masih kecil, tangan dipegangkan di kaca jendela, berasa panaaaas sekali...

Sesudah hujan debu, tentulah kerja bakti..semua nya berdebu...

Diambil dari Aljazeera english, beginilah suasana protest di Mahalla yang merupakan daerah perindustrian, menuntut kenaikan upah, di sela menaiknya harga 2 barang yang tidak terkendali, membuat kemarahan mereka yang melihat sudah tidak rasional lagi, sementara pemerintah hanya berdiam..

Perlu diketahui, sebelum adanya demo ini, seluruh mesir diberi tahu dahulu tentang adanya demo yang akan terjadi di hari ini, bukan hanya di Mahalla tapi di Cairo sebagai pusat pemerintahan, bertampat di tahrir dan merangsek sampai Cairo University..


Import.flv (3.8 MB)

Photo AlbumMedan Attaba.. (6 photos)Mar 21, '08 9:36 PM
for everyone

Mungkin anda yang pernah membaca Novel Ayat Ayat Cinta, akan membaca satu tempat yang disebut Maydan Attaba..Diceritakan bahwa Attaba sebagai pusat belanja yang murah, dimana Fahri membeli hadiah untuk Ulang tahun Yusuf dan Madame Nahid..

Alhamdulillah pada Januari tahun ini saya sempat foto sedikit ttg Maydan Attaba ini, lokasi dibawah jembatan ppas medan itu terletak..
Sangat sibuk dengan aktifitas perdagangan, dan mobil yang lewat pun harus sabar mengantri, agar bisa berjalan..

Photo AlbumKemenangan Mesir, Kemenangan Semua.. (12 photos)Feb 23, '08 7:23 AM
for everyone

Bila anda hidup Mesir, maka akan terasa sekali mereka mencintai Sepak bola. Baik Anak-anak, remaja maupun dewasa juga orang tua.

Ketika Malam Final melawan Kamerun, dengan kemenangan 1 - 0 gol yang diciptakan oleh Abou Treka, pemain kesayangan Mesir, yang sebelumnya membuat sensasi dengan membuka kaos merah seragam negaranya, terlihat kaos putih dgn tulisan Symphatize With Gaza ..

Foto dibawah ini saya ambil pas malam kemangan itu di lokasi pertemuan jalan Mossaddak dan Mohyidien Abul Ezz. Suasana orang tumplek blek merasakan kemenangan Sepak Bola Mesir. Ngga tanggung - tanggung ibu ibu pun turun ke jalan bareng yang muda2, saya cuma nyengir aja lihatnya...

Saya teringat kembali, ketika tadi pagi pas membahas Al Qur'an surah Yaasin membuka kembali bagaimana kiprah Abou Treka ketika membuat Gol ketika melawan kesebelasan Sudan, membuka kaos merah negaranya dan menunjukan tulisan symphatize with gaza, dilihat dari sudut proses Abou Treka sudah memperhitungkan dirinya bisa buat gol, lalu sudah punya kaos itu, dan bagaimana bisa buat kaos yang buat panas Israel sehingga foto itu langsung tiada di Google.. Betul betul seseorang yang mampu mereflesikan keimanannya. Pengasuh kajian tafsir berujar bagaimana dengan kita, sanggupkah kita seperti Abou Treka, yang mampu memunculkan keimanan ketauhidan yang diulas dalam surah Yaasin ayat 13 - 30..

Saya hanya melenguh, bernafas berat....


Hari Sabtu kemarin, kami sekeluarga mengunjugi pameran buku yang setiap tahun diadakan. Dan kami jarang absen untuk mengunjunginya, karena senangnya melihat buku2 murah yang mungkin di Indonesia bisa dibeli namun dengan harga yang amat mahal, di Egypt ini, Alhamdulillah kertas disubsidi dari pemerintah, sehingga jangan heran cetakan mesir lebih murah harganya dibandingkan cetakan negara lain, negara teluk sekali pun.

Saya kemarin nitip kawan untuk beli kitab Turats "Albidayah wa Nihayah" karangan Ibnu Katsier harganya hanya LE 28,5 (1 Pound Mesir = Rp 1700), bukunya ada 10 jilid...

Saya ngga heran yang datang banyak sekali walau pun hujan dan awan mendung terus menggantung tidak mengurangi semangat mereka untuk datang dan membeli buku di pameran ini..

Kelebihan pameran adalah, buku mudah dicari, dan dapat discounts pula..

Bila ada yang dari luar mesir, bisa membelinya via kawan, dan jangan khawatir ada countainer yang menyediakan fasilitas jasa antar kitab sampai depan pintu.. (he he he promosi jasa kirim orang lain, bukan saya lho)..

Untuk adik adik Mahasiswa yang belum lulus atau pun sudah lulus, ada sebuah artikel menarik yang dipublikasikan di Hidayatullah.com..

Sengaja saya tak menguranginya, namun sungguh amat menyentuh saya sebagai orang yang punya pengharapan yang sama..Saya sangat terenyuh, apalagi melihat kenyataan di Indonesia tak setiap orang mendapatkan apa yang diharapkan, sehingga banyak diantara kalian yang berhidmat ke negeri sebrang bukan negeri yang membesarkan kalian..

Suatu kenyataan pula, negeri kita kurang merespon yang baik terhadap kalian, namun bukankah itu namanya perjuangan...bukankah Rasulullah SAW juga berjuang dengan segala kepahitan untuk menegakkan kalimat Allah...

Tak Ada kata Nasionalisme mungkin, namun bukankah Allah SWT ajarkan kita lewat Al Qur'an, manakala tertera dalam kalam Nya. At Taubah Ayat 122, "Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya." Saya sangat awam sekali dalam agama, namun yang dimaksud kaumnya oleh Allah SWT tadi bisa jadi bangsanya, yang membesarkannya...

Akankah kita berhidmat kepada negeri lain...??

Maafkan saya bila mengusik perasaan kalian, tolong difahami, negeri ini membutuhkan kalian..Indonesia menunggumu dek...

Ini saya Kutipkan dari Pak Adian Husaini..

“Selamat Datang, Pendekar-Pendekar Al-Azhar!”

Senin, 24 Desember 2007

Di tengah maraknya lulusan Barat gandrung ‘hermeunetika” lahir pula sarjana Islam  yang masih lurus. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-218

Oleh: Adian Husaini

Pada hari Sabtu (15 Desember 2007), INSISTS mengadakan acara tasyakkur atas kelulusan peneliti INSISTS, Fahmi Salim Zubair MA, sebagai master dalam bidang tafsir di Universitas al-Azhar Kairo. Pada 4 Desember 2007 lalu, Fahmi Salim dinyatakan lulus dengan predikat Summa Cum Laude (Penghargaan Tingkat Pertama), setelah berhasil mempertahankan Tesis-nya yang berjudul "KHITHABAT DA'WA FALSAFAT AL-TA'WIL AL-HERMENUTHIQI LI AL-QURAN; 'ARDL WA NAQD" (Studi analitis-kritis diskursus filsafat Hermeneutika Al-Quran).

Fahmi menyelesaikan tesisnya di bawah bimbingan dua guru besar Tafsir dan Ilmu-ilmu Al-Quran, yaitu Prof. Dr. Abdul Hayyi Husein Al-Farmawi dan Prof. Dr. Abdul Badi’ Abu Hasyim. Adapun para penguji tesis Fahmi Salim adalah: Prof. Dr. Salim Abdul Kholik Abdul Hamid (Guru besar Tafsir dan ilmu-ilmu Al-Quran) dan Prof. Dr. Ali Hasan Sulaiman (Guru besar dan Ketua Jurusan Tafsir dan Ilmu-ilmu Al-Quran, Fakultas Dirasat Islamiyah, Univ. Al-Azhar).

Tentu saja, prestasi akademik Fahmi Salim ini bukan hal yang biasa. Ini termasuk luar biasa. Selain meraih penghargaan tertinggi, diakui oleh para penguji, bahwa tesis Fahmi Salim adalah tesis pertama di Universitas Al-Azhar yang mengupas tuntas tentang Hermeneutika Al-Quran. Karena itulah, tesis ini direkomendasikan agar dicetak atas biaya universitas dan didistribusikan ke universitas-universitas lain.

Di tengah ’kegandrungan’ kalangan akademisi di Perguruan Tinggi Islam di Indonesia untuk menggusur Ilmu Tafsir dan menggantikannya dengan hemeneutika, tesis Fahmi Salim ini menjadi sangat bermakna. Melalui tesisnya, Fahmi Salim berhasil mengupas hakekat hermeneutika sebagai ilmu atau seni memahami teks yang sudah lama berkembang dan mengakar dalam teologi, filsafat dan sastra barat. Perspektif hermeneutika filosofis atas pemahaman eksistensial secara umum dan pemahaman teks secara khusus merupakan terobosan mutakhir dan tidak pernah dikenal sebelumnya. Diskusi dan perdebatan seputar sah tidaknya aplikasi hermeneutika untuk Al-Quran juga betul-betul tidak ada presedennya dalam benak para ulama muslim yang masih meyakini keampuhan metode tafsir dan takwil klasik dalam memecahkan isu-isu kontemporer.

Upaya aplikasi hermenuetika untuk menafsirkan Al-Quran memang telah menggugat teori penafsiran klasik sebagaimana dalam pembahasan Ushul Fiqh dan Ulumul Quran. Tesis ini memaparkan beberapa hal penting, yakni: perbandingan konsep takwil dalam tradisi keilmuan Islam dan hermeneutika di Barat dan akar-akar historis bagi upaya penerapan hermeneutika dalam kajian Al-Quran. Bab ketiga mendiskusikan secara kritis-analitis berbagai isu utama dan mendasar dari teori tafsir model hermeneutika semisal (1) klaim historisitas wahyu/teks Al-Quran dan pengaruhnya terhadap konsep I'jaz Al-Quran, sejarah kodifikasi Al-Quran dan pentakwilan Al-Quran, (2) klaim kritik literatur/sastra dan kritik sejarah atas wahyu Al-Quran dan biasnya terhadap konsep kisah-kisah Al-Quran dan prinsip-prinsip semiotika Al-Quran, (3) klaim hubungan dialektis-materialis antara wahyu Allah yang absolut dan realitas manusia yang nisbi dan biasnya terhadap konsep 'Sababun Nuzul' dan serta mengubah hukum yang pasti (Qath'iyyat) di dalam Al-Quran.

Dengan tesisnya tersebut, kita patut bersyukur, karena baru pertama kalinya, ada seorang sarjana tafsir dari al-Azhar yang sekaligus mendalami masalah hermeneutika. Lebih penting lagi, selama ini Fami Salim juga dikenal cukup aktif dalam menulis dan mengajar. Harapan kita semua, ilmunya bermanfaat untuk menjernihkan masalah hermeneutika dan selama ini dianggap sebagai alternatif tafsir untuk menggusur metode tafsir klasik yang telah digunakan umat Islam selama lebih dari 1400 tahun.

Sebagaimana telah kita uraikan pada banyak tulisan, masalah hermeneutika ini sangat penting untuk dikaji dan ditelaah, karena inilah salah satu pintu masuk yang sangat stretegis untuk meliberalkan ajaran Islam, sebagaimana telah dilakukan oleh kaum Kristen liberal. Berulangkali kita mengimbau dan menjelaskan, tidak seyogyanya para cendekiawan Muslim mudah terlena dan terpukau dengan hal-hal baru yang kelihatan gemerlap, yang datang dari Barat, padahal tidak berkhasiat, bahkan membawa mafsadat bagi umat.

Namun, pada sisi yang lain, kita juga mengakui, bahwa para Sarjana Tafsir dan Ilmu-ilmu Al-Quran di Indonesia perlu bekerja keras untuk mewujudkan literatur-literatur dalam Studi Al-Quran yang tidak keluar dari konsep keilmuan Islam, tetapi sekaligus juga mampu menjawab tantangan zaman. Kita patut bersedih, bahwa selama ini, banyak sarjana Tafsir dan Ulumul Quran yang mumpuni keilmuannya, tetapi tidak sanggup menulis atau tidak ada waktu untuk menulis buku-buku yang berkualitas ilmiah yang tinggi karena ada kesibukan lain. Karena itu, sekali lagi, kita patut bersyukur atas prestasi luar biasa yang diraih oleh Fahmi Salim dan berharap dia mampu merintis jalan baru dalam menggairahkan studi Al-Quran di Indonesia.

Sebenarnya, disamping Fahmi Salim, kita juga sedang menunggu kepulangan seorang doktor dalam bidang syariah yang berhasil meraih gelar doktornya pada 21 Oktober 2007 dari Universitas al-Azhar. Namanya Dr. Ahmad Zain An-Najah. Pria asal Klaten ini berhasil mempertahankan disertasi doktornya dengan judul "Al-Qadhi Husain wa Atsaruhu Al-Fiqhiyah". Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia perwakilan Mesir ini juga lulus dengan predikat Summa Cum Laude, setelah berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan pakar fikih perbandingan (fiqh muqarin) Prof. Abdullah Said serta Prof. Ahmad Karima dan diuji di hadapan sidang penguji yang terdiri atas Prof. Sa’duddin Hilaly dan Prof. Ibrahim Badawi.

Zain an-Najah meraih gelar S-1 nya di Universitas Islam Madinah. Selama ini, Zain an-Najah juga menjadi ketua Majlis Tarjih dan Tajdid Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah Kairo. Dengan prestasi yang sangat tinggi itu, tentu kita berharap, Dr. Zain an-Najah akan segera kembali ke Indonesia dan mengaktifkan diri dalam perjuangan penegakan aqidah dan syariah Islam di Indonesia, yang tak henti-hentinya menghadapi tantangan hebat dari berbagai kalangan, baik dalam maupun luar negeri.

Sebab, kadang kita banyak menerima pertanyaan, mengapa yang aktif dalam perjuangan penegakan syariah justru bukan sarjana syariah? Sebaliknya, mengapa semakin banyak bermunculan sarjana-sarjana syariah yang justru aktif menolak syariah. Bukan rahasia lagi, sekarang ini banyak dosen syariah yang aktif berjuang merombak hukum Islam yang dianggap tidak sesuai dengan konsep HAM dan kesetaraan gender. Seorang mahasiswa S-2 bidang syariah di Bandung bercerita bahwa pada sesi-sesi kuliah yang dia ikuti, jarang sekali ada dosen yang menekankan perlunya syariah Islam ditegakkan. Bahkan, banyak yang mengajarkan perlunya Dekonstruksi Syariah. Karena itu, dalam situasi yang seperti ini, kita memang berharap banyak pada para pakar syariah seperti Dr. Zain an-Najah ini.

Tetapi, kita sadar bahwa iklim Indonesia saat ini tidaklah kondusif bagi para sarjana agama yang berkualitas. Begitu mereka balik ke negerinya sendiri, maka mereka akan dihadapkan pada situasi yang serba sulit. Tidak banyak kalangan umat yang antusias menyambut kedatangan mereka. Banyak yang tidak peduli. Jangan ditanya lagi sikap pemerintah, termasuk yang bergerak di bidang pendidikan. Nyaris mustahil untuk berharap, orang-orang seperti Fahmi Salim atau Zain an-Najah akan disambut dan dijamu oleh Presiden di kediamannya, sebagaimana peserta Asian Idols. Jangan berharap juga, para menteri akan berlomba-lomba memberi penghargaan ratusan juta rupiah, seperti penghargaan yang diterima oleh peraih medali emas di Sea Games.

Juga, kita tidak mudah berharap, orang-orang kaya di negeri kita berbondong-bondong menginfakkan hartanya untuk mendukung perjuangan para intelektual berbakat seperti Fahmi Salim dan Zain an-Najah. Jangan pula berharap, para pejabat atau pimpinan partai Islam berebut mengucapkan selamat dan menyambut kedatangan para sarjana Muslim ini bandara. Kita maklum, dalam era kejayaan para selebritis ini, hanya para penghibur yang akan mendapat penghargaan tinggi. Media massa kita rata-rata belum tertarik mengangkat berita-berita seperti ini, sebab dinilai bukan berita yang “bisa dijual”. Hingga kini, hanya mereka yang berjaya dalam dunia olah raga dan hiburan yang akan mendapat tempat tehormat di media massa.

Inilah kondisi negara dan masyarakat yang sakit, masyarakat yang jauh dari tradisi ilmu. Masyarakat yang tidak menghargai ilmu dan para ilmuwan. Pada saat bersamaan dengan Sea Games di Thailand, di negara yang sama, sejumlah pelajar Indonesia juga berhasil meraih prestasi yang menggembIraqan dalam Olimpiade Astronomi dan Astro-Fisika. Tapi, berita itu pun tidak seheboh berita kemenangan beberapa atlit Indonesia di Sea Games.

Kita maklum akan kondisi negara dan masyarakat seperti itu. Kondisi ini bukan untuk diratapi. Justru, inilah tantangan besar dan menarik yang harus diatasi oleh para intelektual seperti Fahmi Salim atau Zain an-Najah. Tidak sepatutnya para intelektual itu menyerah pada keadaan. Mereka sudah dikaruniai ilmu yang tinggi oleh Allah SWT. Amat sedikit orang Muslim yang berhasil meraih prestasi akademik yang tinggi di Universitas al-Azhar. Ilmu dan prestasi yang mereka raih adalah amanah dari Allah, yang harus digunakan untuk perjuangan Islam.

Pada CAP-213 yang lalu, kita menelaah riwayat hidup Mohamamd Natsir, tokoh yang berani mengambil pilihan terjun ke kancah perjuangan umat, meskipun mendapat kesempatan kuliah di Batavia untuk menjadi Meester in de Rechten. Ketika itu, terbuka juga peluang Natsir untuk menjadi pegawai negeri dengan gaji tinggi. Tapi, Natsir memilih jalan yang jarang dipikirkan oleh orang banyak ketika itu. Dia memilih terjun langsung dalam kancah perjuangan umat; mengamalkan ilmunya untuk aktif sebagai guru di sekolah Islam dan berdakwah di tengah masyarakat. Ia lebih memilih hidup di tengah umat dan merasakan langsung detak nadi jantung kehidupan umat Islam.

Natsir adalah orang yang haus ilmu. Disamping terus menimba ilmu kepada para ulama, terutama A. Hassan, di Kota Bandung, Natsir mulai aktif dalam organisasi Jong Islamiten Bond (JIB). Di sini dia sempat berinteraksi dengan para cendekiawan dan aktivis Islam terkemuka seperti Prawoto Mangkusasmito, Haji Agus Salim, dan lain-lain. Sejak duduk di bangku sekolah AMS (setingkat SMA), Natsir sudah mulai terlibat dalam polemik tentang pemikiran Islam. Pengalaman pertama terjadi ketika seluruh kelasnya diundang oleh guru gambar untuk menghadiri pidato seorang pendeta Kristen bernama Ds. Christoffels, tahun 1929. Pidatonya berjudul ”Quran en Evangelie” dan ”Muhammad als Profeet”. Meskipun disampaikan dengan gaya yang lembut, Natsir melihat pidato si pendeta itu sesungguhnya menyerang Islam secara halus. Esoknya, pidato itu dimuat di surat kabar ”A.I.D.” (Algemeen Indish Dagblad). Natsir kemudian menulis artikel yang menjawab opini sang pendeta, melalui koran yang sama.

Natsir bukan orang yang menumpuk-numpuk ilmu di kepalanya untuk sekedar dihafal atau disimpan dalam benaknya sendiri. Pengalamannya dalam perjuangan Islam telah membawanya kepada cakrawala baru. Natsir memimpin Jong Islameten Bond cabang Bandung tahun 1928-1932. Ia sudah biasa menulis dan berceramah dalam bahasa Belanda – bahasa kaum terpelajar saat itu. Ketika duduk di kelas akhir AMS, Natsir sudah menulis kitab Pengajaran Shalat dalam bahasa Belanda dengan judul ”Komt tot het gebed”.

Berkaca pada pengalaman Nastir itu, kita berharap, para sarjana dan cendekiawan Muslim bersedia menimba pelajaran dan pengalaman langsung dalam kancah perjuangan umat. Dalam arena perjuangan inilah, akan dirasakan nikmatnya ilmu dan perjuangan.

Sekali lagi, kita ucapkan selamat kepada Fahmi Salim MA dan Dr. Zain an-Najah. Kita tunggu kiprah mereka dalam kancah perjuangan umat Islam di Indonesia yang tak henti-hentinya dirongrong paham-paham yang merusak aqidah dan pemikiran Islam. Semoga, kehadiran mereka di Indonesia, menambah daftar para ’Pendekar al-Azhar’ yang mengajarkan ”ilmu putih” yang ampuh dalam pembinaan aqidah umat dan sekaligus ’membereskan’ beberapa rekan seperguruan mereka yang kini aktif menyebarkan ’ilmu hitam’ ke tengah masyarakat.  [Depok, 21 Desember 2007/www.hidayatullah.com]

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan www.hidayatullah.com


ReviewReviewReviewMalee robbun siwa (sejuta harapan)Dec 14, '07 1:32 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Pop
Artist:Da'i Nada
Sebuah lagu, kreatif anak negeri di negeri kinanah ini, sejuta harapan, mulai disampaikan dengan musik..namun saya lebih senang yg tanpa music..Malee Robbun Siwa..


Sejuta harapan yang aku sandarkan
Seberkas cahayaMu untuk terangi jalanku

Tanpa rahmat ampunMu
Tanpa kasih sayangMu
Hampa terasa hidupku

Ku ingin bersamaMu
Dekat selalu denganMu
Bahagia bersamaMu

Ya Allah
Terangilah gelap hitam hatiku
Sucikanlah hati ikhlas untukMu
Terangilah gelap hitam jalanku
Sucikanlah hati ikhlas untukMu


LinkTafsir Al Muntakhab..Dec 2, '07 1:24 AM
for everyone
Link: http://www.islamic-council.com/qurani/def1.asp

Sebuah tafsir persembahan dari Al Azhar Via Menteri Wakaf, kami mengadakan pengajian Sabtu pagi salah satunya yg di pakai adalah kitab tafsir ini, sudah dicetak di Mesir dalam bahasa Indonesia harganya setara Rp 70rb-80rb. Satu harga yg murah u/ satu buku yg tebal...

LinkTrailer "Ayat Ayat Cinta"Nov 27, '07 1:40 AM
for everyone
Link: http://www.mdpictures.net/index2.html

Akhirnya, setelah lama mengalami perdebatan panjang, dan masa shooting yg lama, kita bisa menikmati karya dari Lulusan Cairo ini..

Shootingnya juga ada yg mengambil di daerah Mesir ini

Yang di Indonesia, sudah bisa mempunyai dan menonton film ini dibandingkan kita...Selamat Kang Abik...

Blog EntryKawin Kontrak...minus Gawwaz Urfi..Nov 25, '07 3:01 AM
for everyone

Kriiiiiiing..

Suara telepon ..ku angkat dan terdengar suara lembut disana.."Assalamu'alaikum..apa kabar e mbak, lama ngga ketemu, kemarin aku telpon terus, tapi ngga ada yang angkat.. sampeyan kemana sih??"..

Ku bilang, maaf, teleponku rusak, sering tercabut kabelnya, maklum...

Akhirnya setelah bermujamalah (basa basi) sedikit, dia cerita (sebut saja namanya Leni), kalau agak kesulitan mendapatkan iqamah (ijin tinggal) di mesir, karena habis dan Bossnya yg kemarin sedah pulang ke negerinya, dia ganti cari pekerjaan, dan ternyata ada yg menerima dengan baik dan dengan gaji besar..sebagai apa saya tidak begitu tahu..

Hanya kesulitannya sekarang adalah , Leni ini sudah tidak punya ijin tinggal lagi, padahal dia mau kerja untuk menafkahi anaknya yang dia tinggal di Indonesia diasuh oleh ibunya yang sudah tua..

Bossnya yang ini menganjurkan untuk mendapatkan iqamah dengan cara nikah dengan salah satu anak buahnya, tentu saja setelah menikah dengan Orang asli Mesir ini Leni akan mendapatkan ijin tinggal selama 5 tahun dan bisa bekerja..(Egypt sangat protect dengan pekerja luar, sehingga penyaluran tenaga kerja asing dibatasi sekali)..

Menariknya, kata mbak Leni lagi, dia menikah tapi tidak usah kumpul, tidak usah mengerjakan kewajibannya sebagai istri, malah dia harus bayar sebesar L.E 3000 (tiga ribu pound ) Dollar sekarang 1 $ = 5.51 Le..Kepada "suami"nya itu..Dan ditambahkan oleh dia, hal ini biasa, si laki2 ini juga baru cerai dari wanita India untuk kasus yang sama. Leni bilang, ini lebih menguntungkan dibandingkan kawin betulan, banyak ongkos yang keluar ditambah ada hak dan kewajiban ditambah bagaimana nanti kalau bercerai..

Bagaimana tidak cenat cenut kepala ini...

Jadi dimana kesucian pernikahan...

Belum selesai cenat cenutnya, Leni bilang,  "Ini hanya main-main"., ketika saya tanya, "Mbak, kok seperti mainan?"..

"Iya ini memang Play game, hanya main2, saya butuh ijin tinggal, si laki2 itu butuh duit, ketika sudah keluar ijin tinggal, saya bayar dia, setelah lima tahun, kami bercerai. Bossku itu bilang sama si laki2 anak buahnya itu, "Kamu, hati2 jangan macam2 sama Leni, dan tidak boleh mengapa2kannya"..Bossku malah bilang gitu mbak..dia care banget sama aku..jadi menurut mbak gimana??"

, Saya ngga tahu harus bilang apa, hanya kesel dan geram banget, kok ada orang yang mengkelah2 hukum suci ini, hanya untuk sepeser uang..Tapi saya harus jaga emosi, biar ngga kebawa kemana2.."Mbak, saya mau nanya mbak ngga bicara halal haram kan??"

"Kan ini cuman main2 mbak!"

"Ya'ni musfahim dih halal wala harom??", (keluar deh mesirnya), saking gemesnya.."Saya ngga mau komentar mbak, mbak lihat dari sisi nurani mbak sendiri, ini halal apa haram, kalau saya bilang haram atau halal, nanti mbak sepertinya ngga punya pegangan, saya sarankan mbak tanya sama Darul Ifta (Lembaga pengeluaran Fatwa Agama), disana ada mufti yang bisa menjelaskan segala permasalahan hidup, dilihat ini halal apa haram...."

Rupanya dia mengerti kalau saya marah, maka buru2 dia mengakhiri pembicaraan dengan saya..

Ya Allah, saya ngga sanggup lagi untuk mikir, dimana syari'at Mu, kesucian syari'at Mu untuk dipakai bukan untuk main-main..

Bagaimana nantinya kalau zaman sekarang aja sudah begitu gampangnya orang untuk menyepelekan Syari'atmu, susah bernafas rasanya..

Setelah agak reda, kucoba menghubungi salah seorang kawan, kandidat Doktor di bidang Hadist, kucurahkan permasalahan yg ada, dan saya tanya benar nggak saya bersikap kepada Leni tadi itu..Kawanku mencoba menerangkan, memang begitulah kehidupan sekarang, semuanya serba dipermainkan untuk mencapai tujuan materi, setelah kemarin shock dengan adanya Nikah 'Urfi(Nikah Sirri), nikahnya seorang gadis tanpa tahu sanak keluarganya, akhir2 si gadis hamil, dan suaminya pergi dari tanggung jawab, di Mesir ini sudah banyak cerita seperti itu..dan membetulkan sikap saya, memang kalau bicara Tenaga Kerja Wanita itu tak ada habis2nya..

Eh sekarang dah ada lagi Kawin Kontrak, kawin berjangka, tanpa ada hak dan kewajiban, tanpa ada istilah Keluarga, sepertinya ..minus Gawwaz 'Urfi  (nikah sirri khas mesir)..


VideoDJ Qommunity Radio di Tarhib RamadhanNov 23, '07 8:57 PM
for everyone
Suaranya Bagus...Subhanallah


100_1316.mov (23.8 MB)


Pada hari Kamis malam Jum'at. kami semua mengadakan acara perkenalan Dubes yg baru datang, sebenarnya sudah lama kami mendengar kabar yang dinantikan karena kesimpang siuran, siapa yg mau ditempatkan jadi Dubes di Cairo. Mulai dari nama Dr. Surachman, Dr. Alwi shihab, dan terakhir Bapak Abdurahman Fachir. Kami bersyukur dengan kehadirannya, moga memberi suasana semangat gairah kerja yang baik.

Ternyata beliau pernah berkunjung ke Cairo sebanyak 3 kali..termasuk bersama Ibu Megawati Soekarnoputri ketika Ibu Mega menjabat presiden RI..

Banyak yang hadir dalam acara tersebut, walaupun sudah ada kursi yg disediakan , tapi para undangan lebih memilih bergabung di belakang, alhasil Pak Fachir pun menikmatinya pula di belakang, padahal kursi untuknya sudah disiapkan di depan..

Sajian hiburan sangat lengkap, setelah Bapak dan Ibu Fachir mengenalkan diri, mengusir hawa dingin yg mulai merasuk Cairo. Mulai dari Pop, dangdut, salsa, juga pop daerah. Para tamu juga turut menyumbangkan lagunya, suara yg bagus dari Pak Thamrin, dari departemen pertambangan dan energi, turut meriahkan suasana dengan lagu daerahnya "Alusio". Juga IWA dengan dangdutnya..

Akhirnya Pak Dubes pun bernyanyi dengan suara yg bagus banget, bariton khas, menyanyikan lagu Barat dan satu lagu Philipina (because of you) duet bareng Ibu..

Ini beberapa jepretan yang saya ambil...

VideoUlang Tahun Ibu Yasmin Sukmawira Fachir Nov 19, '07 1:50 AM
for everyone
Waktu pengajian di wisma Duta, kita ngga nyangka kalo bu Yasmin ulang tahun..sederhana kita rayakan sambil berdo'a untuk kebahagiaan Ibu dan keluarga...


100_3600.mov (4.5 MB)

Blog EntryPerpisahan dengan Om EkoNov 19, '07 1:13 AM
for everyone

Om Eko biasanya kami panggil untuk salah satu personel Ta'mir Masjid Indonesia Cairo. Ramadhan kemarin mengadakan perpisahan dengan kami, warga masjid Indonesia di Cairo, sehubungan telah selesainya masa kuliah dia di Cairo, dengan menambah embel2 Lc di belakang namanya…

 

Perpisahannya diadakan sangat sederhana sekalian dengan acara buka bersama, kami mendengarkan ucapan perpisahannya, yg bagi saya pribadi mungkin malah baru mendengarnya..

Beliau bertutur kepulangannya adalah suatu kewajibannya setelah menuai ilmu di Mesir ini telah menunggu lahan ibadah untuk mengamalkan ilmunya dan seorang istri yg menunggu lama kedatangan sang suami tercinta…

 

Yang menarik adalah masa perkenalan mereka, karena salah sms, sebab Om Eko yg pernah menjabat Ketua GAMAJATIM, bersahabat dengan salah satu teman calon istrinya itu. Dari SMS berlanjut, sampai orang tua pun saling berkunjung, dan akhirnya lamaran pun terjadi. Padahal Om Eko masih di Mesir. Om Eko maunya nanti dulu setelah setelah kuliah namun keluarga sang calon Istri meminta untuk secepatnya. Entah gimana ceritanya, saya dengar dari cerita om Eko, dia baru saja bangun dengan hanya ditemani 2 orang yg kebetulan bermalam di Masjid terjadilah Ijab Qabul via telepon. Sehingga akan menjadi kenangan dari Om Eko, kamar Ta'mir masjid yang menjadi tempat sejarah pernikahan mereka…

 

Do'a Kami Moga menjadi keluarga mawwaddah wa rohmah, selamat dunia akherat, bisa meraih amal yg banyak di tanah air…

 

  Ada satu lagi yg menarik yg dikatakan oleh Om Eko, :"Janganlah karena kita menjadi Ta'mir masjid (yg kita tahu bagaimana kesibukan mereka untuk memakmurkan masjid) terlupa dengan tugas utama yaitu belajar, sehingga kegagalan study selalu mengiringi, dan kegiatan masjid selalu dijadikan alasan atas kegagalan yg  didapat." Hal ini menjadi pemicu bagi kawan2 Ta'mir masjid lainnya untuk sukses segala2nya. Ya di Masjid ya di Kuliah…

 

Semoga ya, moga Om2 masjid yg lainnya ngga berlama2 di Kuliah..sukses semuanya..

Blog EntryRadio Qommunity...Oct 22, '07 10:22 AM
for everyone

Untuk teman2 MP semua yg dirumah kompinya punya fasilitas Winamp. Gabung yah dengan radio qommunity ini. Ini merupakan kreatifitas saudara muslim kita yg bercita2 untuk menyebarkan Islam via radio yg bisa diakses ke seluruh jaringan International via net..

Radio ini ada 2 studio, studio 1 ada di jerman dan studio 2 ada di Cairo..

Banyak kajian2 yg diangkat dari masalah umum, kajian tafsir, kajian fiqh, kajian muslimah tidak ketinggalan dihiasi dengan untaian lagu2 nasyid yang sangat kita sukai..

Pengisi kajian yang tidak asing lagi untuk wilayah Cairo dan sekitarnya bahkan sekarang sudah mendunia, Dr. Ahmad Zein Najah, Fadlolan Musyaffa.MA, Zulfi Akmal.MA, Yuli Yasin.MA dan masih banyak lagi..dipandu oleh para DJ yg piawai untuk menjembatani penceramah dan pemirsa.

Teman2 bisa buka websitenya di www.qommunityradio.info

Untuk mendengarkan siarannya di buka di www.qommunityradio.de/listen.pls     tentu harus punya fasilitas winampnya dulu..

Untuk menyampaikan opini atau call langsung bisa gabung dulu ke q2eradio@yahoo.com setelah di add anda bisa call langsung atau menyampaikan opini, untuk kirim salam atau untuk ikut mencerahkan dan sebagainya...

Mari kita ramaikan radio ini sekalian untuk mempererat persaudaraan dan yang terutama untuk menambah wawasan Islam kita...

Selamat menikmati...


Pages:12
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.