mimin's posts with tag: pengajian tafsir

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag pengajian tafsir
Blog EntryMarahlah Anda pada Tempatnya...Mar 6, '08 2:49 PM
for everyone

Orang yang mu'min itu ketika dia marah, selalu memberi ma'af.

Imam Syafei berkata,:"Orang yang dimarahi terus ngga marah , maka dia itu keledai (himar)."

Marah yang bagaimana??

Menurut Yusuf Al Qorodhowi : Yang diejek agamanya, tempat ibadahnya, diinjak-injak ajarannya terus dia ngga marah maka dia adalah mayit...

Bila kita disinggung dalam masalah remeh hal itu bisa dima'afkan, namun ketika masalah prinsip tak ada ma'af dan kita wajib untuk membela diri.

Bershodaqoh dengan harga diri maka itu boleh, artinya ketika harga diri anda dilecehkan, terus anda tidak memberikan perlawanan, maka itu bisa dicatat shodaqoh..

Orang Islam perlu mema'afkan dengan 2 kondisi, Dia kita ma'afkan jika dengan kita ma'afkan dia mau tahu diri..Bila tidak (maksudnya malah tidak tahu diri) maka kita boleh lakukan perlawanan..

Dan bila marah pun harus setimpal, tidak boleh sampai melampaui batas, nah yang seperti ini susah banget. Makanya menahan amarah itu maha berat, bukan suatu yang ringan. Sifat yang mendalam dari seorang muslim adalah Sa'jiah yaitu mudah mema'afkan..

Marah karena Allah itu yang mendapat pahala..Bukan berati orang Muslim harus keras dan sangar lho...

Satu kasus ketika Eropa sangat membenci Islam, apa yang dilakukan oleh seorang Pendakwah Muda sekelas Amr Kholid. Beliau begitu apik menyelesaikan masalah ini. Bukan berarti diam atau marah secara frontal, tapi yang dilakukannya adalah mengajak Dialog, karena bisa jadi mereka seperti itu karena mereka tidak tahu apa yang ada dalam Islam. Maka diselenggarakanlah seminar, dengan mengundang beberapa organisasi untuk bertatap muka, selesai seminar, masih ada follow up setiap meja disediakan 1 orang pemuda Islam untuk 5 orang menjawab semua pertanyaan yang berkenaan dengan Islam yang dilontarkan mereka, dan setiap 3 bulan sekali ada misi, juga 2000 buku perpustakaan berjalan...

Ada pesan dari Allah SWT, :" ...dan apabila mereka marah mereka memberi ma'af" (Asy syuura 37). Ini adalah sikap mental jiwa seorang muslim apabila marah maka mereka memberi ma'af. Maka kita diperintahkan pula untuk tidak boleh membuat jiwa orang lain tertekan, Allah perintah kan untuk jangan buat marah orang..

Marah mendapat pahala, dicontohkan oleh prilaku Sayyidina Rasulullah SAW, ketika datang  orang yang punya ide untuk mengubah hukuman seorang pencuri, karena kebetulan yang mencuri adalah seorang penggede, maka bergegaslah Rasulullah SAW ke atas mimbar sambil berkata,:" Andaikan putriku Fatimah mencuri, maka akan di potong tangannya.."

Apabila kita sudah ma'afkan orang bukan berarti kita Ridho dengan kedholiman, bisa sabar dengan kedholiman itu butuh waktu. Maka berlatihlah untuk jangan mudah menuduh orang, refferensikan langsung ke orangnya, bila sudah tahu ada keaiban yang dimiliki oleh teman kita maka tutupilah, karena itu amanah dari Allah SWT, orang yang menutupi aibnya orang maka Allah SWT akan menutupi aibnya nanti di akherat...

Ya Robb, semoga aku selalu berada di Jalan Mu...

 


Blog EntryAl Hadist...Mar 6, '08 2:08 PM
for everyone

Urusan urusan saudaramu itu letakkan (anggap) pada suatu titik yang terbaik..Jangan menyangka-nyangka sesuatu kalimat yang jelek padahal  itu masih ditafsirkan yang lain..Barangsiapa yang kecewa terhadap sesuatu, sesungguhnya itu berasal dari kesalahan diri kita..Barang siapa yang mengetahui menyimpan  aib kawannya, sebenarnya itu adalah amanat yang dititipkan oleh Alloh SWT...

Shodaqollohu wa shodaqo rosulullah sholawlohu 'alaihi wa salam..


Al Qur'an Asy Syuura' ayat 25 - ayat ayat 35

25. Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba - hamba Nya  dan mema'afkan kesalahan -kesalahan dan mengetahui apa yan gkamu kerjakan.

26 dan Dia memperkenankan (do'a) orang - orang yang beriman serta mengrjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia - Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras.

27.Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba -hamba Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki - Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba - hamba Nya lagi Maha Melihat.

28. Dan Dialah Yang menurunkan hujan seseudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat - Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.

29. Dan di antara ayat -ayat (tanda - tanda kekuasaan) - Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk - makhluk yang melata  yang dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki Nya.

30. Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan allah mema'afkan sebagian besar (dari kesalahan kesalahanmu).

31. Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari Azab) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung pun dan tidak pula seorang penolong selain Allah.

32. Dan diantara tanda - tanda kekuasaan Nya ialah kapal - kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung - gunung.

33. Jika Dia menghendaki Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal - kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda - tanda (kekuasaan) - Nya bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur.

34. atau kapal - kapal itu dibinasakan - Nya karena perbuatan merka atau Dia memberi maaf sebagian besar (dari mereka).

35. Dan supaya orang - orang yang membantah ayat -ayat (kekuasaan ) Kami mengetahui bahwa mereka sekali - sekali tidak akan memperoleh jalan ke luar (dari siksaan).

Dalam pertemuan kemarin kita membahas tentang ayat yang memberitahukan Bahwa Allah lah yang turunkan Al Qur'an dan kitab - kitab sebelumnya. Dan Al Qur'an adalah rangkuman dari kitab sebelumnya, juga menurunkan Al Mizan :  adalah lambang keadilan yang sifatnya fisik dan material. Islam ajarkan untuk menerapkan keadilan didalam kehidupan kita.

Dalam ayat sebelumnya Alloh mempunyai sifat kepengertian yang memberikan kebutuhan dan menghindarkan kebahayaan.

Ayat 25, lanjutan dari sifat latif dari Allah, yaitu memberikan tobat dan mema'afkan dosa - dosa yang telah lalu. Tapi Allah Maha Tahu dari segala apa yang di tampilkan atau disembunyikan, tobatnya main - main atau sungguhan.!!!

Ayat 26, Orang - orang yang beriman dan beramal sholeh akan mendapat fadhilah dari Allah SWT, seperti yang dikatakan Ibnu Katsier. Sedangkan tafsiran yang lebih universal, supaya menjadi mu'min yang sempurna seorang muslim harus lakukan yakini keimanan dan amal sholeh dan harus dipertahankan maka baru akan mendapatkan pegnhargaan dari Allah SWT. Jadi tidak bisa seorang muslim berdiam diri saja untuk yakini keimanannya tanpa berusaha sekuat tenaga untuk beramal sholeh, dan terus dipertahankan, karena iman itu bisa naik dan bisa turun.

Orang yang beriman selalu Yastajibu Da'watillah selalu beramal sholeh maka selalu yajiidu (menambah) amal sholehnya.

Ayat 27, kalau kita semua kaya, sehat, maka kita akan tenang, begitu dalam benak pikiran kita, namun Allah SWT tidak begitu, Allah beritahu, kalau semua diberi kekayaan dan kesehatan maka dunia ini akan semena2. Maka Allah memmberi tidak semuanya sama, akhlaknya seorang muslim adalah apabila Allah memberi kelapangan kepada kita, maka kita harus memberikan kelapangan yang kita dapatkan itu kepada orang lain juga, (jadi ada beban kewajiban untuk meratakannya). Bila kita diberi kekayaan, maka itu amanah dari Allah utnuk membagikannya ke orang lain, tentu saja boleh kita nikmati, namun sebenarnya bila kita kaya ada kewajiban yaitu haknya orang lain yang dititipkan kepada kita.

Apabila diberi kemiskinan maka mestinya sabar dengan kesempitan yang dipunyai tidak mengeluh terus berusaha dengan cara yang halal, tidak menghujat kepada Allah dengan kemiskinan yang didapatinya. Maka ada hadist dengan dzikirnya orang miskin bisa menghantarkannya ke surga. Karena ketiadaan harta yang mereka miliki, menjadikan dirinya tidak ada beban kewajiban sepeprti orang kaya, bahkan mereka berhak untuk mendapatkan haknya di si kaya.

Ayat 28 sampai ayat 35 , ini bagian dari sifat latiefnya Allah SWT, Maka untuk ramaikan bumi, Allah mengirimkan hujan setelah min Ba'di Maa Qomatu. (setelah ada usaha2 sbelumnya dengan sholat istisqo, atau ikhtiar real lain).

Diantara tanda kekuasaan Allah SWT yang lainnya yaitu diciptakannya Langit2 yang banyak dan satu bumi. Dan semua makhluk hidup yang disebar luaskan di keduannya. Daabah = Makhluk hidup = malaikat, manusia dan binatang.

Dari ayat ini mengisyaratkan adanya makhluk lain diluar bumi. ada Makhluk hidup yang bergerak, mencari sesuatu. Zaman teknologi mengkaji adakah makhluk hidup di luar angkasa, tapi Al Qur'an telah ratusan tahun menyebutkannya, tinggal bagaimana daya tangkap para ulama untuk mengaplikasikannya.

Dan Allah SWT sangat mampu untuk mengumpulkan kembali semua makhluk hidup yang Dia ciptakan.

Ayat 30, Musibah itu sering muncul akibat perbuatan tangan kita sendiri. Sangat tidak boleh kita menyalahkan orang laiin, maka untuk akhlak seorang muslim ketika musibah menimpa dirinya adalah menyatakan bahwa itu akibat dari perbuatan dirinya, maka beristigfarlah, bertobat, itu adalah sebuah peringatan karena kita yang bawa musibah.

Ayat 32, menceritakan tentang perilaku di laut dan di darat. Membahas tentang kekuasaan Allah SWT. Jika Allah memberikan musibah pada sebuah kapal maka itu karena dosa - dosa orang yang naik kapal tersebut. Ini mengisyaratkan kepada kita untuk intropeksi diri, jangan melempar kesalahan kepada orang lain ketika terjadi musibah.

Kepada orang - orang yang membantah atau menolak ayat -ayat Allah SWT, maka coba lah untuk mencari ayat atau dalil dari pembenaran kata - kata mereka. Maka tidak akan bisa. Hal ini menunjukan tak ada pilihan bagi kita untuk mempercayai dan Iman dengan apa yang diberikan Allah SWT. Tidak ada pilihan dalam hidup kita selain MENGIMANI ALLAH SAJA DAN IKUT ATURANNYA.

Musibah adalah suatu peringatan terhadap apa yang kita lakukan, Dalam masalah rejeki, setiap orang berusaha untuk mencapai yang sebanyak banyak nya tetapi Allah SWT memberikan dengan sesuai kadarnya (ukurannya). Allah Maha Tahu seberapa, apa yang diberi, kapan kita diberi.

Terus bagaimana dengan hewan yang kita Kurbankan, apakah mereka masuk surga juga? Para binatang akan dikumpulkan di alam makhsyar nanti, sebatas disana saja, karena mereka akan menjadi saksi atas ketakwaan kita kepada perintah Allah untuk berkurban. Jadi yang dihisab adalah yang berakal saja, sementara itu Ibnu Katsier menambahkan malaikat, dan jin, selain manusia. Binatang menjadi kendaraan kita nanti di akherat.

Dalam ayat 30, dikiaskan beberapa tangan, karena semua pekerjaan dikerjakan oleh tangan maka memakai kata tangan. Bila musibah itu menimpa manusia maka dengan adanya musibah itu akan menghapus kesalahan dosa manusia tersebut, namun untuk para Nabi ujian yang mereka dapatkan adalah dalam rangka untuk meningkatkan derajat mereka.

Setelah melakukan dosa, maka bertobatlah, Apakah semua dosa diampuni?? Semua dosa diampuni oleh Allah SWT, kecuali dosa Syirik. Yaitu Syirik yang terbawa mati. Maka berusaha lah untuk menjaga aqidah kita, jangan sampai kita meninggal dalam keadaan syirik, Naudzu billahi min dzalik.

Kita sering mengartikan rejeki itu dengan Kekayaan, padahal itu pengertian yang sempit. Rejeki itu adalah sesuatu yang menyenagkan dan bermanfa'at bagi kita. Memang betul kekayaan memberi kesenangan kepada kita, namun sesungguhnya kesehatan atau pun kesempatan  juga keberadaan teman, anak istri, suami, merupakan rejeki pula, Dan rejeki yang tak terhingga adalah keberadaan Al Qur'an dan kefahaman kita kepadanya, karena dengannya (Al Qur'an dan kefahaman itu) kita bisa memasuki surga Nya dan mencapai Keridhoan Nya.

Janji Allah SWT, bahwa setiap orang mesti mendapat rejeki, tapi kepada siapa?? kepada Daabah = yang selalu mencari cari, artinya berusaha. Setiap orang yang berusahalah yang akan diberi rejeki Allah itu. Masalah pembagiannya Dia lah yang berhak, Akhlak kita tetaplah berusaha.

Ada sebuah hadist Qudsi : " Diantara manusia itu ada yang cocoknya dia kaya, bila dibuat miskin maka dia akan maksiat, sebaliknya diantara manusia itu juga ada yang cocoknya dia miskin, bila dibuat kaya maka dia tidak akan ta'at." 


Qur'an surat assyura ayat 17 - ayat 24...

17. Allah-lah yang menurunkan kitab dengan (membawa) kebenaran dan (menurunkan) neraca (keadilan). Dan Tahukah kamu, boleh jadi hari kiamat itu (sudah) dekat?

18. Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa hari kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang tejadinya kiamat itu benar-benar dalam kesesatan yang jauh.

19. Allah Maha Lembut terhadap hamba-Nya; Dia memberi rejeki kepada siapa yang dikendaki dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

20. Barangsiapa menghendaki keuntungan di akherat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menhendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akherat.

21. Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diajarkan oleh Allah? Sekiranya tidak ada keketapan yang menentukan (dari) Allah tentulah mereka dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih.

22. Kamu lihat orang-orang yang zalim sangat ketakutan karena kejahatan-kejahatan yang telah mereka kerjakan, sedang siksaan menimpa mereka. Dan orang-rang yang beriman serta mengerjakan amal sholeh  (berada) di dalam taman-taman surga, mereke memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.

23. Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba-hamba Nya yang beriman dan mengerjakan amal sholeh. Katakalah "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas  seruanku kecuali kasih sayang  dalam kekeluargaan". Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan lagi Maha mensyukuri.

24. Bahkan mereka mengatakan;" Dia (Muhammad) telah mengada-adakan dusta terhadap Allah". Maka jika Allah menghendaki niscaya Dia mengunci mati hati mu, dan Allah menghapuskan yang batil dan membenarkan yang hak dengan kalimat-kalimat-Nya (Al Qur'an). Sesungguhnya Dia Maha mengetahui segala isi hati.

Ada beberapa catatan yang bisa saya ambil dari pengajian pada tanggal 15 Desember 2007, pengajian tafsir setiap hari sabtu yang diselenggarakan oleh Masjid Indonesia di Cairo. Dibawah bimbingan Bapak Nurkholis Mukti, kita berdiskusi bersama2 untuk membahas ayat-ayat yang diberikan oleh Allah kepada kita, yang merupakan hidangan yang paling nikmat dan menyenangkan sampai akhir hayat kita juga di akherat kelak. Masing2 kami membawa Tafsir karangan berbagai ulama baik yang dahulu maupun dari zaman sekarang.

Ada beberapa yang bisa menjadi catatan  setelah mengkaji ayat-ayat diatas adalah..

Kemaha lembutan Allah lebih dekat artinya  (dalam arti lain) dengan KeMaha Pengertian. Memberi yang baik dang menghindari yang jelek.. Allah Akan menutupi aib nya kita,, Allah mengerti akan kebutuhan kita. Maha Latief nya Allah diartikan Dzat yang sangat tahu akan segala hal atau masalah yang paling kecil sekali pun.

Sikap orang yang beriman adalah selalu yakin adanya hari akhir, Sehingga orang yang yakin akan merasa kurang terus amalnya, dan berusaha untuk beramal terus sebagai bekal untuk kelak diakherat.

Sifat Allah yang Qowi adalah dalam hal kemauan sedangkan Aziz diartikan Allah Maha Kuat menghalangi rencana orang-orang yang berbuat jahat kepada Islam. Maka sebagai umat Islam, mestinya selalu optimis, karena dukungan penjagaannya dari Allah langsung, tidak usah merasa rugi ketika memakai ajaran Islam, biar orang di luar Islam menggunakan cara jahat dan rencana yang kuat namun Allah akan selalu menghalangi rancana jahat mereka.

Selalulah mengerjakan kebaikan, dan iri akan perbuatan baik itu diperbolehkan yang tidak diperbolehkan adalah iri kepada materi, kepada kekayaan, jabatan, atau kekuasaan lainnya.

"Aku tak menginginkan upah dari da'wah ini, kecuali untuk mencintai keluargaku". Diartikan oleh Syi'ah untuk mencintai keluarga Anak dan cucu Rasulullah SAW, Namun ayat ini kurang tepat diartikan seperti itu, karena ayat ini adalah ayat Makkiyah, Fatimah Azzahra waktu itu belum menikah. Ini pengertian yang kurang universal.

Hamba= 'Abdun adalah sebutan yang mesra (disenangi) oleh Allah. Dalam ayat lain dalam surat Al Furqan dimulai dari ayat 65  - 76 disebutkan ciri2 Hamba yang baik ('Ibadurrahman) dan balasannya. diantara cirinya adalah; Apabila berjalan diatas muka bumi dengan tenang (waqara), Mereka yang selalu melakukan sholat malam, Mereka yang selalu berdo'a agar dijauhkan dari neraka, Orang yang dalam berinfak tidak berlebih2an atau pelit, berada ditengah2, Orang yang tidak menyembah selain tuhan dan tidak melakukan pembunuhan jiwa yang diharamkan oleh Allah, dan tidak melakukan zina, ( termasuk pemulaan untuk melakukan zina, zina mata, zina hati, zina telinga), tidak memberi persaksian palsu, apabila ,elihat sesuatu yang tidak berfaedah tidak mau ikut campur, kalau sudah mendengar ayat-ayat Allah maka tidak ditutup mata dan hatinya, dan orang yang selalu berdo'a meminta ketenangan untuk keluarganya.

Bahwa Allah lah yang mengenalkan Al Kitab dan Allah mengenalkan timbangan (Mizan) supaya perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari selalu seimbang. Tidak boleh satu menindas yang lain. Ada hak dan kewajiban. Kita selalu berusaha agar berukuran kepada Al Qur'an dalam hal Normatif (hal yang ghaib, keimanan, Ibadah) dan berukurab seimbang dalam Materi Kehidupan. Alangkah Indahnya Allah SWT mengajarkan kepada kita untuk selalu berpegang kepada Al Qur'an dan Mizan (Keadilan) dalam kehidupan ini. Karena kita orang Islam maka berlaku Adillah!!

Allah memerintahkan untuk berbuat Adil dan diteruskan Ihsan. Adil itu perbuatan yang baik tapi yang terbaik lagi sesudah  Adil ada Ihsan. Yaitu mema'afkan orang yang salhnya keterlaluan. Diangkat dalam kasus ini adalah kasus Aly Darman (seorang WNI yang menghabisi 4 nyawa satu keluarga WN Malaysia di Mesir ini). Sudah diputuskan Hukum Mati, oleh Mufti Mesir juga tak ada keringanan tetap hukum mati, Bagaimana apakah tidak ada usaha lagi dari keluarga Aly Darman ini??  Pak Qurasih Shihab menasehati kepada keluarga Aly Darman, walau pun memang telah ditetapkan hukum mati, itu bukan takdir, masih ada usaha untuk meminta pengampunan dari keluarga orang Malaysia ini untuk mema'afkan. Itu memang tidak adil, adilnya ya sudah hukum mati saja, namun itulah Ihsan....

Allah menurunkan kitab-kitab yang terdahulu, dan rangkumannya ada di dalam Al Qur'an.

Orang-orang yang beriman selalu bersikap cemas (musfiquun) terhadap datangnya kiamat, Orang yang musfiquun digambarkan orang yang sangat menyanyangi anak kecil, selalu dijaga, jangan sampai sekali terjerumus ke hal yang salah, maka orang2 yang beriman selalu menjaga keimanannya dan selalu beramal untuk bekal kelak di akherat.

Salah satu dari arti sifat kemahapengertiannya Allah (Latief) adalah, Allah selalu memberikan rejeki kepada Hamba Nya yang baik atau pun yang tidak baik (semua dikasih rejeki), emang kalau itu sudah rejekinya pencopet ya dikasih juga, begitu juga yang korupsi, dan Allah mengakhirkan adzabnya, tidak sekaligus ketika hamba Nya berbuat salah langsung diazab (tidak seperti kaum2 terdahulu)

Dan karena sifat  Latief ini Allah pun akan menambah pahala bagi orang yang selalu baik, sebagai tanda terimakasihnya Allah kepada mereka yang selalu menjaga diri untuk berbuat baik. (Innallaha Ghofurrun syakur) Makanya jangan sekali2 untuk punya niat, "Akh sekali-kali berbuat Dosa ga apa2!!" Allah berterimakasih atas Ta'atnya untuk tidak berbuat ma'siat. Suatu perungkapan yang pernah diungkapkan oleh Rasulullah SAW, ketika ditanya oleh sahabat mengapa anda selalu beribadah padahal jelas dijamin oleh Allah SWT masuk surga dan mendapat tampat yang baik di sisi Nya, Jawab Baginda Rasul "Akankah Aku tidak mau disebut Hamba yang bersyukur!" (Alam akun 'abdan Syakuron)..

Bukan hanya sanksi yang diberikan oleh Alah SWT kepada hamba-hamba Nya tetapi untuk hamba yang selalu baik Allah berikan ucapan terima kasih dan pahala yang banyak. Allah SWT tak menyia-nyiakan amalan-amalan hamba Nya.!! Subhanallah

Orang-orang yang berbuat baik, akan selalu memperhatikan keluarganya, Ada suatu kisah di mesir ini, seorang yang sangat rajin ibadahnya, da'wah sana sini, tapi dia merasa keluarganya berada jauh dalam hal peribadahannya, lalu mendatangi Syaikh Muttawali Sya'rawi dan menanyakannya, lalu Syaikh Sya'rawi bertanya;" Apakah engkau sering mengusap kepala anakmu, menciumnya, merangkulnya dan mendekapnya??' tanpa menjawab sepatah kata pun, orang itu pun menangis, karena selam ini memang dia tidak pernah memperhatikan keluarganya.

Ada satu kelengahan yang banyak terjadi di kalangan aktifis da'wah, yaitu mereka yang melupakan keluarga. Sebagai Da'i yang aktif diusahakan ke dalam dahulu, karena keluarga adalah sebagai basic masyarakat Islam, sebagai bapak atau ibu harusnya mengaktifkan anaknya untuk bisa mengapresiasikan segala potensi anak untuk dikerahkan dalam perjuangan Islam untuk menegakkan kalimat La Illaha ilallah..

Kaum yang tidak beriman menantang akan kedatangan hari kiamat, untuk seorang muslim menantang cobaan itu tidak boleh, akan tetapi sikap seorang muslim yang baik adalah bersiap-siap untuk menghadapi cobaan itu bila datang. Dan selalu berdo'a untuk dihindarkan dari berbagai kesulitan.

Dalam hal meminta kepada Allah SWT, dalam ayat 20 surat Asyura ini Allah memberikan tuntunan agar seorang Muslim selalu meminta keuntungan di akherat, artinya Allah selalu mendahulukan akan pahala akherat daripada dunia. Dibolehkan untuk meminta keuntungan di dunia tapi Allah hanya memberikan keuntungan di dunia itu ya sebatas di dunia saja.

Untuk mendapatkan keuntungan dunia dan di akherat itu butuh suatu perbuatan, jadi tidak hanya meminta terus kepada Allah tanpa suatu tindakan, maka sikap real dari manusia tetap dipandang dimata Allah, siapa berbuat dia mendapat.

Keuntungan dengan jalan beramal akherat maka dunia akan terikutkan. Sedangkan beramal akherat (suatu kebaikan) untuk mendapat keuntungan dunia misalnya untuk ketenaran atau kedudukan, maka tiada dapat pahala di akheratnya. Bukan hitung-hitungan yang diberikan Allah hanya sikap seorang muslim untuk tidak mencari keuntungan dunia, karena yang didapatkannya hanya sebatas di dunia saja, semestinya selalu berusaha kaya untuk bisa zakat sebanyak2nya, lain masalahnya kalau dia berusaha untuk kaya sebatas untuk memperkaya diri sendiri...

Dalam suatu kisah disebutkan, Imam Ghazali di masa kecilnya dia berniat sekolah karena untuk mencari makan, sebab zaman dahulu mereka yang sekolah di madrasah masjid2 akan mendapat makan, karena keluarga Imam Ghazali itu juga miskin sebab sudah tidak punya ayah, Imam Ghazali menyuruh adik2nya pun untuk sekolah agar mereka bisa makan. Dan disebutkan juga Sang Imam menulis buku pun niatannya agar menjadikan dirinya terkenal (memang benar bukunya sangat terkenal salah satunya Ihya Ulumudin), sesudah umur 40 thn barulah Imam Ghazali menyadari kekeliruannya, dan itu beliau ungkapkan dalam bukunya, masa usia 40 thn adalah masa matang seseorang untuk mencapai jati dirinya mendekat kepada Robb nya. Jadi dibolehkan utnuk niat dunia, tapi kita usahakan untuk terus memperbaiki niat kita agar kembali ke keikhlasan diri agar tidak merusak amal perbuatan yang kita lakukan.

Salah satu pintu syetan, yang selalu menghalangi orang untuk berbuat baik adalah "Hai itu ada orang, maka berbuat baiklah!", karena kita merasa takut Riya (yang membuat putus amalan seseorang diterima Allah karena diikutnya niat yang lain selain Allah), seketika kita membatalkan perbuatan baik kita, sholat kita, shodaqoh kita karena takut riya' tadi, padahal itu pintu syetan juga. Kita merasa was2 jangan2 ini riya',  maka disitu syetan masuk. Kalau membatalkan sholat karena ada was-was seperti, itu Salah. Kalau muncul niat dunia dan akherat tidak apa-apa, teruslah beramal jangan meutus amalan yang akan kita perbuat, selalu lah memperbaiki niat kita.

Ada satu Hadist yang menarik yang saya dengar kemarin, bekal dari Baginda Rasulullah untuk kita bisa bergaul dengan orang,

  • Urusan saudara-saudara mu itu coba anggap letakkan pada titik yang terbaik
  • Jangan menyangka suatu kalimat yang jelek padahal itu masih bisa ditafsiri yang lain
  • Barangsiapa yang kecewa pada sesuatu itu adalah kesalahan dari diri kita sendiri
  • Barangsiapa yang menyimpan aib kawannya, maka kita harus tetap menyimpannya, karena itu adalah amanat yang dititipkan Allah SWT kepada kita. Jadi ketika kita tahu kejelekan kawan kita, sifat yang tidak baik dari kawan kita, cobalah untuk bersikap bahwa itu adalah amanah dari Allah untuk kita simpan , jangan disebarluaskan kepada orang lain yang membuat kawan kita malu...

Alhamdulillah, kita lanjutan di jurnal berikutnya untuk meneruskan ayat selanjutnya..Insya Allah.. 

    


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.