Qur'an surat assyura ayat 17 - ayat 24...
17. Allah-lah yang menurunkan kitab dengan (membawa) kebenaran dan (menurunkan) neraca (keadilan). Dan Tahukah kamu, boleh jadi hari kiamat itu (sudah) dekat?
18. Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa hari kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang tejadinya kiamat itu benar-benar dalam kesesatan yang jauh.
19. Allah Maha Lembut terhadap hamba-Nya; Dia memberi rejeki kepada siapa yang dikendaki dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
20. Barangsiapa menghendaki keuntungan di akherat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menhendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akherat.
21. Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diajarkan oleh Allah? Sekiranya tidak ada keketapan yang menentukan (dari) Allah tentulah mereka dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih.
22. Kamu lihat orang-orang yang zalim sangat ketakutan karena kejahatan-kejahatan yang telah mereka kerjakan, sedang siksaan menimpa mereka. Dan orang-rang yang beriman serta mengerjakan amal sholeh (berada) di dalam taman-taman surga, mereke memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.
23. Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba-hamba Nya yang beriman dan mengerjakan amal sholeh. Katakalah "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan". Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan lagi Maha mensyukuri.
24. Bahkan mereka mengatakan;" Dia (Muhammad) telah mengada-adakan dusta terhadap Allah". Maka jika Allah menghendaki niscaya Dia mengunci mati hati mu, dan Allah menghapuskan yang batil dan membenarkan yang hak dengan kalimat-kalimat-Nya (Al Qur'an). Sesungguhnya Dia Maha mengetahui segala isi hati.
Ada beberapa catatan yang bisa saya ambil dari pengajian pada tanggal 15 Desember 2007, pengajian tafsir setiap hari sabtu yang diselenggarakan oleh Masjid Indonesia di Cairo. Dibawah bimbingan Bapak Nurkholis Mukti, kita berdiskusi bersama2 untuk membahas ayat-ayat yang diberikan oleh Allah kepada kita, yang merupakan hidangan yang paling nikmat dan menyenangkan sampai akhir hayat kita juga di akherat kelak. Masing2 kami membawa Tafsir karangan berbagai ulama baik yang dahulu maupun dari zaman sekarang.
Ada beberapa yang bisa menjadi catatan setelah mengkaji ayat-ayat diatas adalah..
Kemaha lembutan Allah lebih dekat artinya (dalam arti lain) dengan KeMaha Pengertian. Memberi yang baik dang menghindari yang jelek.. Allah Akan menutupi aib nya kita,, Allah mengerti akan kebutuhan kita. Maha Latief nya Allah diartikan Dzat yang sangat tahu akan segala hal atau masalah yang paling kecil sekali pun.
Sikap orang yang beriman adalah selalu yakin adanya hari akhir, Sehingga orang yang yakin akan merasa kurang terus amalnya, dan berusaha untuk beramal terus sebagai bekal untuk kelak diakherat.
Sifat Allah yang Qowi adalah dalam hal kemauan sedangkan Aziz diartikan Allah Maha Kuat menghalangi rencana orang-orang yang berbuat jahat kepada Islam. Maka sebagai umat Islam, mestinya selalu optimis, karena dukungan penjagaannya dari Allah langsung, tidak usah merasa rugi ketika memakai ajaran Islam, biar orang di luar Islam menggunakan cara jahat dan rencana yang kuat namun Allah akan selalu menghalangi rancana jahat mereka.
Selalulah mengerjakan kebaikan, dan iri akan perbuatan baik itu diperbolehkan yang tidak diperbolehkan adalah iri kepada materi, kepada kekayaan, jabatan, atau kekuasaan lainnya.
"Aku tak menginginkan upah dari da'wah ini, kecuali untuk mencintai keluargaku". Diartikan oleh Syi'ah untuk mencintai keluarga Anak dan cucu Rasulullah SAW, Namun ayat ini kurang tepat diartikan seperti itu, karena ayat ini adalah ayat Makkiyah, Fatimah Azzahra waktu itu belum menikah. Ini pengertian yang kurang universal.
Hamba= 'Abdun adalah sebutan yang mesra (disenangi) oleh Allah. Dalam ayat lain dalam surat Al Furqan dimulai dari ayat 65 - 76 disebutkan ciri2 Hamba yang baik ('Ibadurrahman) dan balasannya. diantara cirinya adalah; Apabila berjalan diatas muka bumi dengan tenang (waqara), Mereka yang selalu melakukan sholat malam, Mereka yang selalu berdo'a agar dijauhkan dari neraka, Orang yang dalam berinfak tidak berlebih2an atau pelit, berada ditengah2, Orang yang tidak menyembah selain tuhan dan tidak melakukan pembunuhan jiwa yang diharamkan oleh Allah, dan tidak melakukan zina, ( termasuk pemulaan untuk melakukan zina, zina mata, zina hati, zina telinga), tidak memberi persaksian palsu, apabila ,elihat sesuatu yang tidak berfaedah tidak mau ikut campur, kalau sudah mendengar ayat-ayat Allah maka tidak ditutup mata dan hatinya, dan orang yang selalu berdo'a meminta ketenangan untuk keluarganya.
Bahwa Allah lah yang mengenalkan Al Kitab dan Allah mengenalkan timbangan (Mizan) supaya perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari selalu seimbang. Tidak boleh satu menindas yang lain. Ada hak dan kewajiban. Kita selalu berusaha agar berukuran kepada Al Qur'an dalam hal Normatif (hal yang ghaib, keimanan, Ibadah) dan berukurab seimbang dalam Materi Kehidupan. Alangkah Indahnya Allah SWT mengajarkan kepada kita untuk selalu berpegang kepada Al Qur'an dan Mizan (Keadilan) dalam kehidupan ini. Karena kita orang Islam maka berlaku Adillah!!
Allah memerintahkan untuk berbuat Adil dan diteruskan Ihsan. Adil itu perbuatan yang baik tapi yang terbaik lagi sesudah Adil ada Ihsan. Yaitu mema'afkan orang yang salhnya keterlaluan. Diangkat dalam kasus ini adalah kasus Aly Darman (seorang WNI yang menghabisi 4 nyawa satu keluarga WN Malaysia di Mesir ini). Sudah diputuskan Hukum Mati, oleh Mufti Mesir juga tak ada keringanan tetap hukum mati, Bagaimana apakah tidak ada usaha lagi dari keluarga Aly Darman ini?? Pak Qurasih Shihab menasehati kepada keluarga Aly Darman, walau pun memang telah ditetapkan hukum mati, itu bukan takdir, masih ada usaha untuk meminta pengampunan dari keluarga orang Malaysia ini untuk mema'afkan. Itu memang tidak adil, adilnya ya sudah hukum mati saja, namun itulah Ihsan....
Allah menurunkan kitab-kitab yang terdahulu, dan rangkumannya ada di dalam Al Qur'an.
Orang-orang yang beriman selalu bersikap cemas (musfiquun) terhadap datangnya kiamat, Orang yang musfiquun digambarkan orang yang sangat menyanyangi anak kecil, selalu dijaga, jangan sampai sekali terjerumus ke hal yang salah, maka orang2 yang beriman selalu menjaga keimanannya dan selalu beramal untuk bekal kelak di akherat.
Salah satu dari arti sifat kemahapengertiannya Allah (Latief) adalah, Allah selalu memberikan rejeki kepada Hamba Nya yang baik atau pun yang tidak baik (semua dikasih rejeki), emang kalau itu sudah rejekinya pencopet ya dikasih juga, begitu juga yang korupsi, dan Allah mengakhirkan adzabnya, tidak sekaligus ketika hamba Nya berbuat salah langsung diazab (tidak seperti kaum2 terdahulu)
Dan karena sifat Latief ini Allah pun akan menambah pahala bagi orang yang selalu baik, sebagai tanda terimakasihnya Allah kepada mereka yang selalu menjaga diri untuk berbuat baik. (Innallaha Ghofurrun syakur) Makanya jangan sekali2 untuk punya niat, "Akh sekali-kali berbuat Dosa ga apa2!!" Allah berterimakasih atas Ta'atnya untuk tidak berbuat ma'siat. Suatu perungkapan yang pernah diungkapkan oleh Rasulullah SAW, ketika ditanya oleh sahabat mengapa anda selalu beribadah padahal jelas dijamin oleh Allah SWT masuk surga dan mendapat tampat yang baik di sisi Nya, Jawab Baginda Rasul "Akankah Aku tidak mau disebut Hamba yang bersyukur!" (Alam akun 'abdan Syakuron)..
Bukan hanya sanksi yang diberikan oleh Alah SWT kepada hamba-hamba Nya tetapi untuk hamba yang selalu baik Allah berikan ucapan terima kasih dan pahala yang banyak. Allah SWT tak menyia-nyiakan amalan-amalan hamba Nya.!! Subhanallah
Orang-orang yang berbuat baik, akan selalu memperhatikan keluarganya, Ada suatu kisah di mesir ini, seorang yang sangat rajin ibadahnya, da'wah sana sini, tapi dia merasa keluarganya berada jauh dalam hal peribadahannya, lalu mendatangi Syaikh Muttawali Sya'rawi dan menanyakannya, lalu Syaikh Sya'rawi bertanya;" Apakah engkau sering mengusap kepala anakmu, menciumnya, merangkulnya dan mendekapnya??' tanpa menjawab sepatah kata pun, orang itu pun menangis, karena selam ini memang dia tidak pernah memperhatikan keluarganya.
Ada satu kelengahan yang banyak terjadi di kalangan aktifis da'wah, yaitu mereka yang melupakan keluarga. Sebagai Da'i yang aktif diusahakan ke dalam dahulu, karena keluarga adalah sebagai basic masyarakat Islam, sebagai bapak atau ibu harusnya mengaktifkan anaknya untuk bisa mengapresiasikan segala potensi anak untuk dikerahkan dalam perjuangan Islam untuk menegakkan kalimat La Illaha ilallah..
Kaum yang tidak beriman menantang akan kedatangan hari kiamat, untuk seorang muslim menantang cobaan itu tidak boleh, akan tetapi sikap seorang muslim yang baik adalah bersiap-siap untuk menghadapi cobaan itu bila datang. Dan selalu berdo'a untuk dihindarkan dari berbagai kesulitan.
Dalam hal meminta kepada Allah SWT, dalam ayat 20 surat Asyura ini Allah memberikan tuntunan agar seorang Muslim selalu meminta keuntungan di akherat, artinya Allah selalu mendahulukan akan pahala akherat daripada dunia. Dibolehkan untuk meminta keuntungan di dunia tapi Allah hanya memberikan keuntungan di dunia itu ya sebatas di dunia saja.
Untuk mendapatkan keuntungan dunia dan di akherat itu butuh suatu perbuatan, jadi tidak hanya meminta terus kepada Allah tanpa suatu tindakan, maka sikap real dari manusia tetap dipandang dimata Allah, siapa berbuat dia mendapat.
Keuntungan dengan jalan beramal akherat maka dunia akan terikutkan. Sedangkan beramal akherat (suatu kebaikan) untuk mendapat keuntungan dunia misalnya untuk ketenaran atau kedudukan, maka tiada dapat pahala di akheratnya. Bukan hitung-hitungan yang diberikan Allah hanya sikap seorang muslim untuk tidak mencari keuntungan dunia, karena yang didapatkannya hanya sebatas di dunia saja, semestinya selalu berusaha kaya untuk bisa zakat sebanyak2nya, lain masalahnya kalau dia berusaha untuk kaya sebatas untuk memperkaya diri sendiri...
Dalam suatu kisah disebutkan, Imam Ghazali di masa kecilnya dia berniat sekolah karena untuk mencari makan, sebab zaman dahulu mereka yang sekolah di madrasah masjid2 akan mendapat makan, karena keluarga Imam Ghazali itu juga miskin sebab sudah tidak punya ayah, Imam Ghazali menyuruh adik2nya pun untuk sekolah agar mereka bisa makan. Dan disebutkan juga Sang Imam menulis buku pun niatannya agar menjadikan dirinya terkenal (memang benar bukunya sangat terkenal salah satunya Ihya Ulumudin), sesudah umur 40 thn barulah Imam Ghazali menyadari kekeliruannya, dan itu beliau ungkapkan dalam bukunya, masa usia 40 thn adalah masa matang seseorang untuk mencapai jati dirinya mendekat kepada Robb nya. Jadi dibolehkan utnuk niat dunia, tapi kita usahakan untuk terus memperbaiki niat kita agar kembali ke keikhlasan diri agar tidak merusak amal perbuatan yang kita lakukan.
Salah satu pintu syetan, yang selalu menghalangi orang untuk berbuat baik adalah "Hai itu ada orang, maka berbuat baiklah!", karena kita merasa takut Riya (yang membuat putus amalan seseorang diterima Allah karena diikutnya niat yang lain selain Allah), seketika kita membatalkan perbuatan baik kita, sholat kita, shodaqoh kita karena takut riya' tadi, padahal itu pintu syetan juga. Kita merasa was2 jangan2 ini riya', maka disitu syetan masuk. Kalau membatalkan sholat karena ada was-was seperti, itu Salah. Kalau muncul niat dunia dan akherat tidak apa-apa, teruslah beramal jangan meutus amalan yang akan kita perbuat, selalu lah memperbaiki niat kita.
Ada satu Hadist yang menarik yang saya dengar kemarin, bekal dari Baginda Rasulullah untuk kita bisa bergaul dengan orang,
- Urusan saudara-saudara mu itu coba anggap letakkan pada titik yang terbaik
- Jangan menyangka suatu kalimat yang jelek padahal itu masih bisa ditafsiri yang lain
- Barangsiapa yang kecewa pada sesuatu itu adalah kesalahan dari diri kita sendiri
- Barangsiapa yang menyimpan aib kawannya, maka kita harus tetap menyimpannya, karena itu adalah amanat yang dititipkan Allah SWT kepada kita. Jadi ketika kita tahu kejelekan kawan kita, sifat yang tidak baik dari kawan kita, cobalah untuk bersikap bahwa itu adalah amanah dari Allah untuk kita simpan , jangan disebarluaskan kepada orang lain yang membuat kawan kita malu...
Alhamdulillah, kita lanjutan di jurnal berikutnya untuk meneruskan ayat selanjutnya..Insya Allah..