mimin's posts with tag: ramadhan 1428 h

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag ramadhan 1428 h
Photo AlbumTemu Darat dan Open House.. (20 photos)Oct 20, '07 5:32 AM
for everyone

Hari ke dua kami sempatkan untuk buka rumah (open house) sesuai dengan tradisi kami selama di Cairo ini, pokoknya lebaran di anshor kty suamiku he he he..walau pun cuman lebaran kue..

Setiap menu berganti ganti, hanya beberpa tahun ini ada menu tetap yaitu mie ayam, karena anak kami yg pertama yahya suka banget ama mie ayam...Alhamdulillah, banyak datang mungkin lebih karena lebih terkoordinir, terutama adik2 kami dari mahasiswa Cirebon yang tergabung dalam BBC (Bocah Bocah Cirebon). Mereka adalah mahasiswa yang berasal dari wilayah III Cirebon meliputi daerah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan. Biasanya mereka datang secara perorangan, Alhamdulillah tahun ini mereka gabung dan karena bis ngga muat ada yg sendiri-sendiri, akhir e rumah kami penuh, karena kedatangan mereka barengan dengan rombongan DP (Dewan Pengurus ) KPMJB. Rumah kami ngga muat akhir e Alhamdulillah lagi tetangga kami org Indonesia Bapak Salim Munajat,MA membukakan pintu juga dan sebagia bisa duduk dan sholat dan akhirnya bersama Paka Salim dan Ibu jadi Tuan Rumah juga, Makasih Bapak dan Ibu Salim Munajat yang bantu kami menerima tamu...

Ini adalah hasil sebagian moment yg kami dapatkan..Saya pajang juga Hadi yg ngga sempat datang karena ikut rombongan lain untuk berkeliling bersilaturahmi ke Dokki, tapi ngga nyangkut di anshor, ngga apa2 ya dik maro ghayi Insya Allah

Photo AlbumLebaran Hari Raya Idul Fitri (20 photos)Oct 16, '07 12:15 PM
for everyone

Kita Melaksanakan Shalat Id di Masjid As Salam Hay Asyir. Lalu seusai shalat berhalal bilhalal dan makan disamping masjid. Di tempat ini saya bertemu Mbak Yuni (himma) n Hadi (Bangdha) n Mbak Udy (Rabwa), hanya sayang ngga foto bareng mbak Udy hanya selewat ketemuan karena buru2 mau ketemuan ama Bobi untuk menyampaikan amanah kawan. Selepas Acara di Masjid, Kami sebagai warga KPMJB (keluarga Paguyuban Mahasiswa Jawa Barat) menuju Pasanggrahan untuk menghadiri acara Halal bil halal yang diselenggarakan oleh pengurus...Acara berlangsung sangat ramai diisi hiburan yang diiringi oleh gamelan. Beberapa moment yg sempat saya rekam...

Blog EntryUmrah RamadhanOct 16, '07 11:50 AM
for everyone

Jorjoran Umrah Ramadan
 
 

Dalam perjalanan pulang dari pengajian Ramadan di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, tiba-tiba HP kami berdering. "Assalamualaikum, Pak Ali. Kita sudah lama tidak bertemu. Apa kabar?" Begitu suara menyapa dari seberang gagang telepon. Dan diketahui, yang menelepon adalah seorang kawan yang baru selesai menjalankan ibadah umrah pada bulan Ramadan.

"Umrah Ramadan sekarang sudah merosot nilai ibadahnya," begitu kawan tadi berkata. "Mengapa?" tanya kami. "Banyak sebab. Pertama, jumlah orang yang umrah terlalu banyak sehingga menghilangkan kekhusyukan. Kedua, sembari tawaf di sisi Ka'bah, banyak yang main HP sambil teriak-teriak. Bahkan di Multazam, tempat antara pintu Ka'bah dan Hajar Aswad, mereka juga main HP. Akibatnya, Masjidil Haram menjadi tempat rekreasi."

"Apalagi bila mereka diizinkan membawa kamera, tentu seputar Ka'bah akan menjadi tempat syuting," sahut kami. "Umrah Ramadan sekarang banyak dikritik, baik oleh ulama maupun pengamat sosial," tambah kawan kami.

"Bagaimana kritiknya?" kejar kami. "Saya membaca di koran, para ulama Arab Saudi berfatwa agar para jamaah umrah memberikan kesempatan kepada mereka yang belum pernah umrah untuk beribadah umrah. Sementara yang sudah umrah diimbau untuk menggunakan uangnya untuk ibadah sosial. Sedangkan para pengamat sosial menulis, seperti yang saya baca di koran Arab News, bahwa umrah Ramadan sekarang bukan ibadah lagi, melainkan sudah menjadi rutinitas seremonial yang mentradisi."

Memprioritaskan Ibadah Sosial

"Pak Ali, bagaimana sebenarnya Nabi SAW sendiri, apakah beliau selalu berumrah pada bulan Ramadan?" tanya kawan kami. "Nabi SAW justru tidak pernah beribadah umrah pada bulan Ramadan," jawab kami. "Bagaimana, Pak Ali, katanya ada hadis yang mengatakan bahwa umrah Ramadan itu pahalanya sama dengan ibadah haji," tanya kawan lagi.

"Betul," jawab kami, "Tetapi itu karena ada kasus seorang wanita bernama Ummu Sinan yang punya kemampuan berhaji tetapi tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk berhaji. Jadi, hadis itu konteksnya seperti itu. Sekiranya umrah Ramadan itu lebih utama daripada, misalnya, membina umat di Madinah, menyantuni para mahasiswa dan anak yatim, dan ibadah sosial lainnya, tentulah Nabi SAW sudah berumrah Ramadan ratusan kali."

Ibadah haji dan umrah diwajibkan pada tahun 6 Hijri, dan Nabi SAW wafat tahun 11 Hijri. Beliau beribadah haji hanya sekali, yaitu pada tahun 10 Hijri, dan beribadah umrah sunah sebanyak tiga kali. Itu pun yang terlaksana hanya dua kali. Nabi SAW punya kesempatan untuk beribadah haji sebanyak tiga kali, tetapi beliau berhaji hanya sekali. Beliau juga berkesempatan untuk beribadah umrah sunah ratusan kali, tetapi beliau hanya berumrah dua kali. Mengapa demikian?" tanya kami kepada kawan tadi.

"Bagaimana jawabannya, Pak Ali?" sahut kawan tadi kembali bertanya.

"Jawabannya, ya itu tadi, Nabi SAW lebih memprioritaskan ibadah sosial daripada ibadah individual. Menyantuni anak yatim dan lain-lain adalah ibadah sosial, sedangkan haji dan umrah adalah ibadah individual. Rasulullah SAW itu membenci kemiskinan. Ketika didatangi orang-orang miskin dari Kabilah Mudhar, beliau marah kepada para sahabat, karena mereka membiarkan orang-orang itu miskin.

Bangsa Indonesia sekarang juga dalam kondisi terpuruk. Potret kemiskinan ada di mana-mana, terutama pada bulan Ramadan ini. Aceh belum juga pulih. Ada 40.000 anak yatim Aceh yang terancam telantar, bahkan sebagian sudah menjadi pelacur. Dan di tempat-tempat lain pun kondisinya masih memilukan. Bengkulu juga hancur. Apakah dalam kondisi seperti itu kita pantas jorjoran pergi umrah ke Mekkah?

Bisikan Setan

Coba renungkan dengan hati yang jernih. Dalam kondisi masyarakat seperti itu, ayat manakah dalam Al-Quran yang memerintahkan kita untuk pergi berumrah sunah dengan membayar puluhan juta rupiah? Kapankah Nabi SAW memberi contoh beribadah umrah seperti itu, sementara banyak ibadah sosial yang perlu segera dikerjakan? Tidak ada satu pun ayat Al-Quran dan atau hadis yang menyuruh kita beribadah umrah seperti itu.

Karenanya, yang menyuruh kita tidak lain adalah selera kita sendiri alias hawa nafsu atas rayuan setan. Pada saat itulah, sebenarnya kita telah taat kepada hawa nafsu dalam beribadah. Pada saat itulah, sebenarnya kita telah mempertuhankan hawa nafsu atas bisikan setan. Maka, umrah kita bukan lagi umrah untuk Allah, melainkan untuk setan.

"Pak Ali," kata kawan tadi, "Kalau begitu, para ulama sangat berperan untuk menyadarkan umat dalam hal ini, agar mereka tidak terjebak dalam pola hidup konsumerisme Ramadan dengan dalih umrah."

"Ulama mana yang masih dapat dijadikan anutan? Bukankah sekarang justru banyak oknum kiai dan ustad yang menjadi penyelenggara umrah? Bukankah sekarang banyak oknum ustad yang menjadi bintang iklan umrah Ramadan?"

"Terus terang kami khawatir, melakukan umrah berkali-kali pada saat kondisi saudara kita sedang terpuruk hukumnya bukan lagi sunah, melainkan haram. Para imam dari generasi tabi'in, seperti Muhammad bin Sirin, Malik bin Anas, dan Ibrahim al-Nakha'i, pernah berfatwa bahwa menjalankan umrah setahun dua kali hukumnya makruh, karena Nabi SAW dan para ulama salaf tidak pernah melakukannya," begitu penjelasan kami.

Ali Mustafa Yaqub
Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta, dan guru besar ilmu hadis
[Kolom, Gatra Nomor 47 Beredar Kamis, 4 Oktober 2007]

Blog EntryPengemis YahudiOct 12, '07 1:22 AM
for everyone

Kiriman dari e mail kawan yg tersimpan lama di file..

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap
harinya
selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya,
"Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu
pembohong,
dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan
dipengaruhinya" .

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan
makanan,
dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang
dibawanya
kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang
menyuapinya
itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari
sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan
makanan setiap
pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat
Rasulullah SAW yakni
Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak
bukan merupakan
isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, "Anakku,
adakah kebiasaan
kekasihku yang belum aku kerjakan?".

Aisyah RA menjawab, "Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan
hampir tidak ada
satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja".
"Apakah Itu?", tanya Abubakar RA.
"Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan
makanan untuk
seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana ", kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk
diberikan kepada
pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan
itu kepadanya.
Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik,
"Siapakah kamu?".
Abubakar RA menjawab, "Aku orang yang biasa (mendatangi engkau)."
"Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku" , bantah si pengemis
buta itu.

"Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak
susah mulut ini mengunyah.
Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku,
tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut,
setelah itu ia berikan padaku", pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata
kepada pengemis itu,
"Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang
dari sahabatnya,
orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW".

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar
RA, dan kemudian berkata,
"Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya,
ia tidak pernah memarahiku sedikitpun,
ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... "

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA
saat itu juga
dan sejak hari itu menjadi muslim.

Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah
SAW?
Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau?
Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq.

Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah
baiknya kita berusaha
meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup
melakukannya.

Sebarkanlah riwayat ini ke sebanyak orang apabila kamu mencintai
Rasulullahmu. ..

Sadaqah Jariah salah satu dari nya mudah dilakukan, pahalanya?
MasyaAllah.. ..macam meter taxi...jalan terus.


Sadaqah Jariah - Kebajikan yang tak berakhir.

1. Berikan al-Quran pada seseorang, dan setiap dibaca, Anda mendapatkan
hasanah.

2. Sumbangkan kursi roda ke RS dan setiap orang sakit menggunakannya, Anda
dapat hasanah.

4. Bantu pendidikan seorang anak.

5. Ajarkan seseorang sebuah do'a. Pada setiap bacaan do'a itu, Anda dapat
hasanah.

6. Bagi CD Quran atau Do'a.

7. Terlibat dalam pembangunan sebuah mesjid.

8. Tempatkan pendingin air di tempat umum.

9. Tanam sebuah pohon. Setiap seseorang atau binatang berlindung
dibawahnya, Anda dapat hasanah.

10. Bagikan email ini dengan orang lain. Jika seseorang menjalankan salah
satu dari hal diatas,
Anda dapat hasanah sampai hari Qiamat.

Aminnnnnn...


Best Regards
Cahyo Nugroho S
Warehouse Surabaya DC
Kalianak Barat 66 Surabaya
Indonesia
Telp: (62) (031)748 2092/7480 444
Fax: (62) (031) 748 2093
E-Mail:Supervisor@ APL.com

 

 


Blog EntryToleransi Dalam Kehidupan BeragamaOct 3, '07 8:29 AM
for everyone

Toleransi dalam kehidupan beragama..

Ustadz Jamaludin Abdul Kholik, MA

Islam mengajarkan kepada kita cara bertoleransi yang baik dalam kehidupan kita sehari2..Salah satu contoh yg diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah ketika peristiwa Fathul Makkah. Pada waktu itu tidak ada perlawanan yang diberikan kaum Quraisy kepada pasukan Islam yang dipimpin oleh Rasulullah SAW langsung. Dalam sejarah terbukti bukan kecongkakan atau kesomboengan yg menyertai beliau tapi sebaliknya kerendahan hati dan bijaksana. Digambarkan cara berjalan beliau menunduk dan hampir menyentuh Unta yg ditungganginya, terharu bisa kembali ke tanah kelahirannya, merasakan sesak di dada teringat orang2 yg dicintainya meninggal di negeri Makkah ini. Beliau begitu mencintai dengan negeri ini, sampai dikisahkan beliau berurai air mata memandang negeri ini dari atas bukit yang dekat dengan makkah, dan berkata penuh kerinduan akan negeri ini.

Pada peristiwa Fathul Makkah (pembebasan Makkah) kaum Quraisy berkata:"Ya Muhammad, engkau saudaraku, dan anak dari saudaraku, ..maka ampunilah kami". Apa yang dikatakan Rasulullah SAW kemudian:"Maka engkau bebas..." Tak ada perbudakan lagi setelah fathul makkah, mereka bebas, walau pun kita ketahui betapa mereka menghantam perjuangan Islam dengan sangat sadisnya, tanpa peri kemanusiaan, namun dijawab oleh Islam dengan perkataan lembut dan tak ada penghinaan untuk mereka..Subhanallah..

Saling cinta dan memaafkan diantara Islam, begitu yang diajarkan oleh agama ini, tidak ada permusuhan apalgi dalam masalah khilafiah..mendahulukan persatuan daripada perbedaan..Ada dua pelajaran yang diberikan oleh Rasulullah SAW dalam peristiwa ini..:

1. Memberikan maaf pada saudara kita ketika kita punya kekuatan. Bayangkan bisakah kita melakukannya seperti Rasulullah SAW ajarkan ini, mestinya bisa saja beliau membalas kekejaman orang 2 Quraisy tersebut. Sebab Rahmat Allah SWT dan utnuk kelangsungan Agama ini justru sebaliknya yg beliau lakukan, memberi maaf ketika kaum Quraisy tak berdaya sama sekali..

2. Ketika sadudara kita tidak tahu maka diberi tahu. Kasih sayang sesama umat untuk memberikan pengetahuan kepada saudaranya, bukan kesombongan inilah saya orang2 berilmu, namun memberikan pengetahuan kepada saudarnya untuk kecerdasan umat, maka Islam akan jaya karena dipenuhi oleh orang2 yg berilmu.

Kasus yg ke dua yg dicontohkan oleh agama ini adalah kasus pembebasan Ibunda Aisyah binti Abu Bakar Ra dari tuduhan kaum munafik bahwa Ibu negara telah serong. ketika turun ayat yg membersihkan nama Ibunda Aisyah Ra, maka Abu bakar saking marahnya sampai2 mau memutus nafkah yg diberikan kepada MItsthoh (kerabat miskin yg ikut memfitnah Ibunda Aisyah RA). Tapi ditegur oleh Allah SWT dengan ayat. Maka Abu Bakar kembali memberi nafkah. Bisa dibayangkan betapa berat perasaan seorang ayat yg putrinya difitnah sampai2 kerabat sendiri pun ikut memfitnahnya setelah dibebaskan fitnahan itu, yg dilakukan seorang ayah rasanya wajar memberi pembalasan pengajaran kepada yg memfitnah tersebut, namun apa yg dilakukan oleh seorang Abu Bakar Ra ketika turun ayat yang mengur sikap beliau, segera untuk melakukan kebaikan lagi karena cinta dan kasihnya kepada Allah SWT.

Dalam suatu kasus terjadi jaman Rasulullah SAW, bahwa seorang yg minum khamar hukumannya adalah dipukul. Tapi apa yang terjadi, mereka ada yang memukuli memakai batu, sendal, kayu dan sebagaiman. Apa kata Rasulullah SAW :" Jangan bantu syetan untuk membelenggu saudaramu."

Ada pelajaran yg bisa kita petik dari peristiwa ini yaitu: Menjaga perasaan saudara kita walau pun saudara kita bersalah..Bisa kah kita lalukan hal ini kepada saudara kita yg melakukan kesalahan agar hatinya tidak bertambah berat dengan kesalahan yg dia lakukan. Menjaga hati2 mereka agar tidak tambah bersalah karena ucapan atau tindakan kita. Mereka sudah mengakui kesalahan jangan tambah lagi dengan sikap dan ucapan kita sehingga bertambah berat rasa kesalahan itu. Bila kita tidak bisa menjaganya maka jangan salahkan mereka sehingga mereka makin lari dari agama ini..

Bukankah kita kenal para ulama pun mengajarkan kepada kita untuk bergaul dengan baik saudara kita se agama walu pun berbeda cara sholat kita atau fiqh kita. Imam Syafii' ketika berkunjung ke gurunya di Irak Imam Abu Hanifah, beliau melakukan sholat subuh di masjid Imam Abu Hanifah tanpa melakukan Qunut seperti biasanya beliau lakukan..Mereka para imam jaman dahulu mengajarkan kepada kita: Tinggalkan hal2 yang sunnah untuk menjaga persatuan..


Photo AlbumRamadhan 1428 H (11 photos)Oct 1, '07 9:01 AM
for everyone

Kebiasaan kami di Bulan suci ini untuk bertarawih, menghadiri undangan buka bersama, juga mengadakan buka bersama di rumah. Untuk kali ini saya sisipkan foto undangan buka bersa di rumah Pak Nurkholis Mukti dalam rangka pisahan dengan keluarga Pak Sarudji Erfan yang akan kembali ke Indonesia.

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.