mimin's posts with tag: silaturahmi

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag silaturahmi
Photo AlbumKetika Mampir Ke Kudus (14 photos)May 6, '08 1:38 AM
for everyone

Ini adalah foto yang bisa diambil ketika mampir ke rumahnya Himam Awaly, Lc yang sudah kuanggap adik karena selama di Cairo, hubungan kami dengan beliau sangat dekat, sehingga ketika kami pulang kami sempatkan pergi ke rumahnya untuk sekedar silaturrahim, berucap syukur bertemu keluarga mereka, yang subhanaalah baik sekali. Rumahnya Himam ini terkenal dengan rumah Kudus Kuno, sampai2 Yahya terkagum2 melihatnya.

Dan tak disangka, adik2 yang lain pun datang untuk berkumpul bersama kami di rumahnya Himam. Semua lulusan Cairo dengan berbagai jurusan.

1. Hamim, yang bersama Himam mengemban amanah di TBS Kudus sebagai pengajar.
2. Haris Dzulhaq, yang baru saja menikah dengan seorang hafidzah dan menjadi pengajar di sebuah sekolah di Jepara. (Makasih ya dek, dah jauh jauh dari jepara hanya untuk ketemu mbak Mimin sekeluarga)
3. Mujiburrahman, pengajar di sebuah sekolah juga, sayang kemarin kita ngga ketemu istrinya yang bidan sekarang mungkin dah selesai S1nya.

Dan Himam sekeluarga, hanya sayang pula istrinya tercinta sedang di Demak untuk persiapan pernikahan Kakaknya, Alhamdulillah sekarang mereka sudah mempunyai putra.

Liburan tahun 2006..Setting di Langgar Dhalem, dekat Menara Kudus..
Semoga liburan tahun ini bisa bertemu mereka lagi.


Selamat bulan April ini, saya mendapati dua kenangan, ada yang pulang karena masa tugas sudah selesai, dan ada yang datang, untuk suatu tugas dan kumpul bersama keluarga di Cairo..

Ibu Dewi Sudarmawan, pulang karena tugas suami (Pak Sudarmawan, Kabid penerangan KBRI ) sudah selesai. Kami mengucapkan kata pisah dan silaturahmi ke rumahnya menjelang keberangkatan beliau ke Airport.

Ibu Yahya Muhaimin, istri Mendikbud, bertandang silaturahmi ke SIC setelah rangkaian Lokakarya Usai, kebetulan kami Ibu2 pengajian sedang mengadakan taklim, maka bersilaturahimlah kami dengan beliau..

Ibunda dari teman kami, Ibu Masruroh Nusron, datang menengok cucu dan anaknya di Cairo ini, Subhanalah Ibu dengan 9 anak ini (7 yg masih hidup), sangat muda dibanding usianya dan sehat serta kuat. Kami bersilaturrahim ke rumahnya mendengar ceritanya terasa segar mengalir darah untuk wiraswasta, karena mendengar cerita beliau tetang wiraswasta batik pekalongan yang ditekuninya bersama anak anaknya..Makasih Ibu atas cerita yang membangkitkan jiwa wiraswasta kami juga baksonya mbak Ruroh yang enak sekali...


"Helwan itu kota yah, kok digambarkan di Ayat Ayat CInta, jorok amat, banyak jemuran, trus kambing banyak berkeliaran, .." dan bla bla..
Itulah koment anak Azhar yang di mesir..

Kalo kakakku Sms tadi pagi, "Min, teteh dah lihat Film Ayat Ayat Cinta, Cerita mhsw Al Azhar di Mesir, ada rotan di kerek, lihat bagus, sungai nil, unta buatan kty gak di Mesir Shootingnya yah.."

Cuman senyum aja menanggapi mereka..
Hanya terbetik kalo mau pulang mau lihatin ama saudara nich sungai nile yang asli, nich untanya, susah amat ya harus ke gurun kali, nich kerekannya (udah tahu kemana??) soalnya jarang pake, males, enakan olahraga jalan ke bawah sambil nawar (padahal paling malu kalo nawar.), ngga bakal dikasih yg jelek2, Maklum dikira orang asing mah nerima aja. dan nich helwannya...

Taraa..kemain waktu cerita Napak Tilas Ayat Ayat Cinta di Jurnal http://ceumimin.multiply.com/journal/item/77/Napak_Tilas_Ayat_Ayat_Cinta
belum ke upload fotonya..nah ini dia, sayang belum semuanya di shoot yah, ntar nyaingin om Hanung dong..he he he..

Ini suasana di rumah kostnya Om Habiburrahman yg dulu, barengan sama teman2, termasuk Om Syarif yang mau pulang ini adalah teman satu sekolah dari Indonesia, juga di Mesir ini..

Jadi ngga jorok, ngga ada jalan tanah, apalagi kambing lewat...ada sih namun jarang bangetttttttttttt..Karena itu adanya di peternakan..

Ya sudah, maklumlah shootingnya ngga di Mesir...

Blog EntryNapak Tilas Ayat Ayat CintaMar 1, '08 5:33 AM
for everyone

Melihat judulnya aja aku dah senyam senyum..Lha iya, ibu2 kok bahas AAC he he he, tapi emang menarik sih, semenarik novelnya yang fenomental tersebut (heh bener ngga sih nulisnya)..

Kemarin Hari Jum'at, selepas sholat Jum'at kami sekeluarga diundang Om Syarif sekeluarga untuk datang ke rumahnya di Helwan. Tahukah anda rumah itu ditempati oleh Mas Habib ketika menulis Novel tersebut. Betul2 bersejarah memang. Pensuasanaan kota Helwan, dengan debu, dan tiap mahattah yang dilewati menuju rumahnya aku jalani dengan ruh pembuatan Novel AAC, he he he..

Jangan ngiri ya, siapa tahu suasana itu malah lebih anda rasakan dari pada diriku. tentu dengan jiwa muda keyakinan Islam dan ruh2 yang lain..bisa jadi..Biasanya kami sekeluarga, namun untuk kali ini aku bepergian bersama anak2ku aja, bapaknya anak anak sedang tugas luar kota.

Sampai di Mahattah Wadi Hof, kami dijemput Om Syarif langsung menuju rumahnya dengan menaiki Taxi, yang menurut Om Syarif , hampir semua sopir Taxi tahu letak rumah imarah mereka karena hanya satu2nya imarah yang ditempati oleh orang Melayu. Dan ini saya buktikan sendiri ketika pulang sendiri bareng anak anak, sopir taxi mengatakan sendiri bahwa ada orang Indonesia yang tinggal di jalan 21. Kuliah di Gam'ah Dual 'Arabiah (Liga Arab University). Saya cuma nyengir aja..

Ketenaran merka, memang tidak hanya sampai di Helwan aja, tapi ternyata orang Indonesia pun, mengenal rumah, Imarah dan suasana Helwan, tidak lain dan tidak bukan karena Novel AAC. Walaupun penghuni sudah berganti ganti, namun Imarah tersebut masih ditempati oleh sebagian orang Indonesia yang menempuh kuliah di Al Azhar, sama seperti Mas Habib. Makanya pengantar acara (MC) mengatakan, "Secara fisik mungkin kami beda dengan apa yang dibaca di AAC namun secara Spirit kami tak jauh beda!!"  Ehem ehem, yang bangga dengan penghuninya dulu,..Mas Habib..

Bahkan Pak Nurkholis, yang dulu pernah mengajak paksa Mas Habib untuk gabung dengan ICMI mengatakan,"Tadinya anak saya tidak mau diajak ke Helwan pergi ke rumah ini, namun ketika saya katakan, nanti kita akan tahu di tempat mana Mas Habib menulis Novel AAC, baru anak saya mau." Dan dalam kalimat perpisahan untuk Om Syarif (yang dulunya teman satu sekolah satu rumah dgn Mas Habib) Pak Nurkholis mengatakan,"Di Indonesia ini sedang gencar2nya orang Al Azhar identik dengan Fahri, maka sebagai Insan Lulusan Azhar maka harus diimbangi dengan wawasan agama yang kita punyai bukan hanya terkenal karena Fahrinya, maka jadilah Fahri fahri yang lain yang mengemban misi keagamaan yang sangat diperlukan di Indonesia ini.."

Dalam acara perpisahan dengan Om Syarif ini, karena pulang terus ke Indonesia, aku merenungkan suatu sikap yang mestinya menjadi pilihan kita, "Dimana pun kita berada, mau jadi apapun kita, seperti apa pun kita (walau rupa tidak secakep Fahri, secantik Aisha, etc), yg patut kita lakukan ekspresi kan sikap dan mental kita dalam menjalani agama ini , agar berguna untuk dunia dan akherat kita.." 


Blog EntryUcapan Terimakasih..Feb 23, '08 4:28 AM
for everyone

Bismillah..

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuhu..

Teman teman semua, makasih atas perhatiannya kalian dengan mendo'akan saya dipergantian usia ini, sudah berkurang usia saya, makin berat beban yang dipikul, namun terasa ringan dengan kehadiran do'anya kalian..

Sungguh tepat, do'a dari lidah yang tidak pernah berdosa (dengan meminjam lidahnya orang lain),do'a itu akan cepat dikabulkan oleh Allah SWT..Do'a kalian, orang orang yang mungkin belum pernah ketemu saya, belum berjumpa muka atau pun suara, semuanya di dekat pengiyaan Allah SWT, ..Saya terharu sekali, sangat beruntung punya teman yang tidak tahu jelas siapa saya, namun selalu berprangsangka baik terhadap saya, selalu mengikuti arah gerak saya, bila salah ditegur , bila benar di sapa..

Sungguh ajaib perkenalan dengan kalian, tahun ini terasa lebih meriah dalam do'a, menyatukan hati untuk mendo'akan saya , terasa terhormat mendapat tempat di hati kalian,

Saya tidak mampu berkata, hanya berdo'a, "Ya Robb, yubaarik fiihum ya robb, semoga Alloh memberkahi kalian semua, Ya robb balaslah do'a kalian dengan balasan yang lebih baik..semoga umur kalian berkah, berkah memberikan keberkahan kepada sesama, berkah di jalannya, beramal yang banyak untuk bekal kelak di akherat.."

Semoga kita masih berjumpa di tahun depan..

Dan saya rindu membaca do'a do'a yang kalian kirimkan...

Semoga pertalian ini sampai kelak di Yaumil Akhir, di tempat dimana kita tidak saling kenal dan kita tidak dapat saling menolong..Maka marilah isi hidup kita dengan saling mengal dan saling menolong sebelum masa itu tiba...

Wassalam..

-Mimin Mintarsih Abdul Salam-

 

 


Membungkus Dakwah Dengan Seni..
Bisa ngga ya..

Itulah yang menjadi tema dalam acara kajian bulanan yang diselenggarakan oleh Masjid Indonesia di Cairo..
Siapakah penceramahnya, Habiburahman El Shirazi, bukankah nama yang tak asing lagi..

Kita nantikan jawabannya untuk nanti malam..

Tapi pas Final African Football, wah kayaknya sepi nich..

Padahal Kang Abik dah dipesenin waktunya pas banget waktu malam final..

Ada yang mau nanya ama dia ngga, ntar saya sampaikan..

Mumpung ada yang baik hati nich ,..karena mau wawancara ama beliau mudah2an waktunya banyak..

Monggoo..


VideoIndonesia Pusaka by Gita GutawaFeb 6, '08 6:16 AM
for everyone
Gita bawakan lagu ini khusus untuk kami warga Indonesia di Cairo, agar ingat kepada tanah Airnya..
Thank's Gita..


101_4957.mov (25.1 MB)


Ini bagian moment yang tertinggal, yang ingin kami sampaikan sebagai warga Indonesia di Cairo, terimakasih banget atas kedatangan duta bangsa di bidang budaya, dan ternyata juga punya cita cita jadi menteri kebudayaan salah satunya, bisa mengharumkan bangsa Indonesia padahal ini kali pertama Gita Gutawa mengikuti Festival taraf Internasional...

Kami ucapkan selamat ya Aluna Sagita Gutawa, dan selamat pula kepada Arrasement musiknya papanya sendiri yaitu Pak Erwin Gutawa dan mamanya Gita, Ibu Lulu Gutawa yang menjadi Desainer Baju Mawar Merah diatas dasar baju putihnya Gita saat mengikuti Festival...Terasa sekali warna Indonesianya...



To Be One
by : Gita Gutawa

I see rainbow in the sky
colors that brighten my world
I hear the humming birds
singing a beautiful song

The song of love and laughter
the song of peace and hope
I don't want this to end
I want this to be forever

Even though we're not the same
different ways
and we walk on different path
different road in this life
can we hold each others hand
together in this world
and be as one

It will be a better place
better home
Place that gives us peace of mind
filled with love
no more tears
place where you and I can laugh
no more cry only smile
the place for us to be one


Malam Senin kemarin tgl 4 Februari 2008, KBRI Cairo mengadakan Malam Apresiasi Seni Syukuran atas Kemenangan Gita Gutawa meraih Grand Prize untuk semua kategori terbaik di International Nile Song Festival..

Hadiah diberikan langsung oleh Ibu Negara Mdm Susan Mubarak pada Malam Minggu 3 februari 2008, dan dalam penerimaan hadiah tersebut, Gita diberi ucapan selamat, Mdm. Susan Mubarak beucap,"Wah banyak juga ya teman2 kamu disini..", Maklum supporter anak - anak SIC, setia mendampingi Gita untuk memberikan semangat kepadanya.. Begitu juga ucapan Pak Erwin Gutawa yang menyatakan, " Setiap teriakan dari supporter seakan menambah power 1 db suara Gita!!"

Malam Apresiasi seni itu diawali wawancara, yang hanya berlangsung beberapa menit, terburu acara dah dimulai. Apreasiasi untuk kemenangan Gita Gutawa diselenggarakan di Wisma Duta, sengaja Pak Dubes mengadakannya di rumah kediamannya untuk menghormati dan menghargai duta bangsa di bidang kebudayaan ini. Slide show tentang Gita dan keluarga serta prestasi juga malam ketika tampil di ajang international itu, lalu pemotongan tumpeng, tanya jawab kepada Gita Gutawa juga Papa dan Mamanya dan terakhir Gita menghadirkan dua buah lagu juga bagi2 CD yg sudah ditanda-tanganinya..

Setelah itu baru foto foto...
Maaf ya Git..ternyata Fansmu bukan hanya anak2 seusiamu namun emak 2 pun ikut berfoto he he he..


Dua sensasi yang berlainan...
Satu berfoto, karena memang hanya foto bareng aja (ga ketemu orang nya lho). Kebetulan masuk Stand Saudi ada foto beliau yang besar ayolah berfoto, sambil dilihati orang senyum senyum lihat tingkah ibu anak nie..

Yang satu lagi emang kebetulan ketemu, selepas acara syukuran dari rumah dek Mahmudi, ketemu di restoran Carresto (carresto.multiply.com) milik Pak Eko (abikover.multiply.com)..kata Pak Djohar (Kepsek SIC) " Ayo Yahya sini ketemu Gita Gutawa"..Kebetulan pak Erwin Gutawa juga ikut, akhirnya kejadian deh foto ama artis..he he he

Gita Gutawa, adalah utusan Indonesia untuk Festival Lagu di Cairo..

Blog EntrySebuah Perjuangan Atau Awal dari perjuangan..Jan 31, '08 12:20 PM
for everyone

Sebuah SMS masuk ke kotak masuk ..

"Ngapunten ngganggu mbak, Matur  nuwun semua bantuanipun. Hasil Munaqosah hanya Jayid Jidan Saja. Moga bermanfaat. amin. Mahmudi"..

Ya Alloh dek..

Sebelumnya saya buka SMS tersebut, saya dapat telepon dari dek Mahmudi. Setelah berbasa basi dan diawali ucapan salam. Saya memulai menanyakan bagaimana jalannya Munaqosah, karena kebetulan tadi saya bertemu Mang Aep, yang kebetulan memberikan ceramah kepada kami, dan secara kebetulan pula saya mendengar bahwa beliau menghadiri acara munaqosah sehingga tidak bisa menghadirkan makalah (yang biasanya berlembar2..he he he).

Mang Aep bercerita bahwa jalannya Munaqosah sangat alot dan lama padahal itu dimulai jam 5 selepas Magrib (bayangkan betapa dinginnya) berakhir sekitar jam 10 malam.. Ketika beliau ditanya, bagaimana, beliau berucap lumayan bagus, hanya memang manuskripnya cuma satu, jadi wajar. Mahmudi mendengarkan cerita saya, dan memang dia berucap sangat berat sekali menjalani munaqosahnya, terutama penguji yang buta (Subhanallah), Penguji itu memang yang paling senior Professor Doktor. Karena buta, Allah SWT beri kelebihan yang lain yaitu ingatan dan ketelitian. " Bukan a, i, u yang ditanyakan mbak..tapi rangkaian a, i, u nya kenapa kok bisa begini kok bisa begitu..Aduh sangat sangat sulit sekali menjawabnya.."

"Bagaimana bisa jawab ngga dek,?".."Ada yang bisa dijawab ada yang sulit menjawabnya, ya semampulah mbak..kan seseorang itu terkandung kadar kemampuannya, ada yang segelas ada yang segelas besar, mungkin kadar kemampuan saya hanya segitu.." "Ya 'Ala kuli hal saya syukuri"

"Yang datang banyak dek,? ".." Alhamdulillah banyak mbak, ..hampir 100 - an orang, mungkin karena saya yang maju he he he, makanya pas jawab soal - soal itu saya deg 2 an juga,.." "Manuskrip saya hanya satu, lain dengan Aep, yang dia punya manuskrip bandingan yang pernah ditulis di negara lain, sehingga agak mudah untuk dijadikan perbandingan ada yang membantah atau ada yang menguatkan.."

Karena munaqosah Magisternya dia malam, saya berpikir tidak banyak orang yang hadir, namun Subhanallah karena Dek Mahmudi ini rajin orangnya dan termasuk sepuh (sorry dek maksud saya angkatan lama), banyak yang menghadirinya, itulah makanya dia bercanda, "...mungkin karena saya yang maju.." Karena saya tahu dia orang nya Low Profile. Apa pun disikapi dengan sabar dan tidak terburu - buru, banyak mutiara hikmah yang keluar dari mulutnya, dalam candanya atau pun dalam keseriusannya..

Sabar itulah yang saya lihat dari kehidupannya, bagaimana dek Mamudi menjalani Magisternya ini, setelah mulai menulis, datang musibah, pembimbingnya meninggal, akhirnya ganti pembimbing baru. Bukannya meneruskan bimbingan yang lama, namun harus membuka lagi lembaran baru, mencari pembimbing juga harus mengajukan pemintaan baru ke Fakultas. Selepas itu masa bimbingan lumayan lama juga, kalau menurut Dek Mahmudi, dianya yang sangat pelan jalannya, malah pembimbingnya yang sering telpon, "Ayo bagaimana ini?, sudah belum?, kapan bimbingan lagi?".. 

Selepas bimbingan, mulailah mencari penguji, ternyata salah satu pengujinya adalah Professor Doktor yang buta tadi. Untuk membacanya beliau dibantu oleh putranya, dan itu tergantung kapan ada waktu sela putranya tadi..Dan Mahmudi tidak diam, dia pun merekam suaranya dalam kaset untuk diperdengarkan kepada beliau. Sungguh sungguh pelajaran yang sangat mulia sekali, perjuangan seorang mahasiswa yang ingin meraih magisternya ditambah pengorbanan seorang penguji yang sangat sabar meneliti dengan cara mendengarkan saja karena beliau buta, namun Subhanallah, beliau sangat teliti sekali..

Beliau menguji dengan mencecar pertanyaan kepada dek Mahmudi, karena beliau sangat faham dan tentu saja karena menginginkan Mahasiswa menjadi yang terbaik, sampai sampai dek Mahmudi berasa kalau dia orang asing tapi tak mendapat keistimewaan yang pernah dirasakan teman temannya (cepat dan tidak begitu sulit), karena pengujiannya seperti orang mesir saja.

Saya terenyuh dan termenung ketika membaca SMSnya dek Mahmudi.."Hasil munaqosah jayyid jidan saja. Moga bermanfaat, amin.." Langsung mendung mata saya, dan kuat untuk menahan tangis, karena suatu perjuangan dan pengorbanan belum selesai dek..Apalah hasil suatu munaqosah namun yang terpenting, betul katamu semoga bermanfaat..Karena sebaik baik umat adalah yang bermanfaat untuk orang lain. bukankah begitu dek??

Saya jadi teringat (ledekan entah rintihan) ketika kawan saya mengartikan Sag (Sarjana Agama) yang disandangnya, karena dia lulusan IAIN, dia mengartikan Sugan Aya Gunana (Semoga Ada Manfaatnya). Saya pun kembali sedih, karena itulah produk dunia kehidupan kita yang mengesampingkan kesarjaaan keilmuan keIslaman kita. Bila tidak diterima kemana-mana masuk aja ke IAIN, begitu jaman saya dulu. Sementara yang lain bisa duduk gagah di perguruan mentereng. Namun kawan saya langsung menempatkan dirinya untuk masuk IAIN...Kawan saya sering berucap "Ehm hebat mimin mah, duduk di bangku kuliah terkenal dan keren", saya hanya menanggapi dengan senyum, karena sedih, dalam hati saya berkata "..Kamulah yang menang, karena keilmuan yang lain tidak akan berhasil bila tak ada dasar agama yang bagus!!"

Saya harus menyisihkan waktu saya untuk bisa meraih setitik pemahaman agama kita, namun kawan saya secara total meraupnya untuk kehidupannya. Bukankah Ulama itu derajatnya ditinggikan Allah SWT dek.. Dan diangkatnya ilmu itu, dengan cara dimatikannya ulama.Bukankah yang yang dimaksud ilmu itu adalah ilmu agama, dan ulama itu adalah mereka yang alim dalam ilmu agama??..Bukan ilmu - ilmu yang lain!! Karena ilmu yang lain makin berkembang saja, tidak ada yang redup walau pun telah meninggal ratusan bahkan ribuan ilmuwannya.. 

Betul katamu dek, semoga bermanfaat...Ubahlah dunia untuk menjadikan agama menjadi pilar hidup agar tegak ilmu ilmu yang lain..Ubahlah pola pikir dan pola hidup manusia disekitarmu, sehingga mengikuti apa yang Allah SWT gariskan dan Rasulullah SAW tuntunkan...

Selamat berjuang dan terus berjuang juga berkorban...

Wallahu 'alam bissawab..

My dedicated to Mahmudi Muchson, MA


Photo AlbumAkhirnya Main ke Rumah Kak Musa.. (4 photos)Jan 24, '08 6:30 AM
for everyone

Mengajak keluarga untuk mampir ke rumah kosnya Kak Musa, yang masih ujian, Subhanallah mereka kalo ujian semuanya baca diktat kuliah, dan tak mau diganggu, n pergi ke mana - mana ..

Tapi abis ujian mereka, ada hiburan untuk ke Pameran Buku International, yang memang sengaja dibuat harinya ketika semua anak2 sekolah atau pun mahasiswa selesai ujian...

Sampai ketemu lagi Kak Musa di Pameran yah...

Photo AlbumLibur 1 Muharram tengok Bayi.... (20 photos)Jan 17, '08 4:05 AM
for everyone

Mulai dingin Brrrrr..
Liburan 1 Muharram kemarin kami sempatkan untuk menengok Bayi keluarga Baru dari Keluara Om Badri dan Om Sirodjudin Abdul Syukur..

Om Badri mendapat bayi laki laki Mu'tasimbillah Badri sedangkan Om Sirodj mendapat Bayi Perempuan Salma Amalia Sirodjudin...

Photo AlbumAntara Yogya n Pati waktu dulu.. (9 photos)Jan 16, '08 3:10 AM
for everyone

Dua tempat itu tak pernah kulupakan..
Dua tempat itu yang buat proses hidupku mulai menampakkan hasilnya...
Tempat yang aku sukai yaitu mengkaji Tafsir dan bergerak sesuai Al Qur'an menurut kemampuan dan potensi diri..

LPIT BIAS ( Lembaga Pendidikan Islam Terpadu Bina Anak Sholeh), merupakan gerakan dalam pendidikan dengan inspirator Ibu Ir. Lilik Indriati, teringat waktu itu, putera puterinya jadi anak murid awalnya, Kak Musa dan Mbak Tazkia, kami belajar praktek mendidik anak karena berdakwah dengan anak kecil lebih mudah ketimbang orang dewasa.

Setelah sebelumnya kami melihat kakak kami mbak Yanti, mbak Iik, mbak Puji, Mba Yayuk dan lain lain melakukan da'wah tarbiyah ke adik2nya melalui pengajian Tafsir Al Qur'an untuk mahasiswa, akhirnya terbentuklah gerakan Infaq, lalu menggalang saham untuk mmebuat Swa layan Muslim dengan saham dari anak anak kost, suatu hal yang tak terbayang dari diri kami, akhirnya Swalayan ini besar, dan sudah pindah tempat yang permanen (yang sebelumnya kontrak beberpa kali), ketika liburan kemarin saya tak sempat menengoknya..

Lembaga Pendidikan sudah bertambah besar, seiring perkembangan usia, semangat berkarya diringi semangat mendapat imbalan pahala di akherat, saya terkagum - kagum melihat aktifitas mereka sekarang...

Tak lepas dari bimbingan Pak Kyai, KH Abdul Wahid Hasyim, di Pati yang menjadi pengawas dan penasehat gerakan ini "Hidup bersama Al Qur'an", agar tidak melenceng dari niatan awal untuk menegakkan kalimat Allah, seminggu sekali mengkaji Al Qur'an bersama - sama..

Ya rabbi... kangen banget...


Alhamdulillah, kami bisa hadir dalam acara SPA mereka. Adik2 kami yang mengadakan kegiatan ini adalah mereka mahasiswa yang tergabung dalam forum mahasiswa Sunan Gunung Jati (FOSMAGATI). Mahasiswa ini mereka berasal dari Cirebon, Indramayu , Kuningan, dan Majalengka. Jumlah mereka lumayan banyak hampir 60 - an. Kebanyakan menempuh S 1 di Al Azhar dan ada juga yang menempuh S 2 di Universitas Al Azhar pula..

Kalau ketemu mereka jadi muda lagi..he he he

Photo AlbumKak Musa Tiba di Cairo.. (17 photos)Jan 3, '08 6:35 AM
for everyone

Tanggal 14 Desember 2007 Kami mendapat tamu kehormatan tiba di Cairo ini. Kak Musa (Musa Al Azhar) setelah melalui perjuangan panjang, ketika lepas MTs Mualimin Yogya sudah berkeinginan ke sini namun karena masalah waktu, akhirnya Kak Musa melanjutkan di MA Mualimin Yogya. Setelah lulus mengikuti ujian masuk Azhar University yang diadakan oleh Depag. Entah kenapa setelas lulus ujian tersebut, Visa untuk bisa ke Cairo tertahan, baru awal desember Visa itu keluar. Ternyata Kak Musa masih diuji kesabarannya, pesawat tidak ada seat, karena memprioritaskan keberangkatan jemaah Haji. Barulah tanggal 13 Desember bisa berangkat. Akhirnya Kak Musa tiba di Cairo tanggal 14 Desembernya. Kami menjemput Kak Musa ke Airport, eh kebablasan sampai di terminal 1 padahal pesawat yang bawa Kak Musa di terminak 2, terpaksa kami menunggu shuttle bus untuk membawa kami ke Terminal 2...Ini Kenangannya..

Photo AlbumMuhammad Zaid Al Huda (4 photos)Dec 17, '07 11:57 AM
for everyone

Akhirnya yg dinanti telah tiba, setelah masa kosong selama 1,5 tahun, kemudian di tempatkan di Cairo. Pasangan Bapak Rizal Al Huda dan Ibu Dewi Putriana (Ibu Uti) mendapatkan seorang putra yang diberi nama Muhammad Zaid Al Huda..

Ketika tiba di Cairo banyak yg mendo'akan, semoga pasangan ini dapat momongan. Dan tak menunggu berapa lama, datanglah yg dinanti.Emang Cairo hawanya lain..

Mabruk untuk keluarga Bapak Rizal, semoga Zaid menjadi putera yang Sholih, penyejuk kedua orang tuanya dan selamat dunia akheratnya..Amin ya Robb

Blog EntryPesan Bapak Laksamana Slamet SoebijantoDec 14, '07 6:25 PM
for everyone

Tak kurang rada heran saya pada hari Jum'at ini, setelah mbak Frisca masuk Islam, kami masyarakat Indonesia di Cairo ini, kedatangan tamu yang sangat Istimewa. Manta KASAL RI, Bapak Laksamana TNI Slamet Soebijanto, yang sedang berkunjung dalam perjalanan selepas menjalankan ibadah Umroh.

Beliau memberikan sedikit oleh2 bagi kami diluar negeri, tentang kelautan Indonesia. Yang membuat saya terutama, terperangah, betapa rusaknya negeri kita, tanpa disadari sedikit demi sedikit telah banyak berpindah kekayaan laut kita terutama ke negara lain, akibat kurang bijaksananya pengelolaan laut dan tanah air kita..

"Bangsa kita telah rusak, bendera merah putih telah tercabik-cabik, kekayaan kita telah terkuras sedikit demi sedikit oleh kepentingan luar, oleh siapa ya atas tangan2 kotor kita sendiri."

Bangsa besar dan kaya itu karena mereka mampu mengelola laut dengan baik, sementara kita, sangat jauh tidak memperhatikan kekayaan laut kita. Kita sangat banyak mempunyai tambang minyak, dilaut, belum dengan adanya palung2 laut, hydrat yang bisa dijadikan bahan ekspor kita, Indonesia memiliki 113 titik kapal karam, dan semuanya adalah milik kita bukan milik negara lain. salah satunya ada si perairan Nusa Tenggara, dimana ada dua kapal AS yang karam, berisi banyak uang emas, itu milik  kita.

Biarkan saja segala apa yang ada di daratan itu milik anak cucu kita, jangan diutak utik. Ambalat hilang disusul Sipadan dan Ligitan oleh Malaysia, belum kayu2 hutan dari Papua Irian Jaya di cap milik Malaysia, Pasir kita banyak diambil dicuri, diangkut ke Singapura dan dihargai 4 $/m3 lalu ketika masa Pak Slamet menjabat KASAL terjadi penangkapan, sekarang sudah naik menjadi 55$/m3. Entah bagaimana cara untuk menghajar para penjual tanah air tersebut..

Menurut Pak Slamet, rasa nasionalisme kita sudah menipis, sejak tahun 1965 sebenarnya kita sudah dijajah oleh negara lain dengan masuknya campur tangan negara lain disetiap segi kenegaraan kita. Bung Karno sangat menancapkan rasa nasionalisme ke diri kita, sehingga negara lain tidak boleh masuk, terbukti dengan hutang Indonesia masa itu hanya 2 milyard saja. Sekarang, mungkin anak cucu kita belum mampu membayar hutang negara kita ini. Tahun 1965 banyak mahasiswa kita yang disekolahkan di luar negeri di brainwash, pola hidup dan pemikiran mereka sudah diplot sedemikian rupa, ketika kembali ke tanah air sudah bawa misi, sehingga perlahan2 negara kita habis digerogoti.

Ingat kasus Freeport, seberapa kita dapat persentase??

Pesannya, bangkitkan semangat nasionalisme dalam diri kita, jangan terlalu bergulat dalam masalah politik yang selalu membawa kepentingan, padahal sesudah menjadi pejabat negara, kepentingan negara lah yang harus diutamakan, belajarlah saja yang baik...Kepada adik2 mahasiswa utamakan belajar untuk kembali mambangun bangsa...


Start:     Oct 28, '07 10:00a
Location:     Jakarta...
Undangan Diskusi Hari Sumpah Pemuda: "Menjawab Tantangan Pornografi Remaja Indonesia"


“It's hard to imagine a magazine with a very specific
and uncompromising character published in a country
where the same character is considered taboo.”



Kalimat itu bukan dikutip dari alim ulama atau kalangan moralis. Melainkan tanggapan Tiara Lestari, model Indonesia yang pernah tampil bugil di Playboy Spanyol, tentang rencana terbitnya Playboy di Indonesia. Berselang tak lebih dari dua tahun, kita pun makin sulit membayangkan bahwa ternyata bukan hanya gambar, Indonesia bahkan telah mengedarkan 500+ video porno asli Indonesia. Fatalnya lagi 90%nya dibuat dan dilakukan pemuda-pemudi remaja, pelajar dan mahasiswa, merata dari berbagai pelosok daerah. Jumlah itupun baru puncak dari gunung es.

Maka bukan sesuatu yang mengada-ada bila pornografi kini merupakan salah satu problem besar kepemudaan. Hari Sumpah Pemuda 2007 dengan demikian menjadi pantas sebagai momen pemikiran kembali berbagai perspektif mumpuni menjawab tantangan pornografi di kalangan remaja. Oleh karena itu mengisi kebutuhan tersebut, Gerakan ‘Jangan Bugil Depan Kamera!’ bekerja sama dengan Kafe Buku ‘MP Book Point’ mencoba memfasilitasi diskusi/talkshow:

Tema:

“Menjawab Tantangan Pornografi Remaja Indonesia”

Bersama Narasumber:

• Inke Maris (Sekjen Aliansi Selamatkan Anak Indonesia)
• Ade Armando (Kolumnis & Anggota Komisi Penyiaran Indonesia)
• Eko Kuntadhi (Director Mobile Magazine Indonesia)
• Peri Umar Farouk (Kordinator Gerakan J.B.D.K Jakarta)

Moderator

• Kemala Ayu Lestari (Pekerja Seni)

Tempat:

Kafe Buku “MP Book Point”
Jl. Puri Mutiara Raya No. 72 Jeruk Purut
Cipete, Jakarta Selatan
Tlp. 021-75910212

Waktu:

Minggu, 28 Oktober 2007
Pukul 10.00 – 12.00 WIB

Kontak Acara:

Peri Umar Farouk (0815.1314.1914)
Ratje (0815.8615.1108)
Marlin (0811.964.2703)
Ovy (0815.165.1544)

NB: ada diskon buku dari MP Book Point baik buku dalam maupun luar..sebesar 70%..
Buruan datang yah...

Blog EntryAtas Nama Kasih Sayang...Oct 25, '07 8:27 AM
for everyone

Hari-hari menjelang lebaran, dipenuhi dengan berbagai evaluasi dan biasanya tak ketinggalan untuk berkirim ucapan selamat berlebaran kepada sanak family baik yg dekat atau pun yang jauh...Sebuah rutinitas yang biasa kita laksanakan setiap tahun, tak lupa pula untuk berkirim salam kepada ibu bapak yang telah melahirkan dan membesarkan kita..

Bagi saya pribadi, hari menjelang lebaran sama seperti hari biasa pada umumnya . Cuman mungkin agak lain suasananya. Pertama saya berhasil untuk menghubungi ibu, dan itu disela2 kesibukannya dia melayani pembeli bekerja sebagai pedagang di pasar, "Untuk mengasah otak biar ngga pikun," begitu selorohnya bila kami ingatkan bahwa beliau sudah tua, dan akhirnya kami pun anak2nya membiarkan aktifitasnya dia selama ini untuk mengisi kegiatan beliau sehari2...

Hanya begitulah, mungkin karena keberadaan jauh di sebrang tiap mengakhiri percakapan, mesti ada yg tersisa. Apalagi bila terhadap bapak, yang terus terang saya akui agak berat bila bercakap via telepon dengan dia, selama ini kesehatannya memang sudah buruk, hanya sugesti beliau untuk menghilangkan rasa sakit, luar biasa sekali, mungkin karena masih ingat ada anak yang masih ada anak yg masih butuh sokongannya...Dan semangat untuk hidup...

Dengan ibu bapak, begitu juga mungkin dengan teman pembaca yang lain, ketika berbicara masalah kesehatan, sering saya ungkapkan pada mereka "Jaga kesehatan Yah.. Mudah2an kita masih ada waktu untuk bertemu tahun2 depan...", sudah sesak rasanya di tenggorokan untuk berucap kata lain tapi yang keluar hanya suara "A..a..a", karena menahan tangis ...Walau pun belum tentu kita ketemu tahun depan tapi pengharapan itu membesarkan mereka, apalagi bapak, saya paling speechless untuk berujar dengannya...Karena dia duluan yang menahan tangis, dan akhirnya menangis...bukan saya , sebagai anaknya!!! Akhirnya saya ngga kuat sering telepon langsung saya berikan ke suami...

Pembaca yang budiman, mungkin masih banyak diantara pembaca yang merasa sedihnya lebih dari saya bila bercakap dengan mereka (ibu bapak), orang tua kita, selama hidup kita, darah kita tetap mengalir nama2nya, walau di beberapa orang ada yang tidak menyenangkan keberadaannya...Mudah2an menjadi sadar atas cinta kasihnya maka kita bisa hidup dan hidup..Saya sadar banyak kata yang lukai mereka banyak tingkah yang buat mereka tersakiti, bahkan menangis...

Allah SWT berikan kehidupan kepada kita bukan untuk menghancurkan nama2 ibu bapak kita, atas juluran tangannya maka kita bisa jadi begini, besar, dan berguna bagi orang lain, begitu harapan mereka ketika kita kecil... Sering kita senyum sendiri mengingat kenakalan kita ketika kecil, padahal dibalik itu sering kenakalan kita membuat sedih ibu bapak kita. Tapi apa yang mereka katakan ketika kita bilang,"Waktu kecil saya nakal ya??', mereka hanya senyum sambil jawab,"Biasa anak2 kan suka begitu.."..Padahal kalau kita menghadapi anak2 kita suka ngedumel sendiri, tidak terbayang betap repotnya mereka urus kita, yang kadang2 jumlahnya lebih banyak dari anak2 kita...

Saya tidak mengajari teman-teman untuk menghormati orang tua, ini hanya semacam pengingat saya kepada ibu bapak, juga orang tua yang lain yang dengan tangan lembutnya berhasil membesarkan kita semua..Atas nama keberadaan mereka, kita bisa terlahir di dunia, menikmati semua kegratisan yang diberikan Allah SWT kepada kita, semestinya pula kita menjadi Hamba Allah baik, membawa nama baik orang tua kita, bila kita diingat oleh teman atas kebaikan kita, maka disitu pula nama orang tua terbawa, entah bagaimana pun keberadaan orang tua kita...

Sebaliknya bila kita berbuat jelek..entah kenapa orang tua terbawa cepat sekali ke memory orang dengan mengatakan ,"Anak siapa itu..", atau "Orang mana dia.." parah lagi "Bangsa mana dia.."...Tapi semua berbalik ke diri kita bagaimana menghadapinya..

Di beberapa hari ini, sejak di awal Ramadhan kita banyak kehilangan orang2 yang kita cintai, banyak sekali yang meninggalkan kita, dan kita sebentar lagi menyusul hanya permasalahan waktu saja..

Saya ingat semenjak beberapa kali kami mengadakan shalat ghaib, diantara kerabat sahabat kami di Cairo, dan yang paling mengagetkan adalah berpulangnya sahabat, tetangga, rekan kerja suami yang sangat baik, Bapak Haji Mohammad Aly Umar, Lc. Begitu melekat dalam diri saya, membuat saya teringat terus, bagaimana beliau bekerja tak kenal lelah walau pun di bagian yang paling banyak kerjaannya (Bagian Peralatan TU), saya salut setiap hari dan waktu beliau selalu siap dengan kerjanya. Dan paling mengagumkan mungkin saya selama ini jarang orang yang mau berbagi pekerjaan dengan istri, saya selalu lihat beliau dalam setiap acara atau kegiatan tak lelah untuk menggendong anak, mangasuh anak, menyuapi anak, yang mungkin bagi sebagian orang sangat susah dilakukan apalagi di depan umum...  

Salut untuk beliau , saya selalu mengenang orang2 yang baik, dan setiap kenangan itu datang, seakan menggugah diri saya belum apa2nya..saya harus lebih siap untuk menghadapi kemungkinan apa pun yang terjadi, bila hari itu datang..belum habis kenangan kita untuk Pak Aly (begitu sebutan untuk beliau) telah mengikuti beberapa kerabat yang kehilangan orang tuanya..Saya hanya bisa berkirim Fatihah untuk para beliau yang wafat..(ibunda Bpk. Indriyagi Sugiat, Ibunda Bpk. Marwandizal, dan Ayahanda Bpk. Ahmad Isrona).

Untuk kita, mumpung masih ada waktu, berbagilah kasih dengan orang yg kita cintai, agar apa ketika kita tak ada, atau beliau tiada, kita sudah puas melakukan kebaikan kasih kepada mereka... Kepada siapa aja yang kita cintai jangan pelit hanya berujar, "Aku sayang padamu.."..dengan cara apapun juga.

This artikel dedicated to : My parents, and everybody who i loved


Pages:12
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.